• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita PENIPUAN CANAKER Masih Bergentayangan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
iCuAh.jpg
SOLO--Di tengah susahnya mencari pekerjaan, penipuan berkedok mencari calon tenaga kerja (Canaker) di Kota Solo rupanya masih kerap terjadi. Salah satu indikasinya ialah meminta uang di awal pendaftaran dengan berbagai janji diterima kerja serta sederet alasan untuk administrasi.

“Jangan dilayani kalau ada yang minta-minta uang seperti itu. Langsung tolak saja,” tegas Kepala Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Solo Sukiyo kepada Solopos.com setelah menerima pengakuan dugaan penipuan Canaker dari salah satu calon peserta pelatihan BBLKI, Jumat (10/5).

Perusahaan yang diduga melakukan penipuan tersebut sejak awal sebenarnnya sudah akan ditolak ketika menjalin kerjasama dengan BBLKI. Alasannya, perusahaan tersebut hanya mencari tenaga sales, bukan tenaga yang memiliki keahlian seperti yang dilatih di BBLKI. “Padahal, kami kan mencetak tenaga ahli, bukan mencetak tenaga sales,” jelas Kabid Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BBLKI, Arif Gunawan.

Selain itu, perusahaan tersebut juga belum pernah menjelaskan secara rinci kesepakatan atau MoU dengan BBLKI. Yang Arif ketahui, selama ini hanya ada penyampaian bahwa calon lulusan BBLKI akan ditraining dan dipekerjakan di perusahaan tersebut. “Kami tak tahu sama sekali seperti apa tenaga lulusan BBLKI setelah ditraining nanti. Kini, kan kami jadi tahu,” paparnya.

Atas hal itulah, BBLKI akan segera melakukan evaluasi. Pihaknya juga akan meninjau kembali apakah masih melanjutkan kerjasama dengan perusahaan yang diduga melakukan tindakan nakal tersebut. “Itu biasanya hanya akal-akalan, semacam MLM (multi level marketing-red)gitu. Kalau gitu sih, nggak dilatih pun juga bisa,” paparnya.

Meski demikian, kerjasama dengan sejumlah perusahaan yang dikenal cukup bonafit, seperti PT SMART tetap akan berjalan. Sebab, selama ini kerjasama tersebut telah terjalin baik dan terbukti mampu menyerap lulusan BBLKI.

Di sisi lain, BBLKI juga mulai mengubah strategi penyaluran tenaga kerja. Salah satunya ialah baru akan mendidik calon peserta BBLKI jika telah ada permintaan dari perusahaan terkait. Langkah tersebut dicoba dengan alasan agar pelatihan yang diberikan kepada peserta BBLKI bisa langsung siap pakai.

“Selama ini kan peserta yang dilatih di BBLKI belum tentu terserap kerja setelah lulus. Makanya, strategi kami ubah,” tegasnya.

solopos
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.