Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
PENYESALAN TERBESAR
Beberapa tahun lalu, saya diminta oleh salah satu kampus di Sidoarjo untuk jadi salah satu narasumber di seminar kewirausahaan. Tak cuma saya, tetapi juga ada 3 narasumber keren lainnya. Ada Dinda, pemilik Ruang Dolanan. Ada Rizki, owner Sego Njamur. Ada juga Hendy, founder Baba Rafi. Mantap kan?
Panitia yg well prepared, bikin acara ini smooth & asyik banget untuk diikuti. Banyak pertanyaan bagus meluncur. Salah satunya adalah "Apa penyesalan terbesar Pak Syafril?"
Saya langsung shock denger pertanyaan ini. Gak nyangka materi tentang memulai & mengembangkan bisnis, pertanyaannya malah tentang penyesalan. Saya butuh beberapa detik untuk menyadari bahwa pertanyaan seperti itu memang ada.
Ini jawabana saya.
Bagi saya, hidup memang penuh dengan penyesalan. Menyesal tidak mengambil peluang ini. Menyesal tidak cukup berbakti pada orang tua. Menyesal tidak cukup belajar saat kuliah. Dan segebok penyesalan yg lain. Akan tetapi, menyesal tanpa ada langkah perbaikan, tentu sedungu-dungunya manusia. Hanya manusia yg beruntung, yg setelah menyesal langsung ambil langkah perbaikan. Move on. Move forward. Getting better.
Salah satu penyesalan saya yg pelan-pelan saya coba perbaiki adalah kenapa gak dari dulu saya belajar tentang passion dengan benar. Agar gak banyak anak muda Indonesia yg bekerja atau berbisnis tidak sesuai passion-nya. Agar tak lebih banyak anak muda meyakini konsep yg salah tentang passion. Terlalu overrated pada passion. Menganggap passion adalah segalanya & masih banyak lagi.
Jujurly, saya baru fokus dengan passion baru 10 tahun belakangan ini. Padahal, saya sudah jadi pengajar & trainer lebih dari 15 tahun. Lha, 5 tahun sebelumnya saya ngapain saja? Membiarkan banyak anak muda Indonesia terjebak dalam kehidupan yg mereka gak nikmati? Hidup dalam konsep passion yg salah. Astagfirullah al adziim.
Namun, penyesalan ini perlu diperbaiki kan? Lebih baik terlambat daripada gak sama sekali. Pelan tetapi pasti, saya mencoba menyisipkan konsep passion yg benar dalam segala komunikasi saya dengan siapapun. Khususnya dengan anak muda. Agar mereka paham, living in passion is the new fashion.
Hari ini 13:48
Beberapa tahun lalu, saya diminta oleh salah satu kampus di Sidoarjo untuk jadi salah satu narasumber di seminar kewirausahaan. Tak cuma saya, tetapi juga ada 3 narasumber keren lainnya. Ada Dinda, pemilik Ruang Dolanan. Ada Rizki, owner Sego Njamur. Ada juga Hendy, founder Baba Rafi. Mantap kan?
Panitia yg well prepared, bikin acara ini smooth & asyik banget untuk diikuti. Banyak pertanyaan bagus meluncur. Salah satunya adalah "Apa penyesalan terbesar Pak Syafril?"
Saya langsung shock denger pertanyaan ini. Gak nyangka materi tentang memulai & mengembangkan bisnis, pertanyaannya malah tentang penyesalan. Saya butuh beberapa detik untuk menyadari bahwa pertanyaan seperti itu memang ada.
Ini jawabana saya.
Bagi saya, hidup memang penuh dengan penyesalan. Menyesal tidak mengambil peluang ini. Menyesal tidak cukup berbakti pada orang tua. Menyesal tidak cukup belajar saat kuliah. Dan segebok penyesalan yg lain. Akan tetapi, menyesal tanpa ada langkah perbaikan, tentu sedungu-dungunya manusia. Hanya manusia yg beruntung, yg setelah menyesal langsung ambil langkah perbaikan. Move on. Move forward. Getting better.
Salah satu penyesalan saya yg pelan-pelan saya coba perbaiki adalah kenapa gak dari dulu saya belajar tentang passion dengan benar. Agar gak banyak anak muda Indonesia yg bekerja atau berbisnis tidak sesuai passion-nya. Agar tak lebih banyak anak muda meyakini konsep yg salah tentang passion. Terlalu overrated pada passion. Menganggap passion adalah segalanya & masih banyak lagi.
Jujurly, saya baru fokus dengan passion baru 10 tahun belakangan ini. Padahal, saya sudah jadi pengajar & trainer lebih dari 15 tahun. Lha, 5 tahun sebelumnya saya ngapain saja? Membiarkan banyak anak muda Indonesia terjebak dalam kehidupan yg mereka gak nikmati? Hidup dalam konsep passion yg salah. Astagfirullah al adziim.
Namun, penyesalan ini perlu diperbaiki kan? Lebih baik terlambat daripada gak sama sekali. Pelan tetapi pasti, saya mencoba menyisipkan konsep passion yg benar dalam segala komunikasi saya dengan siapapun. Khususnya dengan anak muda. Agar mereka paham, living in passion is the new fashion.
Hari ini 13:48