• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pentol Korek Api, Aturan Suara Adzan Dan Menag.

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Pentol Korek Api, Aturan Suara Adzan Dan Menag.


Quote:

Soal aturan azan, kita sudah terbitkan surat edaran pengaturan. Kita tidak melarang masjid-musala mengpakai Toa, tidak. Silakan. Karena kita tahu itu bagian dari syiar agama Islam. Tetapi ini harus diatur, tentu saja. Diatur bagaimana volume speaker, toanya tidak boleh kencang-kencang, 100 dB maksimal. Diatur kapan mereka dapat mulai mengpakai speaker itu, sebelum azan & setelah azan, bagaimana mengpakai speaker di dalam & seterusnya. Tidak ada pelarangan.

Aturan ini dibuat semata-mata cuma untuk menciptakan masyarakat kita semakin harmonis. Meningkatkan manfaat & mengurangi mafsadat. Jadi menambah manfaat & mengurangi ketidakmanfaatan.

Karena kita tahu, misalnya, ya di daerah yg mayoritas muslim. Hampir setiap 100 meter, 200 meter itu ada musala-masjid. Bayangkan kalau kemudian dalam waktu bersamaan mereka semua menyalakan toa nya di atas, kayak apa. Itu bukan lagi syiar, tetapi jadi gangguan buat sekitarnya.

Kita bayangkan lagi, saya muslim, saya hidup di lingkungan nonmuslim. Kemudian rumah ibadah saudara-saudara kita nonmuslim itu membunyikan toa sehari lima kali dengan kenceng-kenceng secara bersamaan, itu rasanya bagaimana.

Yang paling sederhana lagi, kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya, menggonggong dalam waktu yg bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya apa? Bahwa suara-suara ini, apa pun suara itu, harus kita atur supaya tidak jadi gangguan. Speaker di musala-masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur supaya tidak ada yg merasa terganggu.

Agar niat mengpakai toa mengpakai speaker sebagai sarana, wasilah untuk mengerjakan syiar tetap dapat dilaksanakan, tanpa harus mengganggu mereka yg mungkin tidak sama dengan keyakinan kita. Berbeda keyakinan kita harus tetap hargai.



Ane sejujurnya malas mau membahas ini karena bagi ane ini hanyalah masalah salah paham alias miss komunikasi saja.
Walaupun perkataan Beliau sebenarnya kurang etis tetapi menurut ane kalau mau berbicara fakta di lapangan yaa memang ada terjadi bahwasannya di beberapa tempat, ada kejadian suara gonggongan anjing yg cukup meresahkan & biasanya terjadi di malam hari.

Namun melihat yg terjadi beberapa hari ini dengan aksi massa yg beberapa adalah sekelompok orang yg juga menghebohkan pada saat 2017 lalu di Jakarta.
Membuat ane terusik juga.
Mau hingga kapan kelompok ini menaburkan bibit permusuhan & bibit amarah kepada masyarakat lainnya, yg dapat saja minim literasi akan pernyataan Menag ini secara utuh.

Mereka terus menggoreng kasus ini.
Seolah-olah ini kasus yg sangat kritis banget bagi bangsa ini.
Pentol Korek Api, Aturan Suara Adzan Dan Menag.


Kelompok ini menurut ane, mungkin punya pola pikir & prinsip, bahwasannya beda dari kelompok mereka alias orang lain itu wajib sempurna alias zero mistake.
Terlebih yg tertujunya dari pihak pemerintah pusat.
Sedangkan hal tersebut berbanding terbalik dengan sikap & perkataan mereka yg sering kali offside ketika menciptakan pernyataan.
Contoh saja soal paham komunis yg hingga sekarang menurut ane bak hantu belaka.
Menakut-nakuti tetapi barangnya tidak berwujud.
Itu namanya teori konspirasi hantu.
Bila di tanyakan ke mereka, ane yakin 100% mereka tidak dapat menunjukan bukti yg valid & cuma menunjuk sana kemari dengan argumen yg tak jelas pula.
Belum lagi soal kitab suci di bilang fiksi.
Mereka adem-adem saja karena satu kubu mereka.

Seperti yg ane sadurkan di atas tentang cuplikan seorang Menteri Agama di rezim ini.

Kita bayangkan lagi, saya muslim, saya hidup di lingkungan non muslim. Kemudian rumah ibadah saudara-saudara kita non muslim itu membunyikan toa sehari lima kali dengan kenceng-kenceng secara bersamaan, itu rasanya bagaimana.

Yang paling sederhana lagi, kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua.


Ini bukan sedang membandingan antara adzan & gonggongan anjing.
Tapi Menag sedang mencontohkan hal yg lain yg menciptakan kebisingan di tengah masyarakat.

Kalau pun terbandingkan.
Bukan pada adzannya tetapi output suara yg di keluarkan yg menimbulkan polusi suara (ane mengambil istilah sedikit intelektual lah walaupun ane kurang intelektual).
Yap yg menimbulkan polusi suara kepada orang di sekitarnya.
Membuat orang lain terganggu.
Jangan juga bilang cuma iblis & setan yg tidak suka dengan suara adzan.
Ini malah kagak nyambung dengan hal yg mau di atur oleh Kemenag.

Gini dah...

Kita kan sama-sama tau suara penyanyi Ebiet G Ade itu sangat merdu & mendayu-dayu.
Namun suara merdu tersebut akan terdengar bising bila kita memutar lagunya kencang banget dengan bermodal sound system yg masih mono bukan stereo plus non suara ngebassnya.

Ane pernah nonton film K.H Ahmad Dahlan.
Di suatu adegan film tersebut.
Tampak Beliau mengajarkan ilmu agama dengan mencontohkan dengan alat musik biola.
Sang murid yg memainkannya dengan nada tak beraturan menjadikan suara biola tersebut terdengar tidak enak.
Kemudian Beliau yg memainkannya dengan nada yg beraturan, hasilnya para muridnya terpukau dengan alunan gesekan biola yg di lakukan Beliau.
Inilah cara syiar agama yg baik.
Segala sesuatu yg baik maka hasilnya dapat baik pula.

Cobalah melihat sesuatu dari banyak sisi.
Gunakan akal bukan emosi.
Gunakan mata tuk membacanya secara detail.
Hingga kita dapat mengambil keputusan yg tepat tuk bersikap.
Jangan mudah marah & jangan mudah terhasut oleh orang yg marah.
Pentol Korek Api, Aturan Suara Adzan Dan Menag.


Ane berharap masyarakat luas dapat menyingkapi dengan bijak bila benar-benar membaca kalimat Menag ini secara utuh & di media pemberitaan yg utuh pula dari A hingga Z memberitakan omongan Menag ini.

Indonesia sedang tertimpa bencana wabah penyakit.
Banyak hal yg harusnya kita kerjakan & bermanfaat tuk diri sendiri di zaman pandemi covid19 ini.
Daripada sibuk membahas sebuat pernyataan yg multi tafsir.
Yang namanya kalimat multi tafsir itu tergantung dari sudut mana yg mau di ambil.
Bila membacanya dari sudut pikiran benci, maka makna kalimat tersebut dapat saja menciptakan kita merasa di remehkan.
Bila membacanya dengan bijak maka makna kalimat tersebut dapat saja biasa saja, dapat saja bermakna positip & dapat pula kalimat tersebut memang jelas meremehkan kita secara valid (terbukti jelas bukan di ranah abu-abu yg masih penuh debatable).

Ane bukan mau membela Menag akan tetapi ane mau kita ini smart & bijaksana melihat persoalan yg ada.
Agar kita tidak terjebak dalam kubangan dosa fitnah & menciptakan diri sendiri di permainkan oleh pemikiran sekelompok orang yg mudah marah selama ini.
Mereka punya akal & kita juga punya akal.
Mereka dapat saja benar namun dapat salah menafsirkan.
Demikian pula pernyataan Menag.
Bisa benar & dapat juga ternyata salah.
Semua masih di ranah abu-abu.
Selama kalimatnya bertujuan demi kebaikan bersama yaa udah mari kita berbaik sangka saja.

Jangan buat kehidupan diri sendiri bak layaknya pentol korek api.
Di gesek kebakar kemudian menyisakan arang di ujungnya & biasanya di buang.
Paling mentok jadi tusuk gigi seabis makan semur daging.

Mari kita tinggalkan persoalan ini & berbagai hasutan yg pada dasarnya & menurut teori ane bahwa mereka marah bukan soal perbandingan yg mereka maksud namun bahan dasar amarah mereka karena aturan yg di keluarkan oleh Menag itu sendiri soal kerapian dalam syiar agama melalui Toa & mengatur hal-hal lain yg sering memakai toa di luar mesjid.
Pentol Korek Api, Aturan Suara Adzan Dan Menag.
Hari ini 01:37
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.