• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pentingnya Uji Kelayakan Struktur Bangunan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Testindo.co.id - Setiap bangunan pastinya memiliki kewajiban berada dalam kondisi yg baik & memiliki kriteria bangunan yg layak, baik dari segi mutu maupun keamanan sesuai standart. Jika suatu bangunan tidak dibangun sesuai dengan standar yg sudah ditetapkan, akan ada akibat akbar kepada bangunan tersebut, akibat akbar tersebut berupa kerusakan pada bangunan yg dapat membahayakan nyawa seseorang, oleh karena itu dibutuhkannya uji layak fungsi bangunanagar dapat mengontrol kerusakan pada suatu bangunan.

Beberapa faktor yg dapat mempengaruhi kelayakan suatu bangunan antara lain:

Faktor cuaca & lingkungan

Faktor bencana alam

Kondisi tanah

Faktor struktur

Faktor usia bangunan

Tahap Uji Layak Fungsi Bangunan

Untuk mengetahui kelayakan suatu bangunan maka diperlukannya uji layak fungsi bangunanpengujian tersebut memiliki beberapa tahap mulai dari Pengamatan visual, pengujian, hingga analisis struktur.

1 . Pengamatan Visual

Diperlukannya pengamatan visual sebagai indikasi awal untuk mengetahui ada atau tidaknya kerusakan pada suatu bangunan seperti retakan, korosi, lendutan dll.

2 . Pengujian

Pengujian kelayakan struktur suatu bangunan, dibagi jadi 2 metode pengujian antara lain :

Metode Non-Destrucive (NDT)

Metode Destructive (DT)

Dari dua metode diatas, metode non-destructive adalah metode yg lebih menguntungkan karena tidak perlu merusak object yg sedang diuji, Dengan metode NDTtentunya akan lebih mudah & kondusif dalam mengerjakan pengujian kelayakan pada suatu bangunan. Berikut jenis-jenis pengujian tersebut :

Hammer Test

Tujun dari pengujian hammer testialah untuk memperkirakan mutu beton

Covermeter Test

Covermeter test dilakukan untuk mengidentifikasi tebal selimut beton & memvisualisasikan tulangan beton

UPVT

UPVT dilakukan untuk mengidentifikasi integritas beton dengan gelombang ultrasonic

Impact Echo Test

Impact echo test dilakukan untuk mendeteksi celah dalam struktur serta ketebalan suatu struktur

Pulse Echo Test

Pulse echo test dilakukan untuk memeriksa & mengetahui integritas beton dalam bentuk 3D

Core Drill

Core drill dilakukan untuk memeriksa tekanan beton dilaboratorium dengan mengambil sedikit sampel beton

Brinell Test

Brinell test dipakai untuk mengetahui kekerasan suatu material pada pondasi bangunan

Half Cell Pontential Test

Half cell pontential test dipakai untuk mengetahui tingkat korosi pada tulangan beton

Uji Tingkat Karbonasi Beton

Uji tingkat karbonasi beton dipakai untuk mengetahui tingkat karbonasi pada beton supaya dapat mengetahui usia bangunan

Uji Verticality

Uji verticality dipakai untuk mengetahui presisi ketegakan bangunan

3 . Analisis Struktur

Berdasarkan dari pengujian-pengujian tersebut, kelayakan struktur bangunan akan dapat diketahui nilai kekuatannya dari bangunan yg menahan beban, Apabila bangunan tidak memenuhi kriteria kelayakan & keamanan maka bangunan tersebut dinyatakan tidak layak & akan dilakukan penguatan struktur pondasi supaya bangunan jadi layak untuk dipakai.



sumber Hari ini 14:02
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.