• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penting, Dukungan Bagi Penderita Kanker

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
JAKARTA, RABU - Kanker payudara menempati urutan kedua perenggut nyawa perempuan Indonesia, setelah kanker leher rahim. Bagi seorang survivor (mereka yang berhasil sembuh dari penyakit kanker), masa setelah pengobatan atau terapi, adalah momen terpenting untuk mengembalikan kepercayaan diri penderita.

Menurut psikolog, Zoya D. Jusung, M.Psi, biasanya pascapengangkatan payudara, pasien ingin dianggap sebagai wanita biasa sama seperti sebelum pengobatan dilaksanakan. "Dan itu mutlak dibutuhkan untuk membantu proses penyembuhan. Karena selain pengobatan, pola pikir positif si penderita juga mempunyai peran penting dalam penyembuhan," kata Zoya dalam seminar yang diadakan oleh Pfizer Woman Care (PWC) di Hotel Crown, Jakarta, Rabu (22/10).

Pasien kanker, kata Zoya, sebenarnya sudah dihinggapi rasa stres, sejak mereka didiagnosa mengidap kanker oleh dokter. "Karena rata-rata para wanita yang divonis mengidap kanker payudara akan cemas, dan mengalami berbagai macam pikiran negatif yang belum tentu kebenarannya," lanjut wanita anggun tersebut.

Karena itu dibutuhkan peran aktif dari kawan-kawan dan saudara, baik suami/istri, anak, pacar, ayah, ibu, maupun teman, untuk terus memberikan semangat dan harapan hidup baru. "Untunglah suami dan anak saya terus memberikan semangat dan dukungan untuk kesembuhan, meskipun payudara saya harus diangkat," buka Dewi Yulita Krisnawati, salah satu survivor.

Dengan peran aktif orang disekelilingnya, Dewi, merasa diterima di lingkungan pascapengangkatan, dan memberikan spirit untuk proses penyembuhannya. "Meskipun fungsi saya sebagai wanita berkurang, namun suami dan anak-anak saya menerima hal tersebut demi untuk kesembuhan saya," ungkap penderita yang melakukan proses pengangkatan payudara pada Desember 2005 itu.

Khusus untuk para suami, peran itu dapat dilakukan dengan cara menemani saat pemeriksaan, menenangkan dan mendukung sepenuhnya ketika istri divonis positif kanker. "Itu langkah-langkah yang harus dilakukan suami sebelum istri dioperasi, setelah operasi beda lagi," terang Zoya. Sedangkan langkah setelah operasi, lanjut Zoya, dapat dilakukan dengan cara, menerima keadaan sang istri dan tetap mesra dalam menjalani kehidupan rumah tangga
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.