• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

PENTINGNYA BUDAYA ANTRI DI SEMUA TEMPAT

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Banyak orang menyepelekan budaya antri hingga ribut cuma karena harap segera dilayani. Padahal budaya antri ini sudah diajarkan dari sejak dini lho. Mungkin sudah banyak orang lupa saat kita sekolah, untuk masuk ke kelas saja kita harus baris dulu sebelum masuk kelas. Sepele sih tetapi itu penting. Tanpa disadari mengantri merupakan budaya yg sering kita lakukan sehari-hari, namun banyak orang tidak sabar. Akibatnya barisan antri jadi tidak teratur & berujung menyalahkan satu sama lain.

Budaya antri itu semestinya jadi hal yg wajib untuk diterapkan kepada masyarakat supaya terciptanya suasana yg tertib & rapih. Beberapa orang dengan alasan buru-buru jadi senjata andalan untuk menyerobot antrian. Padahal semua orang yg mengantri juga buru-buru dengan rutinitas mereka masing-masing. Ada pepatah yg pernah saya dengar kita dapat karena terbiasa. Apakah kita tidak terbiasa dengan apa yg sudah diajarkan disekolah?. Saya yakin di Indonesia khususnya di kota-kota akbar pasti pernah mengalami sekolah selama 12 tahun, masa iya tidak terbiasa dengan antri yg pernah dilakukan saat sekolah?.


Dalam hal ini, budaya antri di Indonesia sangatlah minim. Budaya ini sangat mudah dilakukan tetapi banyak orang yg tidak dapat menerapkan budaya ini. Sedikit bercerita tentang pengalaman yg saya dapat. Saya pernah mengunjungi di sebuah daerah terpencil di Indonesia. Di daerah tersebut baru ada minimarket yg baru saja dibuka dengan menerapkan budaya antri di depan kasir. Sebelumnya di daerah tersebut memang tidak ada minimarket, cuma tersedia warung-warung kecil. Di minimarket tersebut saat saya sedang antri untuk membayar, tiba-tiba seseorang langsung menyerobot antrian saya seolah-olah minimarket tersebut seperti warung kecil yg biasanya orang memang langsung menyerobot begitu saja. Kenapa dapat seperti itu??, karena beberapa orang sudah terbiasa dengan menyerobot antrian. Akibatnya kasir tersebut jadi bingung mana yg harus dilayani terlebih dulu. Jika dari dulu sudah terbiasa dengan budaya antri, pasti akan terlihat rapih.


Di kota akbar di Indonesia khususnya kota-kota akbar jarang sekali saya menemukan budaya disiplin antri. Termasuk seperti antri naik kereta KRL, & antri di jalan raya. Mereka sama sekali tidak peduli dengan orang-orang sekitar yg sama-sama terjebak macet. Sama-sama mencari celah untuk siapa yg lebih cepat. Seolah-olah semua pengguna kendaraan terburu-buru untuk cepat hingga tujuan. Akibatnya semakin banyak yg tidak disiplin, semakin banyak yg tidak peduli dengan antri, semakin banyak yg menyerobot sana-sini, macet pun tidak terbendung. Bahkan petugas jalan raya pun hingga kewalahan dibuatnya. Semua pengguna jalan masih memberi makan egonya masing-masing disaat kondisi itu.


Sama halnya untuk pengguna kereta KRL. Mereka berebut satu sama lain dengan penumpang lain. Ingin cepat-cepat masuk ke dalam kereta, walaupun kereta belum berhenti dengan sempurna. Tidak peduli dengan orang lain yg masih di dalam kereta tersebut. Ingin keluar dari pintu kereta saja rasanya sudah pesimis, melihat orang-orang diluar kereta yg sudah menunggu & siap untuk masuk tanpa memperdulikan penumpang di dalam kereta untuk keluar terlbih dahulu. Begitu kereta sudah berhenti dengan sempurna, masinis pun membuka pintu kereta. Dan penumpang yg sudah menunggu pintu kereta terbuka langsung dengan sigapnya menerobos masuk. Senggol-senggolan, saling injak, & dorong mendorong pun sudah pasti terjadi. Penumpang di dalam kereta yg hendak keluar pun harus menahan dorongan yg sangat kuat dari dorongan penumpang yg harap masuk ke kereta.


Seandainya semua peristiwa yg saya alami menerapkan budaya antri, pasti semua akan terkendali. Semua akan disiplin, & masalah seperti macet & antri untuk masuk kereta akan teratasi. Di jalan raya, macet itu hal wajar apalagi di kota akbar dengan pengguna jalan rayanya banyak. Tapi macet akan segera berakhir kalau semua mengantri dengan disiplin, begitu juga dengan penumpang kereta KRL. Jika mempersilahkan dahulu untuk penumpang keluar pasti untuk masuk kereta pun tidak perlu bersenggolan, tidak perlu dorong mendorong satu sama lain.

Budaya antri akan menciptakan masyarakat yg disiplin. Masyarakat disiplin akan timbul rasa memahami & menghormati satu sama lain. Jika budaya antri sudah terwujud, pasti orang yg mengantri paling belakang akan memahami bahwa orang yg paling depan mengantri berhak mendapatkan haknya untuk dilayani terlebih dahulu. Budaya antri mengajarkan kita untuk bersabar apalagi untuk orang yg antri paling belakang. Di sekitar kita sering terjadi saling dorong, saling mendahului demi mendapatkan giliran yg pertama. Dengan kesabaran hal itu tidak akan terjadi lagi. Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau sudah antre, akan menciptakan memudahkan semua orang.

Hari ini 22:26
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.