• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penjelasan Ilmiah Mengenai Awan Panas Sinabung

Satubet111

IndoForum Newbie E
No. Urut
282752
Sejak
14 Mar 2014
Pesan
54
Nilai reaksi
0
Poin
6
Awan panas yang bergerak dari letusan gunung api bisa menelan korban jiwa dan mencemari udara di sekitar lokasi bencana. Pada peristiwa erupsi Gunung Sinabung, awan panas ini tercatat telah memakan korban jiwa, belasan nyawa manusia melayang.

Awan panas atau Pyroclastic (piroklastik) merupakan letusan yang dapat bergerak atau mengalir. Awan panas memiliki suhu hingga beratus-ratus derajat Celcius dan bergerak dengan kecepatan tinggi.

Tercatat, awan panas yang muncul di gunung api Sinabung memiliki suhu 700 derajat Celcius dengan kecepatan laju 100 kilometer per jam. Aliran piroklastik ini terdiri dari gas panas, abu vulkanik dan bebatuan.

Wikipedia menerangkan, aliran piroklastik ini bahkan bisa mencapai suhu tertinggi 1.000 derajat Celcius (1.830 Fahrenheit). Aliran ini biasanya menyentuh tanah, bergerak menuruni bukit serta menyebar ke menyapu lereng gunung karena gravitasi Bumi.

Batuan yang terkandung pada awan panas disebut juga Tephra, yang kabarnya dapat mencapai kecepatan 700 kilometer per jam (450 mph). Kecepatan laju ini bergantung pada kepadatan arus, tingkat keluaran vulkanik dan gradien lereng.

Tidak hanya bebatuan, aliran piroklastik juga bisa mengandung gas, uap dan air dengan suhu sangat tinggi. Pada peristiwa letusan Gunung Pelee di Prancis pada1902, awan panas sampai membunuh 30 ribu orang.

Volume aliran piroklastik ini berkisar dari beberapa ratus meter kubik menjadi lebih dari seribu kilometer kubik. Aliran yang terbesar bisa melakukan perjalanan hingga ratusan kilometer. Skala ini muncul selama beberapa ratus ribu tahun.

Sebagian besar aliran piroklastik sekira satu sampai 10 kilometer kubik dan bisa menempuh perjalanan beberapa kilometer. Energi kinetik dari batu-baru yang bergerak akan meratakan pohon dan bangunan yang dilaluinya.

Gas panas dengan kecepatan tinggi akan membuat awan panas menjadi mematikan. Aliran ini bisa membakar organisme hidup dalam waktu cepat.
 
Terakhir disunting oleh moderator:
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.