• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penyebab Perut Bayi Kembung & Berbunyi

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Penyebab Perut Bayi Kembung & Berbunyi


Bayi sulit tidur & tiba-tiba jadi sering rewel tanpa alasan yg jelas, padahal anda sudah mengerjakan segala hal untuk menciptakannya berhenti menangis? Coba amati keadaan perutnya, kalau terasa keras & terdengar berbunyi seperti gemuruh, akbar kemungkinan ia mengalami perut bayi kembung & berbunyi. Meskipun bunyi dari dalam perutnya terdengar kencang, namun uniknya, bunyi ini tidak berasal dari lambung seperti yg Bunda kira selama ini, lho.

Mengutip pernyataan dari Joy Haskin, seorang tenaga kesehatan dari California State University, Amerika Serikat, bunyi ini justru berasal dari sistem pencernaan di usus akbar & usus kecil, & hal ini wajar terjadi pada bayi. Menurut University of Iowa Stead Family Childrens Hospital, bunyi gemuruh yg Bunda dengar dari perut bayi itu sebenarnya normal. Bunyi tersebut berasal dari gerakan usus untuk meremas & mendorong makanan masuk untuk dicerna & sisanya diolah jadi feses. Struktur usus manusia mirip terowongan panjang berongga, sehingga kemudian akan timbul bunyi gemuruh yg menggema. Inilah sebabnya Bunda dapat mendengar perut bayi berbunyi walaupun mungkin tidak begitu jelas.

Penyebab Perut Bayi Kembung & Berbunyi

Bingung apa, sih yg menyebabkan perut bayi kembung & berbunyi? Ada banyak faktor, ingat-ingat kembali apakah si kecil sempat mengalami beberapa hal di bawah ini:


1. Bayi tidak sengaja menelan banyak udara

Sama halnya seperti orang dewasa, udara dapat ikut masuk ke dalam saluran pencernaan bayi yg biasanya disebabkan karena si kecil banyak menangis. Pemberian empeng dengan tujuan menciptakannya tenang juga dapat memicu bayi menelan banyak udara yg masuk melalui mulutnya menuju ke saluran pencernaannya. Di dalam saluran pencernaan, udara yg masuk dapat terjebak pada lengkungan usus atau tempat lainnya dalam jangka waktu beberapa menit. Hal ini dapat menyebabkan si kecil merasa tidak nyaman lalu menangis.


2. Menelan air susu terlalu cepat

Saat menyusui, Bunda juga perlu memperhatikan apakah si kecil minum terlalu cepat. Si kecil dapat minum terlalu cepat kalau aliran ASI Bunda lebih deras dari biasanya atau lubang pada dot berukuran terlalu besar. Saat membeli dot, pastikan ukuran lubangnya sesuai dengan usia bayi.


3. Alergi kepada susu atau makanan

Alergi pada manusia dapat menyebabkan banyak hal, termasuk timbulnya masalah pencernaan. Selain kemungkinan bayi alergi kepada susu formula yg Bunda berikan, alergi juga dapat terjadi saat si kecil menyusu ASI Bunda, dimana ternyata si kecil alergi dengan makanan yg Bunda konsumsi. Beberapa makanan yg dapat menciptakan perut bayi kembung & berbunyi di antaranya tomat, jeruk, produk kacang kedelai, produk olahan susu, brokoli & kol.

4. Kandungan zat besi pada susu formula

Angela Nolan, seorang pakar nutrisi bayi dari Cornell University, menyebutkan bahwa banyaknya kandungan zat besi pada susu formula dapat mengakibatkan bayi mengalami perut kembung & sulit buang air akbar atau konstipasi.


5. Posisi menyusui yg salah

Saat menyusui, pastikan kepala si kecil lebih tinggi dari perutnya supaya mengurangi risiko perut bayi kembung & berbunyi. Setelah minum susu, buat si kecil bersendawa dengan cara mendekapkannya ke bahu Bunda & menepuk-nepuk punggungnya secara perlahan. Bisa juga dengan posisi bayi tengkurap di atas pangkuan Bunda lalu tepuk punggungnya sambil menggerakkan pergelangan kaki Bunda naik turun secara perlahan. Cara lain seperti meletakkan bayi dalam posisi tidur & dengan perlahan gerakkan kaki si kecil naik turun dalam posisi lutut tertekuk juga dapat menolong mengurangi risiko perut bayi kembung & berbunyi.


Gejala Perut Bayi Kembung & Berbunyi

Perut bayi kembung & sering kentut biasanya menunjukkan gejala-gejala. Entah si kecil memberi sinyal langsung atau dari ciri-ciri fisik sebagai berikut:


1. Anak menangis sambil menunjuk perutnya

Bayi di bawah usia 1 tahun sering menangis untuk mengekspresikan perasaan & emosinya. Hal ini normal terjadi, namun yg perlu dikhawatirkan kalau si kecil menangis tanpa henti seharian. Hal ini merupakan tanda bahwa bayi merasa tidak nyaman atau terganggu kesehatannya. Jika si kecil mengalami perut bayi kembung & berbunyi biasanya akan mengarahkan tangannya ke bagian perut atau mulai menarik-narik bagian pakaian di dekat perutnya sambil menangis. Hal perdana yg Bunda dapat langsung lakukan untuk menciptakannya lebih nyaman yaitu dengan mengoleskan Sleek Baby Telon Oil ke perutnya sambil memijat lembut untuk. Selain itu, Sleek Baby Telon Oil ini kandungannya 2x minyak telon biasa ditambah minyak anisinya yg lebih banyak jadi lebih efektif mengatasi perut kembung & berbunyi.


2. Perut jadi lebih keras setiap makan

Bayi yg berusia di bawah 4 bulan memang sering mengalami perut bayi kembung & berbunyi. Ini terjadi karena sistem pencernaannya yg belum sempurna. Biasanya setelah Bunda memberikannya ASI atau MPASI, lalu tiba-tiba perut bayi mengeras & kalau ditepuk perlahan timbul bunyi menggema yg cukup keras, saat itulah perut bayi dipenuhi gas sehingga mengalami kembung. Bunda pun juga harus memperhatikan makanan yg dikonsumsi si kecil seperti menciptakan MPASI dari bahan yg tidak menimbulkan banyak gas. Ini untuk menciptakan perut si kecil terasa lebih nyaman.


3. Si kecil lebih sering membuang gas

Sebenarnya membuang gas atau kentut merupakan tanda bahwa organ dalam tubuh bayi bekerja dengan baik. Namun, Bunda juga tetap harus berhati-hati kalau bayi terlalu sering mengeluarkan gas. Kondisi tersebut disebabkan oleh organ pencernaannya yg belum matang & menciptakan gas lebih mudah berkumpul di bagian lambung & usus sehingga perut si kecil jadi kembung. Kembung juga dapat terjadi karena udara yg masuk ke dalam mulut bayi seperti saat menyusu, mulut bayi tidak melekat sempurna dengan puting atau dot botol susu. Supaya bayi merasa lebih nyaman, Bunda dapat meletakkan bayi dengan posisi tengkurap sehingga gas yg terkumpul di dalam perutnya naik ke tempat yg lebih tinggi & angin dapat keluar dari tubuh bayi.


4. Demam & diare

Perut bayi kembung & berbunyi juga dapat disebabkan adanya infeksi bakteri atau virus di dalam organ bagian perutnya. Selain perutnya yg terasa sakit, demam juga dapat jadi pertanda. Pada umumnya, demam terjadi karena reaksi tubuh melawan virus ataupun bakteri yg masuk ke dalam tubuh & flu perut yg disertai kembung ini akan membaik dengan sendirinya. Bunda cuma perlu menghindari makanan yg mengandung zat gula tinggi supaya tidak memicu terjadinya diare.


5. Sakit perut disertai muntah

Perut bayi kembungdan berbunyi juga dapat disebabkan karena radang usus buntu yg disebabkan oleh adanya sumbatan & pembengkakan akibat cairan & bakteri yg mengendap di usus. Hal ini ditandai dengan nafsu makan berkurang & sakit di sisi kanan perutnya. Tak jarang bayi juga mengalami muntah. Saat si kecil mengalami gejala seperti ini, Bunda harus segera berkonsultasi dengan dokter karena ditakutkan dapat jadi infeksi yg serius.


Perut Berbunyi Tanda Pencernaan Sehat

Perut bayi berbunyi ternyata adalah hal yg normal & justru menandakan bahwa sistem pencernaan bayi berfungsi dengan baik. Seperti orang dewasa, bunyi tersebut juga dapat muncul saat bayi kelaparan. Perut bayi yg kosong akan mengeluarkan bunyi karena adanya gerakan usus yg yang meremas kehampaan karena tidak ada makanan yg masuk. Ini juga sebenarnya merupakan sinyal dari otak bahwa si kecil membutuhkan makanan.

Makanan fermentasi & kacang-kacangan juga dapat menciptakan perut bayi berbunyi. Hal ini diakibatkan karena bakteri normal yg hidup di usus memakan gula yg dihasilkan dari makanan tersebut. Lalu bakteri tersebut akan mengeluarkan gas sebagai efek samping dari proses pencernaan bakteri itu sendiri.

Berdasarkan penelitian dari National Institute of Health, perut bayi yg tiba-tiba berhenti mengeluarkan bunyi justru lebih mengkhawatirkan. Jika Bunda mendengar suara bernada tinggi daripada suara bernada berat dari perut si kecil, Bunda disarankan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter anak, karena ditakutkan terjadi intestinal blockage atau penghambatan dalam usus pada perut si kecil.

Perut Berbunyi Juga Bisa Menjadi Pertanda Adanya Penyakit

Meskipun perut bayi berbunyi ternyata adalah hal yg normal, namun bunyi pada perut juga dapat menandakan suatu penyakit lho, Bunda. Oleh karena itu, seringkali dokter meletakkan stetoskop pada perut kita saat sedang memeriksakan kondisi tubuh kita. Normalnya, bunyi pada perut bayi akan berkurang & akhirnya berhenti saat si kecil tidur. Namun kalau bunyi pada perut si kecil terdengar tidak teratur, berkurang atau bertambah nyaring setelah makan & disertai muncul gejala lainnya, segera bawa & periksakan si kecil ke dokter ya, Bunda. Di bawah ini merupakan beberapa kondisi yg menyebabkan perubahan bunyi pada perut bayi, seperti:


- Bunyi perut bayi terdengar lebih keras

Bunyi pada perut bayi ini kadang dapat terdengar tanpa mengpakai stetoskop. Ini dapat menandakan bahwa bayi sedang mengalami diare, alergi makanan, infeksi usus atau colitis ulserativa (peradangan pada usus akbar yg menyebabkan usus berdarah).


- Bunyi perut bayi menurun

Bunyi pada perut bayi jadi lebih lamban atau berkurang dari biasanya setelah makan dapat juga menandakan adanya penyakit. Kemungkinan si kecil mengalami konstipasi atau susah buang air akbar & peradangan pada usus. Bila perut bayi tidak berbunyi sama sekali, kemungkinan bayi mengalami penyumbatan usus.


Apabila terjadi hal-hal tersebut disertai gejala lainnya, khususnya bayi jadi tidak nyaman & sering menangis, Bunda harus segera periksakan kesehatannya ke dokter. Dokter akan mengevaluasi bunyi pada perut bayi dengan gejala buang angin, mual, muntah & aktivitas buang air besarnya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, si kecil akan menjalani tes pemindaian pada perut, tes darah, & endoskopi untuk mendapatkan diagnosis & pengobatan yg tepat.

Sumber :SleekBaby



Hari ini 10:58
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.