• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Penyerangan Ponpes Yapi, Kriminal Murni

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
1002578620X310.jpg


PASURUAN, KOMPAS.com - Kepala Polda Jawa Timur Irjen Pol Badrodin Haiti menegaskan, tersangka pelaku penyerangan Pesantren YAPI di Kenep, Beji, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur merupakan tindak kriminal murni yang dilakukan oleh orang per orang secara bersama-sama.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Jawa Timur usai melakukan pertemuan tertutup dengan para komponen masyarakat Pasuruan di Pendapa Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu dini hari (16/2/2011).

Sebelumnya komponen masyarakat Pasuruan yang terdiri atas para tokoh agama, Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan, serta Muspida Kabupaten Pasuruan melakukan pertemuan secara tertutup di Pendapa Kabupaten Pasuruan yang dimulai sejak Selasa malam.

Kapolda menyebutkan, tersangka yang kini masih terus diperiksa secara intensif di Mapolres Pasuruan sebanyak tiga orang. Kapolres Pasuruan, AKBP Syahardiantono yang mendampingi Kapolda menyebutkan, ketiga tersangka tersebut masing-masing, UB, MZ, dan DU. Para tersangka yang masih berusia sekitar 20 tahunan sama-sama warga Bangil.

Kapolda menambahkan, upaya untuk mengungkap kasus yang bersifat massal antara pelaku dengan barang bukti harus dicocokkan. "Polisi kini masih terus berupaya untuk mencocokkan keterangan dari sejumlah saksi yang diperiksa dengan barang bukti yang ada," kata Kapolda.

Kapolda mengungkapkan, terdapat sejumlah saksi yang kini masih diperiksa di Mapolres Pasuruan, namun yang telah terbukti menjadi tersangka baru tiga orang tersebut.

Ditegaskannya, masih ada kemungkinan jumlah tersangka juga masih bisa berubah lagi. Dijelaskan, motif insiden di Pesantren YAPI tersebut sementara ini terungkap hanya karena keridaksukaan seseorang terhadap kelompok tersebut. Tindakan yang dilakukan oleh para tersangka dilakukan seacar pribadi-pribadi. Tidak ada perintah dari pimpinan organisasi.

Ia mengungkapkan, insiden di Pesantren YAPI dilakukan tersangka sepulang mengikuti pengajian di Singosari. Disebutkan, dalam pengajian tersebut memang disinggung-singgung tentang aliran Syiah. Namun penceramah dalam pengajian tersebut tidak ada provokasi untuk melakukan penyerangan terhadap kelompok dimaksud.

Insiden terjadi saat sekelompok orang yang pulang dari pengajian dari Singosari tersebut melintasi Pesantren YAPI dan saling mengejek, yang kemudian berkembang saling menyerang.

Kapolda juga mengaku telah mengkonfirmasikan insiden tersebut ke pimpinan kelompok pengajian Aswaja (Ahlusunah wal Jamaah)Bangil. Diungkapkan, pimpinan kelompok pengajian juga menegaskan tidak memberikan komando penyerangan terhadap Pesantren YAPI.

Kapolda telah mendapat penjelasan dari Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, maupun Ketua PCNU Bangil yang mengaskan, bahwa kelompok pengajian Aswaja juga bukan termasuk dalam organisasi NU.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.