Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dalam Buletin KPIN disebutkan menurut Unicef bahwasannya diseluruh dunia terdapat seratus dua puluh Sembilan juta anak perempuan yg putus sekolah, dengan rincian tiga puluh dua juta anak perempuan putus di bangku sekolah dasar, tiga puluh juta anak duduk di bangku sekolah menengah pertama, & enam puluh tujuh juta anak perempuan duduk dibangku sekolah menengah atas. Miris sekali.
Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa rendahnya pendidikan anak perempuan terdapat akibat yg cukup akbar khususnya saat memasuki dunia kerja karena minimnya ilmu yg dimiliki. Bahkan juga berpengaruh saat berkeluarga kelak. Bukankah seorang ibu adalah madrasah perdana bagi putra putrinya kelak?.
Tapi lain tempat memanglah lain cerita, sepertihalnya beberapa orang yg menganggap bahwa wanita tak perlu sekolah atau berpendidikan tinggi toh ujung-ujungnya ke dapur. Sangat menyakitkan memang mendengarnya, terasa sangat mendiskriminasi. Ya, memang sudah jadi kodratnya seorang wanita mengurus anak, suami & rutinitas rumah tangga khususnya di Indonesia, tetapi kembali lagi bagaimana seorang ibu dapat mendidik anaknya dengan baik saat dirinya sendiri minim akan ilmu. Pentingnya edukasi & pencerahan masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan supaya tidak terdapat diskriminasi kepada mereka.
Jangan sekolah terlalu tinggi, nanti laki-laki pada minder sering sekali cuitan seperti ini berseliweran. Memang kalau difikir kadang ada benarnya, tetapi jodoh maut itu rahasia Tuhan kenapa mereka ikut pusing. Seperti yg pernah dihinggakan oleh Cinta Laura seandaikan laki-laki takut karena wanita itu pintar, kaya atau lainnya maka memang Tuhan itu adil dengan cara menyisihkan laki-laki karena tidak pantas mendapatkan wanita tersebut terangnya.
Adapula pepatah mengatakan "anak yg cerdas lahir dari rahim ibu yg cerdas". Muhammad Hatta mengatakan "Jika anda mendidik satu laki-laki maka anda mendidik satu orang. Jika anda mendidik satu perempuan, maka anda mendidik satu generasi".
So, bagi perempuan-perempuan hebat yg tengah berjuang diluar sana, bersyukurlah, semangatlah karena kalian memiliki kesempatan untuk mengerjakannya. Manfaatkan waktumu sebaik-baiknya, tak perlu tanggapi komentar yg terlalu pedas cukup buktikan & patahkan argument yg kolot. Nikmati hinaan itu hingga berubah jadi tepuk tangan yg gemuruh, yg menciptakanmu menangis bersyukur atas pencapaianmu.
Tetap semangat & jangan lupa bahagia
Penulis : Sofia Yuan
Sumber gambar : 1,
Kemarin 20:59Penulis : Sofia Yuan
Sumber gambar : 1,