Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Menjaga jarak dari orang di sekitar atau kini tren disebut dengan social distancing merupakan satu kebijakan yg dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
Kebijakan untuk mengerjakan social distancing ini berdampak pada aktivitas di masyarakat. Seperti adanya pengalihan kegiatan belajar tatap muka beralih jadi kelas online atau daring. Selain itu beberapa kantor negeri & swasta juga menginstruksikan untuk Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.
Dalam Ilmu Sosiologi terdapat istilah social distance yg biasa dipakai oleh sosiolog. Namun terdapat sedikit disparitas makna. Social distance memiliki arti jarak sosial yg menekankan makna "sosial" jadi "status sosial individu".
Sebagai contoh, antara kalangan ekonomi kelas atas & bawah atau persahabatan antara dua orang. Salah satu yg mempengaruhi social distance adalah kepercayaan. Misal, kalau kedua perseorangan bersahabat maka mereka saling memiliki kepercayaan yg tinggi.
Istilah social distancing ini muncul & dipakai oleh mereka yg bergerak di dunia kesehatan untuk mengimbau masyarakat terkait dengan wabah Covid-19. Tujuannya, supaya masyarakat dapat memberikan jarak antar perseorangan & penularan dapat dicegah.
World Health Organization (WHO) merespons makna social distancing di masyarakat. WHO menyarankan mengpakai physical distancing sebagai frasa untuk megedukasi masyarakat. Saran ini diberikan dengan dasar physical distancing memiliki makna jarak fisik bukan jarak sosial dengan orang-orang terdekat kita.
Terlepas dari istilah tersebut, di keadaan saat ini yg paling penting adalah memberikan sosialiasi & edukasi kepada masyarakat untuk menjaga jarak satu dengan yg lain. Dengan begitu penularan virus ini dapat terputus.
Indonesia dengan latar belakang budaya yg kuat menciptakan kebijakan social distancing sedikit sulit untuk diberlakukan. Contohnya di Kota Solo masih ditemui masyarakat yg berkerumun di beberapa titik. Sikap pekewuh yg melekat dalam mayoritas warga Solo menciptakan mereka tetap menghadiri kegiatan berkelompok. Salah satunya kegiatan rewang, atau hajatan di desa.
Tidak cuma itu beberapa aktivitas ibadah masih tetap dijalankan bersama-sama dengan memegang teguh kepercayaan bahwa Tuhan akan melindungi mereka. Padahal sudah dikeluarkan secara resmi oleh pihak-pihak berwenang & pihak pakar untuk beribadah dari rumah.
Berbagai kebijakan yg sudah dikeluarkan pemerintah sudah dikaji sebelumnya sehingga peran-peran tokoh masyarakat jadi penting & berpengaruh dalam menyampaikan kebijakan tersebut.
Gerakan serentak oleh semua lini perlu dilakukan untuk mengerjakan pengenalan mulai dari tokoh-tokoh agama, pendidikan, pejabat pemerintah serta semua yg memiliki pengaruh akbar di masyarakat. Ini penting karena ketika dari kelompok medis sudah berusaha untuk mengobati, tetapi masyarakat tidak mendukung akan sama saja.
Selain itu masyarakat dapat bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat. Bagi mereka yg memiliki kondisi perekonomian menengah ke atas dapat memberikan bantuan untuk kalangan menengah ke bawah sehingga kebijakan social distancing & work from home (WFH) dapat berjalan dengan baik & maksimal, karena masyarakat tidak mengkhawatirkan pendapatan mereka.
Solidaritas jadi hal penting untuk saat ini. Tim medis berupaya untuk mengobati, pemerintah berusaha mengerjakan pencegahan dengan berbagai kebijakan & tindakan, masyarakat yg proaktif mendukung kebijakan
Hari ini 05:54