Pernahkah sebelumnya para pembaca mengetahui Hyperosmolar Hyperglycemic Syndrome atau HHS? Jika belum, HHS adalah suatu komplikasi diabetes yang sifatnya sudah darurat. Lantaran sifat tersebut, maka pasien yang mengalami HHS ini perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Pasalnya, jika tidak demikian pasien bisa mengalami kondisi yang semakin mengkhawatirkan, seperti koma.
Lantaran HHS ini bukanlah suatu kondisi yang bisa dipandang remeh, maka ada baiknya kita mencari tahu lebih jauh hal-hal yang berkaitan dengan komplikasi diabetes itu. Adapun dalam kesempatan ini, keterangan yang bakal dijabarkan masih seputar penyebab HHS. Hal ini dirasa perlu untuk kita ketahui bersama karena dengan mengetahui penyebabnya, secara tak langsung kita turut serta mencari tahu upaya mencegahnya.
Nah, setelah dirangkum dari berbagai sumber, didapati keterangan bahwa penyebab utama HHS adalah kadar gula darah yang sangat tinggi dalam jangka waktu yang lama. Apabila ada orang yang mengidap diabetes mengalami HHS, maka pasien bisa saja mengalami suatu gejala berupa buang air kecil secara terus menerus.
Adapun buang air kecil yang sering itu bisa terjadi karena pada dasarnya kadar gula yang tinggi bakal dibuang lewat urine. Oleh sebab itulah orang yang mengalami HHS menjadi lebih sering pipis. Kondisi tersebut tentu bisa sangat merugikan orang yang menderita diabetes. Pasalnya, dengan cairan yang keluar secara terus menerus, maka pasien sangat besar risikonya mengalami dehidrasi.
Terkait kondisi tersebut tentu bakal semakin mengancam kondisi pasien HHS, sebab dehidrasi berat ini dapat membuat darah yang ada di dalam tubuh menjadi kental. Terkait kondisi kesehatannya sendiri, dehidrasi berat karena HHS ini bisa mengakibatkan pasien mengalami hilang kesadaran, masalah pada penglihatan, dan lain sebagainya.
Terlepas dari penyebab HHS adalah kadar gula darah yang sangat tinggi, tapi yang perlu kita perhatikan lainnya adalah bahwa kondisi tersebut lebih berisiko dialami oleh pasien diabetes tipe 2. Sebagai informasi, diabetes tipe 2 merupakan penyakit metabolic yang menyebabkan adanya peningkatan kadar gula dalam darah. Umumnya, di kalangan masyarakat kondisi diabetes tipe 2 ini disebut sebagai penyakit gula atau kencing manis.
Di samping penyebab utama tersebut, HHS juga berisiko lebih besar dialami oleh penderita diabetes yang mengalami kondisi tertentu. Adapun kondisi yang bisa meningkatkan risiko mengalami HHS adalah berhenti mengonsumsi obat diabtes, sudah berumur 60 sampai 70 tahun, mengalami obesitas, menderita penyakit jantung, dan menderita penyakit stroke.
Lebih lanjut, kondisi lain yang meningkatkan risiko mengalami HHS adalah diabetes yang dialami tidak terkontrol, mengidap infeksi paru seperti infeksi kemih, minum obat tertentu seperti steroid, dan memiliki keturunan ras Afrika-Amerika, Hispanik, atau Amerika.
Lantaran keterangan di atas, tentu tidak mengherankan jika para pembaca bertanya-tanya apa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah HHS? Terkait ini, berbagai sumber mengatakan cara mengatasi HHS adalah dengan memberikan cairan. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya pasien bisa mengatasi dehidras.
Adapun cara kedua mengatasi HHS adalah melalui pemberian insulin yang tujuannya adalah supaya bisa mengontrol kadar gula darah. Sementara yang ketiga adalah dengan mengatasi masalah yang menjadi penyebab HHS. Sementata ynag terakhir, cara mengatasi atau mencegahnya adalah dengan pemberian alektrolit.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai penyebab dan cara mengatasi HHS. Tentu para pembaca disarankan meluangkan waktu lagi untuk mencari dan mempelajari referensi lain. Atau, jika memungkinkan, para pembaca dianjurkan supaya langsung berkomunikasi dengan dokter terkait. Hal ini dirasa perlu, mengingat salah satu komplikasi dari HHS adalah bisa membuat pasien mengalami koma.
Lantaran HHS ini bukanlah suatu kondisi yang bisa dipandang remeh, maka ada baiknya kita mencari tahu lebih jauh hal-hal yang berkaitan dengan komplikasi diabetes itu. Adapun dalam kesempatan ini, keterangan yang bakal dijabarkan masih seputar penyebab HHS. Hal ini dirasa perlu untuk kita ketahui bersama karena dengan mengetahui penyebabnya, secara tak langsung kita turut serta mencari tahu upaya mencegahnya.
Nah, setelah dirangkum dari berbagai sumber, didapati keterangan bahwa penyebab utama HHS adalah kadar gula darah yang sangat tinggi dalam jangka waktu yang lama. Apabila ada orang yang mengidap diabetes mengalami HHS, maka pasien bisa saja mengalami suatu gejala berupa buang air kecil secara terus menerus.
Adapun buang air kecil yang sering itu bisa terjadi karena pada dasarnya kadar gula yang tinggi bakal dibuang lewat urine. Oleh sebab itulah orang yang mengalami HHS menjadi lebih sering pipis. Kondisi tersebut tentu bisa sangat merugikan orang yang menderita diabetes. Pasalnya, dengan cairan yang keluar secara terus menerus, maka pasien sangat besar risikonya mengalami dehidrasi.
Terkait kondisi tersebut tentu bakal semakin mengancam kondisi pasien HHS, sebab dehidrasi berat ini dapat membuat darah yang ada di dalam tubuh menjadi kental. Terkait kondisi kesehatannya sendiri, dehidrasi berat karena HHS ini bisa mengakibatkan pasien mengalami hilang kesadaran, masalah pada penglihatan, dan lain sebagainya.
Terlepas dari penyebab HHS adalah kadar gula darah yang sangat tinggi, tapi yang perlu kita perhatikan lainnya adalah bahwa kondisi tersebut lebih berisiko dialami oleh pasien diabetes tipe 2. Sebagai informasi, diabetes tipe 2 merupakan penyakit metabolic yang menyebabkan adanya peningkatan kadar gula dalam darah. Umumnya, di kalangan masyarakat kondisi diabetes tipe 2 ini disebut sebagai penyakit gula atau kencing manis.
Di samping penyebab utama tersebut, HHS juga berisiko lebih besar dialami oleh penderita diabetes yang mengalami kondisi tertentu. Adapun kondisi yang bisa meningkatkan risiko mengalami HHS adalah berhenti mengonsumsi obat diabtes, sudah berumur 60 sampai 70 tahun, mengalami obesitas, menderita penyakit jantung, dan menderita penyakit stroke.
Lebih lanjut, kondisi lain yang meningkatkan risiko mengalami HHS adalah diabetes yang dialami tidak terkontrol, mengidap infeksi paru seperti infeksi kemih, minum obat tertentu seperti steroid, dan memiliki keturunan ras Afrika-Amerika, Hispanik, atau Amerika.
Lantaran keterangan di atas, tentu tidak mengherankan jika para pembaca bertanya-tanya apa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah HHS? Terkait ini, berbagai sumber mengatakan cara mengatasi HHS adalah dengan memberikan cairan. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya pasien bisa mengatasi dehidras.
Adapun cara kedua mengatasi HHS adalah melalui pemberian insulin yang tujuannya adalah supaya bisa mengontrol kadar gula darah. Sementara yang ketiga adalah dengan mengatasi masalah yang menjadi penyebab HHS. Sementata ynag terakhir, cara mengatasi atau mencegahnya adalah dengan pemberian alektrolit.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai penyebab dan cara mengatasi HHS. Tentu para pembaca disarankan meluangkan waktu lagi untuk mencari dan mempelajari referensi lain. Atau, jika memungkinkan, para pembaca dianjurkan supaya langsung berkomunikasi dengan dokter terkait. Hal ini dirasa perlu, mengingat salah satu komplikasi dari HHS adalah bisa membuat pasien mengalami koma.