• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penyebab Mata Juling

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. baehaqi
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

baehaqi

IndoForum Senior E
No. Urut
13414
Sejak
29 Mar 2007
Pesan
4.073
Nilai reaksi
306
Poin
83
Pernah melihat seseorang yang posisi bola matanya tidak normal saat diajak berbicara atau melakuan sesuatu gerakan yang tidak disadari oleh pemilik mata tersebut. Gerakan bola mata itu disebut dengan mata juling. Apa penyebabnya, dan apakah bisa disembuhkan?

retinoblastoma-awal.jpg



Mata juling merupakan salah satu bentuk kelainan mata yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan Strabismus atau squint. Kelainan mata ini biasanya merupakan salah satu penyakit yang diwariskan (turunan), tapi sampai saat ini penyebab pastinya belum dapat diketahui. Kelainan mata ini adalah suatu keadaan dimana mata mengalami penyimpangan yang tidak normal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya, sehingga garis penglihatan menjadi tidak sejajar dan pada waktu yang bersamaan kedua mata tersebut tidak tertuju pada benda yang sama.

mata.jpg



Mata juling bisa terjadi karena faktor bawaan (congenital) sejak bayi lahir atau selama 6 bulan sampai usia 2,5 tahun pertama. Tidak semua orang yang menderita mata juling langsung terlihat, ada yang tersembunyi (phoria) dan baru akan terlihat saat orang tersebut lelah atau sakit. Tapi ada juga yang memang sudah terlihat (tropia) meskipun orang tersebut dalam keadaan baik-baik saja, seperti dikutip dari Healthcare. Untuk penderita tropia, ada empat macam penyimpangan mata yaitu, esotropia (mata menyimpang ke dalam), exotropia (mata menyimpang ke luar), hyperropia (mata menyimpang ke atas) dan hypotropia ( mata menyimpang ke bawah).

eye.jpg

Saat ini masih menjadi kontroversi mengenai mata malas (ambliopia) sebagai penyebab atau merupakan efek samping dari mata juling. Orang yang mengalami mata juling dan mata malas dikarakteristikkan oleh hilangnya penglihatan sentral dari satu mata yang biasanya mengarah ke estropia. Namun biasanya mata juling disebabkan oleh tarikan yang tidak sama pada satu atau beberapa otot yang berfungsi mengerakkan mata (strabismus non-paralitik) yang biasanya disebabkan oleh adanya kelainan pada otak. Tapi ada juga yang terjadi akibat tidak berfungsinya satu atau beberapa otot penggerak mata (strabismus paralitik) yang biasanya disebabkan oleh adanya kerusakan saraf.
Photo+87.jpg

Perawatan yang biasa dilakukan untuk penderita mata juling biasanya tergantung dari tipe mata juling tersebut. Untuk yang mengalami mata juling dan mata malas sekaligus biasanya dimulai dengan terapi dan penggunaan kacamata. Atau dengan melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki mata atau pembedahan untuk memperbaiki otot penggerak mata. Sebaiknya jangan menganggap remeh kelainan mata ini, karena jika tidak diobati bisa menyebabkan kelainan mata yang permanen. Selain itu nantinya membutuhkan waktu pengobatan yang jauh lebih lama.

Jika Anda memiliki bayi atau anak kecil yang matanya kadang juling atau melihat ke arah yang salah, penutupan mata yang baik secara dini seringkali mencegah terjadinya juling seumur hidup.

mata1.jpg

Cobalah menutup mata yang berfungsi baik untuk beberapa saat dengan kain penutup. Biarkan mata yang baik tertutup sampai mata yang lain lurus melihat obyek. Untuk bayi berusia 6 bulan, tindakan ini sangat efektif mengatasi juling. Anak-anak yang lebih besar memerlukan waktu yang lebih lama.

Jika satu mata tetap menyimpang ke arah yang salah, kemungkinan sembuh dengan cara ini sangat kecil. Konsultasikan ke dokter spesialis mata untuk penanganannya.


images

:D:D:D:D
_________________
sry kLo repost...
 
wekkekekkkkk , lucu gan, kucingnya , ..


Mata juling sama tidak dengan mata jereng ???

Juling, kedua mata mengarah ke luar , jereng kedua mata mengarah ke 1 titik ke arah hidung kan ???
 
Setahu gw karena,,, pas bayi mata kita ngelihat keatas terus /?
 
emang kalo mata juling gitu fokus matanya sama nggak kayak orang normal?
 
aq tambahin lagi....

Semakin dini dideteksi, kelainan mata juling atau jereng makin cepat dan
mudah diatasi. Tes untuk mengetahui apakah anak menderita kelainan ini bisa
dilakukan oleh orang tua di rumah

Anatomi indera penglihatan dikatakan normal jika bayangan sebuah benda yang
dilihat oleh kedua mata diterima dengan ketajaman yang sama. Bayangan ini
secara serentak lalu dikirim ke susunan saraf pusat untuk diolah menjadi
sensasi penglihatan tunggal.

Penglihatan tunggal ini bisa terjadi kalau kedua mata dapat mempertahankan
daya koordinasi untuk menjadikan kedua bayangan suatu benda menjadi satu
(fusi). Sebaliknya, fusi akan hilang bila daya penglihatan salah satu mata
kurang atau tidak ada.

Pada penderita mata juling atau strabismus, mata tidak mempunyai kesatuan
titik pandang. Kedudukan sumbu kedua bola mata itu tidak searah. Akibatnya,
dua mata akan melihat dua benda atau dua bayangan (diplopia). Untuk
menghindari penglihatan rangkap ini, penderita strabismus lalu berusaha
menekan (supresi) atau tidak menggunakan matanya yang lemah. Ia hanya
melihat dengan matanya yang sehat. Sebab itu, penderita sering mengeluh
matanya mudah lelah atau merasa penglihatannya berkurang pada satu mata.

Dalam dunia kedokteran mata, kelainan mata ini akan disebut juling berganti
bila mata yang satu digunakan untuk melihat, mata yang lain akan bergulir.
Sedangkan kalau hanya satu mata yang digunakan, disebut juling monokuler.

Pada mata normal, bayangan yang diproyeksikan ke otak akan membentuk gambar
tiga dimensi. Sementara pada mata juling - karena tidak mempunyai kesatuan
titik pandang - bentuk tiga dimensi itu tidak didapat.
Tidak jarang kita menjumpai mata yang terkesan juling. Tetapi kalau itu
diperiksa, tidak terdapat tanda-tanda juling. Pakar kedokteran mata menyebut
kesan ini sebagai pseudostrabismus. Juling palsu. Kasus ini banyak terjadi
pada ras Mongol yang berhidung datar. Hal ini terjadi karena lipatan
vertikal kulit pangkal hidung membuat sclera hidung tidak terlihat dengan
jelas sehingga mata tampak juling ke atas. Ada lagi kasus lain yang disebut
hipertelorisme. Pada kasus ini bola mata terdorong ke luar rongga orbita
sehingga menimbulkan gambaran bola mata yang menyebar ke luar. Keadaan ini
memberi kesan, mata tinggi sebelah.



Akibat gangguan otot mata
Dr. Raman R. Saman, M.D. Ophth., AMS, MBA, ahli mata dari R.S. Prof. Dr.
Isak Salim "Aini" Jakarta, mengungkapkan, penyebab mata juling itu beragam.
Untuk mengetahui penyebab lebih lanjut, "Pertama-tama perlu pemeriksaan
menyeluruh, mulai dari anatomi mata, faal atau fisiologi, sampai apakah si
penderita mengidap suatu penyakit," jelasnya.

Dalam beberapa kasus, otot mata sering menjadi salah satu penyebabnya. Untuk
menggerakkan bola mata digunakan enam macam otot mata. Bila semua otot itu
tak ngadat alias bekerja normal, kedua mata akan berfungsi secara seimbang.
Normal-tidaknya otot mata tergantung pada tebal-tipis, panjang-pendek, dan
berfungsi-tidaknya saraf-saraf mata. Maka, jika di antara otot atau saraf
ini ada yang tidak normal, keadaan itu bisa menyebabkan seseorang menderita
juling.

Tidak sedikit pula kasus mata juling disebabkan oleh gangguan perbedaan
ketajaman penglihatan yang sangat besar antara kedua mata. Misalnya, mata
kiri -2 (minus dua), mata kanan -9 (minus sembilan) atau lebih. Perbedaan
ukuran antara mata kiri dan kanan yang masih bisa ditoleransi tidak boleh
lebih dari 3.

Mata juling bisa juga bisa dipicu oleh terjadinya kemunduran daya
penglihatan yang dinamakan lazy eyes (mata malas), atau disebut juga
ambliopia. Mata malas ini akibat satu mata mempunyai visus(ketajaman
mata)rendah yang tidak dapat ditingkatkan lagi karena terlalu lama
dibiarkan. Akibatnya, penglihatan didominasi oleh mata yang sehat saja.

Menurut dr. Saman, bila dilihat lebih jauh, ketiga faktor itu tercetus
karena beberapa hal. Misalnya, faktor bawaan (kongenital), trauma mata
(tertusuk benda tajam atau tumpul), infeksi virus atau bakteri, dan
sebagainya. "Ada pula kasus juling akibat infeksi toksoplasma yang
ditularkan melalui kucing atau daging yang mengandung kuman toksoplasma
tidak dimasak dengan baik," katanya.

Penyakit sistemik pun bisa menjadi penyebab kelainan mata jereng ini.
Misalnya saja, diabetes mellitus dan hipertiroid, penyumbatan atau pecahnya
pembuluh darah otak (stroke), kelainan darah atau perdarahan, serta gangguan
metabolisme antara lain kadar kolesterol yang tinggi. Penyakit sistemik ini
ada kalanya menyebabkan juling begitu berhubungan dengan otak.

Mata juling bisa juga terjadi gara-gara munculnya tumor jinak atau pun
ganas. Misalnya, akibat tumor otak, retinoblastoma (kanker mata), dan kanker
yang sudah menyebar dan menekan saraf di bagian otak. Kondisi itu
menyebabkan kelumpuhan otot-otot mata.

Pada kasus mata juling karena bawaan, kelainan otot atau saraf mata pada
anak, umumnya sudah terlihat sejak usia enam bulan. Gejalanya antara lain,
bila anak melirik, perguliran bola matanya tidak sampai ke ujung. Itu bisa
karena terjadinya hambatan pada pergerakan bola mata sehingga mata tidak
bisa bergerak ke segala arah dengan leluasa. Atau pada usia ini juga bisa
dilihat apakah salah satu bola matanya terlihat bergulir ke arah hidung,
pelipis, alis, atau pipi. Pada usia satu tahun akan tampak lebih jelas
karena anak yang menderita jereng sering melihat sesuatu dengan posisi
kepalanya miring ke kanan atau kiri, tengadah atau tertunduk. Pada usia tiga
tahun anak mulai mengeluh penglihatannya kurang jelas atau ganda.

Anggapan bahwa mata juling bisa timbul akibat bayi diberi mainan gantung di
atas kepala dengan posisi kurang tepat, menurut dr. Saman, sama sekali tidak
benar.



Kacamata atau bedah
Terapi yang perlu dilakukan untuk menanggulangi kelainan mata juling adalah
memulihkan kembali kesatuan titik pandang. Sembuh atau tidaknya tergantung
pada jenis kelainan dan penyebabnya. Kasus juling pada anak umumnya dapat
disembuhkan asalkan diobati sejak dini. Kalau masalahnya berhubungan dengan
refraksi atau ketajaman penglihatan, bisa ditanggulangi dengan kacamata.
Kacamata itu bisa berlensa spheris, silinder, atau prisma tergantung
keperluannya. Bisa juga diatasi dengan lensa kontak (terutama bagi yang
minusnya tinggi).

Usaha lain ialah dengan melakukan koreksi bedah refraktif untuk mengurangi
kelainan rabun dengan menggunakan pisau bedah atau laser excimer. Bila
persoalannya menyangkut otot, bisa dilakukan pembedahan sesuai kebutuhan.
Misalnya, otot yang kepanjangan dipendekkan (diresek), sebaliknya otot yang
kepanjangan dipendekkan dengan menggeser lokasi perlekatan pangkal otot
(reses terhadap insersi otot). Sedang bila juling terjadi akibat kecelakaan
(trauma) umumnya dikoreksi dengan tindakan pembedahan.

Berlainan dengan anak bermata juling yang mampu melakukan supresi pada
matanya yang lemah, penderita dewasa tidaklah demikian. Akibatnya, penderita
dewasa akan terus terganggu karena benda yang dilihat tampak bertumpuk.
Kalaupun sekali-kali mampu, mata akan terasa pegal atau capek, bahkan pusing
atau mual. Sebab itu pada orang dewasa, julingnya akan lebih kelihatan bila
sedang capek.

Pada orang dewasa yang tidak lagi mampu mensupresi matanya ini, pengobatan
biasanya diusahakan dengan menutup salah satu matanya, sampai ototnya
kembali normal. Mata yang ditutup, bisa yang sehat atau yang sakit. Dengan
menutup mata yang sakit, diharapkan mendapatkan rangsangan dari mata sehat
yang dipakai. Namun, kalau berdasarkan pemeriksaan ia ternyata menderita
ambliopia, maka mata yang sehatlah yang ditutup. Tentu saja yang pertama
diobati adalah ambliopianya lebih dulu. Bila sembuh tapi juling masih ada,
maka dilakukan tindakan pembedahan untuk menghindari kekambuhan
ambliopianya.

Mata penderita dewasa yang sudah telanjur rusak karena lama tidak digunakan,
akan sulit disembuhkan. Umumnya juling akan kambuh kembali sekalipun sudah
dilakukan pembedahan. Karena itu terapi mata juling paling tepat dilakukan
sejak dini (sebelum usia 12 tahun) agar hasilnya jauh lebih memuaskan
daripada setelah anak tumbuh remaja atau dewasa.

Dr. Saman menganjurkan, kecuali diperiksakan ke dokter mata, hendaknya
penderita juga berkonsultasi ke dokter lain seperti ahli THT (telinga,
hidung, tenggorokan) atau dokter ahli penyakit dalam. Hal ini untuk
mengetahui apakah ada kelainan pada organ lain yang mungkin menjadi penyebab
matanya juling.

Pada orang dewasa penderita juling akibat komplikasi penyakit seperti
diabetes atau stroke, cara mengatasinya antara lain dengan melatih mata yang
tidak sehat. Selain itu tentunya melakukan diet makanan sesuai petunjuk
dokter dan pengobatan penyakit utamanya sampai tuntas.

"Kita harus waspada apabila juling terjadi secara tiba-tiba," dr. Saman
wanti-wanti. Sebab, banyak di antara kasus itu merupakan komplikasi penyakit
ganas. Dalam kasus ini, mata juling hampir tidak dapat disembuhkan.

Saman menganjurkan, bila kita curiga terhadap penglihatan anak, lakukan tes
mata sebelum anak masuk sekolah. Tes bisa dilakukan oleh orang tua sendiri.
Caranya dengan menutup sebelah mata si anak. Amati apakah si anak mampu
melihat gambar atau benda dengan sebelah matanya. Kalau misalnya mata kanan
mampu melihat jelas, sementara mata kiri kurang jelas atau bahkan tidak bisa
melihat sama sekali, segera berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter
mata. Penanggulangan dini jauh lebih cepat penyembuhannya daripada setelah
dewasa.

jadi,
sebaiknya semakin dini mengobati, semakin baik pula penanggulangannya nanti
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.