• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jual Penyakit tumor lambung

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. debibah
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

debibah

IndoForum Junior B
No. Urut
139838
Sejak
16 Jun 2011
Pesan
2.428
Nilai reaksi
10
Poin
38
Penyakit Tumor Lambung sembuh dengan jelly gamat gold

Sumber Trubus, Edisi: Senin, 04 September 2006, Teripang Akhiri Derita Tumor Lambung

Tumor lambung itu datang dengan isyarat ruam-ruam merah di permukaan kulit Retno Dewi Kurniati yang putih. Demam kemudian mengiringinya. Ia menduga itu gejala serangan cacar air. Namun, 4 jam berselang, kerongkongan perempuan 41 tahun itu seperti tersumbat. Betapa sulitnya bernapas saat itu. Ia merasa maut menjemput sehingga dengan terbata-bata meminta maaf kepada suami.Mendengar kata-kata sang istri, Danu Ismedi-suami Retno-hanya tertegun. Saya mengira istri saya terkena serangan jantung, kenang Danu.

Tak tega melihat penderitaan istri, keesokan harinya Danu bergegas membawa Retno ke dokter. Saran dokter, agar Retno diperiksa di Rumahsakit Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur. Namun sebelumnya, ibu dua anak itu mesti dirontgen dan cek darah.

Di rumahsakit rujukan, dokter spesialis penyakit dalam memeriksa hasil tes darah dan rontgen. Kesimpulan dokter: tak ada masalah pada jantung Retno. Dokter menduga, ia hanya menderita gastroartritis alias radang lambung. Oleh sebab itu, Retno hanya diberi resep obat untuk mengurangi mual dan kembung seperti yang diberikan pada penderita maag.

Endoskopi

Semakin hari derita Retno kian bertambah. Selain sesak napas yang semakin kerap kambuh, perutnya juga membuncit. Di kantor, banyak rekan yang menyangka saya hamil, ujar Retno. Dua pekan kemudian, Danu membawa Retno ke salah seorang kerabatnya yang juga dokter spesialis penyakit dalam. Hasil diagnosis kerabatnya itu pun sama: Retno hanya menderita gastroartritis.

Karena tak ada gejala membaik, Retno mencoba pengobatan alternatif. Sambil mengkonsumsi obat dokter, ia juga mengasup herbal. Sayang, sebulan mengkonsumsi herba itu tak juga mengurangi derita Retno. Ia pun mencoba pengobatan alternatif berupa terapi aura. Hasilnya sama, tak ada perubahan berarti.

Retno kembali berkonsultasi dengan dokter klinik di tempatnya bekerja. Dokter menyarankan untuk menemui salah seorang dokter spesialis penyakit dalam lainnya di rumahsakit tempat ia memeriksakan diri pertama kali. Karena penasaran, akhirnya Retno menuruti.

Pada Mei 2005, Retno menemui dokter yang disarankan itu. Ia pun menceritakan keluhan dan aneka pengobatan yang tak kunjung menyembuhkan penyakitnya. Sang dokter akhirnya menyarankan untuk dilakukan endoskopi. Setelah dibius, sebuah kamera mikro dimasukkan ke mulut Retno. Secara perlahan kamera itu menyusuri kerongkongan.

Dibakar

Ketika kamera mencapai lambung, dokter melihat kejanggalan. Pada dinding lambung terdapat beberapa benjolan. Pada lambung istri Anda terdapat polip, kata Danu menirukan ucapan dokter. Menurut dr Arijanto Jonosewojo SpPD, spesialis penyakit dalam RS Dr Soetomo, Surabaya, polip lambung semacam tumor. Seperti halnya tumor, polip merupakan pertumbuhan sel dinding lambung (mukosa) yang abnormal. Penyebabnya belum jelas. Kemungkinan besar disebabkan faktor genetik, katanya.

Polip menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Akibatnya, perut kembung. Dalam jangka waktu tertentu, polip dapat berubah menjadi kanker. Oleh sebab itu harus segera ditangani. Pada tahap awal, pasien diberi obat-obatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mematikan sel tumor.

Jika sudah membesar, polip harus dibakar. Itulah yang ditawarkan dokter kepada Retno. Meski mulanya ngeri, akhirnya Retno menyanggupi. Pada Juni 2005, ia kembali menemui sang dokter. Setelah dibius, kamera mikro dan alat pembakar berupa batang elastis sebesar sapu lidi dimasukkan ke dalam lambung melalui mulut. Ujung alat berbahan logam yang dipanaskan. Kemudian, ujung alat itu disentuhkan satu per satu pada benjolan-benjolan di dinding lambung hingga luruh.

Operasi itu berjalan singkat, hanya 15 menit. Setelah siuman, Retno diperbolehkan pulang. Agar benar-benar sembuh, Retno dibekali 3 obat berupa tablet dan 1 obat cair. Obat tablet dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 tablet; obat cair masing-masing 1 sendok makan. Selama penyembuhan, Retno mesti disiplin mengkonsumsi obat. Jika luput, terapi mesti dilakukan dari awal. Ia pun harus berpantang makanan yang menghasilkan gas saat dicerna di lambung, seperti kubis, daun singkong, cokelat, dan keju.

Setiap dua pekan, Retno memeriksakan diri. Tak terasa, delapan bulan sudah wanita kelahiran Bogor itu menjalani proses penyembuhan. Selama itu pula ia terus-menerus mengkonsumsi obat-obatan kimia. Namun, kesembuhan tak juga menghampiri. Buktinya saya harus minum obat terus. Berarti lambung saya belum sembuh, katanya.

Pada Maret 2006, ia membaca Trubus yang memuat artikel tentang khasiat jeli teripang untuk mengobati penyakit lambung. Karena berharap sembuh, Retno pun menghubungi salah satu agen dan memesan jeli teripang. Jeli gamat-sebutan teripang di Malaysia-itu dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan. Khawatir menimbulkan efek buruk, Retno berhenti mengkonsumsi obat dokter.

Tiga hari mengkonsumsi jeli teripang, kondisi tubuh Retno mulai membaik. Badan saya lebih fit dan tidur lebih nyenyak, katanya. Keesokan harinya Retno memeriksakan diri. Saat diperiksa, dokter menyatakan kondisi lambungnya sudah membaik. Padahal, pada pemeriksaan sebelumnya, tak satu pun komentar itu terucap dari sang dokter. Ia pun tak dianjurkan lagi untuk memeriksakan diri. Untuk berjaga-jaga, dokter hanya meresepkan satu jenis obat.

untuk selengkapnya klik disini :
 
Antiangiogenesis

Keampuhan gamat atau teripang jeli mengusir tumor telah dibuktikan Tong Y, dkk, dari Divisi Farmakologi Antitumor, State Key Laboratory of Drug Research, Shanghai Institute of Materia Medica, Chinese Academy of Sciences, Shanghai, Cina. Tong mengisolasi saponin sulfat dari teripang Pentancta quadrangulari yang disebut philinopside A. Dengan menyuntikkan 2-10 mikroliter philinopside A pada aorta tikus, sanggup mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru (angiogenesis) pada sel tumor. Akibatnya, sel tumor tidak mendapat pasokan nutrisi sehingga sel urung berkembang dan akhirnya mati. Hasil itu membuktikan bahwa philinopside A pada teripang berpotensi sebagai antitumor.

Nun di Rusia, Popov AM, periset Pacific Institute of Bioorganic Chemistry, Far East Division of the Russian Academy of Sciences, Vladivostok, Rusia, juga meneliti khasiat teripang mengatasi tumor. Ia membandingkan efek sitotoksik antara teripang dan ginseng. Pada pemberian 5-20 mikrogram ginsenosida-karbohidrat pada ginseng-tidak memberikan efek sitotoksik yang signifi kan. Sedangkan glikosida dari teripang seperti echinosida A dan B, holothurin A dan B, holotoxin A1, dan curcumariosida G1, mempunyai aktivitas sitotoksik signifikan. Hal itu mengukuhkan khasiat teripang yang berpotensi antitumor dan antikanker.

Beragam senyawa aktif yang terkandung dalam teripang itulah yang berperan mengatasi polip lambung alias tumor lambung. Dengan mengkonsumsi ekstrak teripang secara rutin, Retno Dewi Kurniati akhirnya sembuh dari derita polip lambung.
 
Penyakit tumor lambung

by Acep Suherman on March 12, 2010

Penyakit Tumor Lambung sembuh dengan jelly gamat gold

Sumber Trubus, Edisi: Senin, 04 September 2006, Teripang Akhiri Derita Tumor Lambung
 
Tumor lambung itu datang dengan isyarat ruam-ruam merah di permukaan kulit Retno Dewi Kurniati yang putih. Demam kemudian mengiringinya. Ia menduga itu gejala serangan cacar air. Namun, 4 jam berselang, kerongkongan perempuan 41 tahun itu seperti tersumbat. Betapa sulitnya bernapas saat itu. Ia merasa maut menjemput sehingga dengan terbata-bata meminta maaf kepada suami.Mendengar kata-kata sang istri, Danu Ismedi-suami Retno-hanya tertegun. Saya mengira istri saya terkena serangan jantung, kenang Danu.
 
di jamin ga akan nyesel klo ble produk ini
 
Faktor Risiko

1. Helicobacter pylori
2. Diet tinggi nitrat (nitrosamine) sebagai pengawet
3. Makanan yang diasap dan diasinkan
4. Merokok
5. Atrofi lambung

Sedangkan faktor-faktor yang mempermudah terjadinya tumor lambung:
1. Jenis kelamin pria 2 x lebih sering terkena daripada wanita
2. Usia 50-70 tahun, jarang di bawah usia 40 tahun
3. Alkohol dan semua produknya, termasuk sering makan tape
4. Riwayat operasi lambung sebelumnya
5. Terdapat polip lambung
6. Ada sindrom kanker familial
 
Klasifikasi

Tumor lambung dapat dibagi menjadi dua kelompok:

A. Tumor Jinak
1. Tumor jinak epitel
a. Adenoma
b. Adenoma hiperplastik
c. Adenoma Heterotropik

2. Tumor jinak non-epitel
a. Tumor neurogenik
b. Leiomioma
c. Fibroma
d. Lipoma

B. Tumor Ganas
1. Early gastric cancer
a. Tipe I (protruded type)
b. Tipe II (superficial type)
c. Tipe III (excavated type)

2. Advanced gastric cancer
Menurut Bormann dibagi menjadi:
a. Bormann I
b. Bormann II
c. Bormann III
d. Bormann IV

Tumor yang ganas didapatkan sepuluh kali lebih banyak daripada tumor yang jinak.
 
Gejala Klinis:
1. Berat badan menurun
2. Nyeri epigastrium (ulu hati)
3. Muntah
4. Keluhan pencernaan
5. Anoreksia
6. Keluhan umum
7. Disfagia
8. Nausea
9. Kelemahan
10. Bersendawa
11. Hematemesis (muntah darah)
12. Regurgitasi
13. Cepat merasa kenyang
14. Ada atau teraba massa di epigastrium
15. Terkadang disertai hepatomegali (pembesaran organ hati), jaundice, ascites, nodus Virchow (large left supracavicular node, similar with Troisier’s sign), acanthosis nigricans.
 
Penyebaran

Tumor lambung dapat menyebar secara: local, lymphatic, blood-borne, transcoelomic, dan ovary (misalnya: tumor Krukenberg).
 
Diagnosis

Diagnosis tumor lambung dapat ditegakkan melalui:
1. Pemeriksaan Fisik
Berat badan menurun, anemia, dapat ditemukan massa di epigastrium. Jika telah menyebar (bermetastasis) ke hati, teraba hati yang ireguler, terkadang kelenjar limfe klavikula teraba.

2. Radiologi
Pemeriksaan kontras ganda dengan posisi: telentang, tengkurap, oblik yang disertai dengan kompresi.

3. Gastroskopi dan biopsi
Okuda (1969) menemukan 94% pasien dengan tumor lambung yang ganas dengan biopsi, sedangkan dengan sitologi lavase hanya didapatkan 50%.

4. Endoskopi ultrasound
Alat ini digunakan untuk melihat sejauh mana tumor telah menjalar.

5. Pemeriksaan darah pada tinja
Pada tumor lambung yang ganas sering didapatkan darah dalam tinja (occult blood) sehingga perlu dilakukan tes Benzidin.

6. Sitologi
Pemeriksaan Papaniculou cairan lambung dapat memastikan tumor ganas lambung dengan keakuratan hasil 80-90%, tentunya perlu ditunjang dengan gastroskopi dan biopsi.

Komplikasi

1. Perforasi (berlubang)
2. Hematemesis
3. Obstruksi
4. Adhesi (perlengketan)
5. Metastasis (penyebaran ke organ lain, seperti: hati, pankreas, kolon)

Penatalaksanaan

1. Pembedahan
Jika belum menyebar, pilihan terbaik adalah dengan pembedahan. Meskipun telah menyebar, pembedahan masih dilakukan sebagai tindakan paliatif

2. Kemoterapi
Kombinasi yang sering digunakan adalah:
a. Regimen FAM (5-fluorouracil, doksorubisin, mitomisin C)
b. Regimen EAP (etoposid, doksorubisin, sisplatin)

3.Radiasi
Pengobatan dengan radiasi dapat dikatakan kurang berhasil.

Prognosis

Di AS, prognosisnya sangat jelek,angka harapan hidup 5 tahun antara 5-15% dan kebanyakan saat ditegakkan diagnosis sudah dalam keadaan lanjut.

Di Jepang, prognosis lebih baik karena diagnostik yang lebih dini (90%).

Dengan ditemukannya gastroskopi, maka prognosis kanker gaster stadium dini lebih baik daripada stadium lanjut.
 
1. Umumnya tumor lambung (90-99%) adalah adenokarsinoma, lainnya adalah limfoma, leiomiosarkoma, adenoxanthoma, dan lain-lain.
2. Kebanyakan lokasi tumor lambung di daerah antropilorik, kurvatura minor lebih sering daripada kurvatura mayor.
3. Golongan darah, terutama A, termasuk faktor lain yang mempengaruhi timbulnya tumor lambung.
 
1. Julius. Tumor Gaster. Dalam: Sudoyo AW, dkk. (ed.). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2006. Hlm 351-3.
2. Longmore M, et.al. Oxford Handbook of Clinical Medicine. Seventh Edition. Oxford University Press. New York. 2007. p.614.
 
Epidemiologi
Insidens
Pada tahun 1930an kanker perut menjadi penyebab utama kematian pria akibat kanker di Amerika dengan dan ketiga pada wanita, 50 tahun berikutnya kasus kanker lambung di Amerika menurun dari 30 menjadi 10 kasus pada 100,000 pria dan dari 30 menjadi 5 pada 100,000 wanita. Pada saat ini kasus tersebut jarang terjadi pada usia dibawah 40 tahun, kemudian meningkat steady dan puncak kejadian pada dekede ke 7.
Penurunan angka kasus kanker lambung telah diamati di hampir seluruh dunia, dimana insidens tertinggi di dapatkan di Jepang dan China, Amerika selatan dan Eropa Timur, di Jepang ini menjadi kanker yang paling sering ditemukan pada pria maupun wanita, terhitung 20-30 % dari semua kanker yang terjadi di Jepang, sama halnya dengan Negara-negara industri lainnya di dunia, hanya saja sejak 1960 telah terjadi penurunan penemuan kasus ini di Jepang. Pada tahun 1930 diduga kanker lambung ini berasal dari bagian bawah lambung (corpus dan antrum pyloricum) dan juga mengalami penurunan sampai pada tahun 1976.
 
Gambaran Patologi
Lebih dari 90% dilaporkan sebagai adenokarsinoma dan sisanya merupakan limfoma non Hodgkin atau leiomyosarkoma, perbedaan antara adenokarsinoma dan limfoma non Hodgkin terrlihat sangat nyata ketika prognosis dan pengobatan keduanya telah diketahui. Adenokarsinoma lambung dibagi menjadi dua kategori ; tipe intestinal yang ditandai dengan kumpulan strukutur-struktur sel seperti kelenjar tubular dan tipe difus dimana tidak ditemukan kumpulan sel, hanya berupa infiltrat sel tersendiri, penebalan dinding perut tanpa massa dengan bentuk yang khas. Lesi tipe intestinal biasanya bersifat ulseratif sering terjadi di bagian distal perut, dengan angka kejadian lebih sering dibandingkan dengan tipe difus, dan pada umunya diawali dengan pemanjangan fase prekanker. Karsinoma difus lebih sering terjadi pada usia muda, dirasakan pada hampir seluruh perut tetapi lebih sring terjadi di bagian cardia dan mempunyai prognosis yang buruk.
 
Patogenesis
Seperti pada umunnya tumor ganas di tempat lain, penyebaran tumor gaster sulit diketahui pasti secra dini. Factor yang mempermudah timbulnya tumor ganas gaster adalah perubahan mukosa yang abnormal, antara lain seperti gastritis atrofi, polip pada gaster, dan anemia pernisiosa. Disamping itu pengaruh keadaan lingkungan juga memegang peranan penting terutama pada penyakit gaster di Jepang, Chili, Irlandia, Australia, Rusia dan Negara Skandinavia. Ternyata pada orang Jepang yang lama meninggalkan jepang, frekuensi tumor ganas gaster lebih rendah.
Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hidup mempunyai peranan yang penting, memakan makanan panas dapat merupakan faktor timbulnya tumor ganas, demikian juga kebiasaan makan makanan yang diasapi dan ikan asin (dijemur) yang mungkin mempermudah timbulnya tumor ganas gaster.
Selain itu, factor lain yang berpengaruh adalah factor herediter, golongan darah terutama golongan darah A, dan factor infeksi H. Pylori.
 
Gejala Klinis
Keluhan utama tumor ganas gaster adalah berat badan menurun (82%), nyeri epigastrium (63%) , muntah (41%), keluhan pencernaan (40%), anoreksia (28%), keluhan umum (25%), disfagia (18%), kelemahan (17%), sendawa (10%), hematemesis (7%), regurgitasi (7%) dan lekas kenyang (5%)
kanker gaster dini jarang mempunyai keluhan dan sulit untuk dideteksi. Gejala yang ditimbulkan oleh metastasis dapat berupa perut membesar (asites), ikterus obstruktif, nyeri tulang, gejala neurology dan sesak nafas dan dapat pula berupa ileus obstruktif.
 
Diagnosis
Clinical Faetures
Pada saat tumor menjadi lebih ekstensif, akan terasa ketidaknyamanan pada perut bagian atas, dengan intensitas berawal dari sensasi cepat kenyang sampai pada perasaan sakit yang amat sangat. Anorexia disertai mual cukup umum ditemukan tapi tidak digolongkan sebagai gejala utama, penurunan berat badan juga dapat terlihat. Abdominal pain dan penurunan berat badan merupakan gejala awal yang ditemukan pada 18,365 pasien yang dilaporkan oleh American College of Surgeon. Vomiting akan lebih sering terjadi apabila tumor lambung ini telah menginvasi pylorus, dan disphagia sendiri dihubungkan dengan lesi yang terjadi di bagian cardia. Pada pemeriksaan fisis tidak ditemukan tanda-tanda dini tumor gaster dan pada perabaan massa di perut menandakan bahwa hal ini sudah berlangsung lama dan adanya ekstensi regional. (NEJM)
Karsinoma gaster dapat menyebar langsung melalui dinding perut ke jaringan perigastrik, biasanya melengket ke atau menuju struktur yang dekat dengannya misalnya pancreas, kolon atau hepar. Ekstensi langsung ke kolon dihubungkan dengan adanya bau busuk pada muntahan nya. Penyakit ini dapat juga menyebar melalui pembuluh darah limfa ke limfonudus intraabdominal dan supraclavicular node. Tumor yang menyebar di sepanjang permukaan peritoneum dapat terlihat pada node periumbilical node. (NEJM)
 
Pemeriksaan Fisis
Pemeriksaan fisis yang dapat membantu diagnosis adalah penurunan berat badan dan anemia. Mungkin ditemukan massa di daerah epigastrium dan jika telah bermetastasis ke hati, teraba hati yang ireguler, dan kadang-kadang kelenjar limfe klavikula teraba.
 
Radiologis
Pemeriksaan perut bagian atas merupakan pemeriksaan pertama yang dilakukan untuk mengevaluasi gejala-gejala yang berhubungan dengan perut bagian atas. Contrast ganda memungkinkan visualisasi mukosa mendetail dan mengindikasikan penurunan distensi perut, yang mungkin mengindikasikan infiltrate kasrinoma difus. Sulit untuk menentukan ganas atau jinaknya tumor pada pemeriksaan ini, juga penemuan lokasi anatomis dari ulkus tidak cukup untuk memprediksikan ada atau tidak ada tumor. (NEJM)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.