• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pep Guardiola & akhir duopoli Liga Inggris

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.366
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Pep Guardiola & akhir duopoli Liga Inggris.

Pep Guardiola & akhir duopoli Liga Inggris


Pep Guardiola (kiri) & Mikel Arteta saat masih bersama melatih Manchester City dalam pertandingan Liga Champions antara Manchester City & Shakhtar Donetsk di Stadion Etihad di Manchester pada 26 November 2019. Kini kedua pelatih bersaing mengantarkan City & Arsenal menjuarai Liga Inggris. ANTARA/PAFP/OLI SCARFF.

Jakarta (ANTARA) - Era duopoli Manchester City & Liverpool usai sudah. Liga Utama Inggris kini jauh lebih sengit dibandingkan dengan musim-musim ketika dua raksasa itu bergantian menduduki tahta tertinggi liga sepak bola paling menarik sejagat itu.

Dulu, cuma dua klub itu yg sulit ditaklukkan oleh lawan-lawannya. Mereka begitu perkasa yg saking perkasanya, lawan pun gentar sebelum bertanding.

Kini, justru Arsenal & kekuatan baru Newcastle United, yg jadi dua regu yg paling sulit dikalahkan.

Selain itu, masih ada Brighton, Fulham & Brentford yg siap merusak ekspektasi & perkiraan pengamat & bandar judi.

Sementara trio kekuatan lama Manchester City, Manchester United & Tottenham Hotspur masih berada di jalur merebut trofi utama sepak bola di Inggris.

Baca juga: Erik ten Hag yakin Manchester United akan akhiri puasa gelar

Sayang, Liverpool & Cheslea terseok-seok di klasemen tengah. Meskipun demikian, hampir sepertiga musim ke depan adalah waktu yg teramat panjang untuk membalikkan peruntungan siapa pun, termasuk The Reds & The Blues.

Lain hal, Manchester United sudah bukan lagi regu yg jadi bahan olok-olok seperti musim-musim yg baru lewat lalu.

Setan Merah bahkan jadi satu-satunya klub Liga Inggris yg masih menjaga peluang menggapai empat trofi atau quadruple.

Mereka di ambang mencapai final Piala Liga. Mereka masih berpeluang mencapai partai puncak Liga Europa walau pada laga terdekatnya mesti dijajal Barcelona si raja Eropa.

United juga masih menapak kuat di jalan Piala FA. Dan terakhir, mereka tetap memiliki peluang berakhir di puncak klasemen Liga Utama walau saat ini tertinggal sebelas poin dari Arsenal.

Pun begitu dengan Manchester City. The Citizens masih berada dalam rel merebut tiga trofi yg meliputi Liga Inggris, Piala FA & Liga Champions.

Berikutnya Newcastle masih berada di jalur merebut Piala Liga & Liga Utama. Liverpool & Chelsea juga tak dapat diabaikan. Keduanya tetap berpeluang menyeruak ke puncak klasemen untuk menjuarai liga, selain juga masih memiliki peluang merebut trofi Liga Champions.

Baca juga: Evolusi Newcastle jadi regu yg siap rontokkan siapa pun

Dari semua yg disebut itu adalah Arsenal & juga Manchester United yg paling mengesankan untuk diamati, sekalipun Newcastle United adalah kekuatan yg tak dapat diabaikan.

Cuma, United & Arsenal lebih menarik diamati karena koneksi eratnya dengan Manchester City, mengingat kebangkitan yg dialami The Gunners & Setan Merah berkaitan langsung dengan koneksi kuat antara ketiga pelatihnya.

Dahulu, persaingan antara peracik-peracik strategi sepak bola top di Liga Inggris cuma melibatkan Pep Guardiola & pelatih Liverpool Juergen Klopp.

Guardiola masih pelatih paling cemerlang di Inggris, tetapi kini dia menghadapi gugatan yg sengit dari dua pelatih yg pernah jadi tangan kanan & sekaligus didikannya.

Kedua orang itu adalah Mikel Arteta yg melatih Arsenal & Erik ten Hag yg jadi manajer Manchester United.

Baca juga: Gelar Liga Champions sempurnakan tugas Guardiola di City

Selanjutnya: Menyulap Arsenal & United
  • 1
  • 2
  • 3
  • Tampilkan Semua

Berita diatas dikutip dari internet, jika Pep Guardiola & akhir duopoli Liga Inggris adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.