• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penyesalan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Berawal dari 4 tahun lalu, saya datang kesalah satu kota di jawabarat untuk merantau bekerja.
Kehidupan yg ada di kerjaan itu engga sehat, ada yg minum, judi, perempuan.
Kehidupan seperti itu tidak saya temukan di lingkungan saya dulu,mungkin ada tetapi saya tidak goyang.
Tahun perdana & ke dua saya berhasil melewati dengan aman, tanpa harus menyentuh salah 1 dari 3 itu.
Entah kenapa di tahun 3 & ke 4 hingga sekarang ketegaran saya untuk tidak terjerumus dalam lingkungan yg kurang sehat mulai goyang, bahkan saya menyentuh salah satu dari 3 godaain itu yaitu judol.
Porak porak setelah saya mengenalnya, yg paling parahnya baru baru ini, uang yg semestinya di perpakai oleh istri saya, lenyap dalam hitungan jam. Entah kenapa apa yg menciptakan saya sepeti hilang akal & tidak sadar diri.
Akhirnya istri pun tau, marah pas tau, tetapi tidak terus menerus.
Iistri saya sadar betul "uang yg terpakai tidak akan baliik mau km menangisi, meratapi seumur hidupmu.
Sadar istigfar, km engga kasian ke anak anak, engga kasian keaku".
Begitu istri saya menasehati saya.
Saya tak tahu diri ini bingung bagaimana caranya uang itu kembali, tetapi tidak akan mungkin kembali.
Hilang arah, putus asa, males hiduppun kini saya rasakan.
Saya baru perdana kali mengetik cerita seperti ini, itu karna saya tidak punya teman bercerita tidak ada tempat untuk meluapkan rasa penyesalan.
Hingga akhirnya semua pecah dalam kesendirian meratapi semua yg terjadi, berangkat kerja naik motor hingga sholat pun saya tak kuasa menahan air mata.
Yang saya pikirkan untuk saat ini perasaan istri & anak2 saya.
Ya allah apa mungkin jalanmu masih ada untuk saya, apakah mungkin engkau masih sudi menolong hambamu ini yg penuh dosa.
Sampai sekarang saya masih terpuruk dalam penyesalan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.