• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pengorbanan Seorang Ibu

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. stanza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

stanza

IndoForum Beginner E
No. Urut
44969
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
441
Nilai reaksi
3
Poin
18
Pengorbanan Seorang Ibu
(Timoutius 5:4; Amsal 23-22)

Seseorang berkisah tentang pengorbanan ibunya, Aku lahir di dalam keluarga miskin yang seringkali kekurangan makanan. Ibu mengetahui bahwa aku belum kenyang, sehingga ia memindahkan nasinya ke piringku sembari berkata, "Ini untukmu nak, Ibu tidak lapar."Padahal aku tahu persis bahwa ibu belum makan, Ibu pasti lapar.

Agar aku mendapatkan makanan bergizi, ibu sering pergi memancing. Sepulangnya dari memancing, ia memasak sup ikan yang lezat dan memberikannya kepadaku. Aku memakannya denagan lahap, tetapi aku memperhatikan, bahwa ibu mengambil tulang ikan bekas aku makan dan mulai memakan daging ikan yang masih tersisa di tulang tersebut. Aku sedih melihat ibu. Kemudian dengan sumpitku aku memberikan daging ikan kepadanya, tetapi ia berkata, "Buat kamu saja nak, Ibu tidak suka ikan." Ibu berkata begitu meskipun aku tahu bahwa ibu suka ikan.

Ketika aku masuk SMP, biaya yang kuperlukan semakin banyak. Untuk mendapatkan uang tambahan, ibu bekerja menempel kotak korek api. Walau sudah larut malam, aku masih melihat Ibu menempel kotak korek api dengan penerangan lilin yang kecil. "Ibu tidak mengantuk?" tanyaku."Tidurlah Nak, Ibu belum mengantuk," jawabnya . Padahal aku melihat matanya sudah hampir terpejam karena menggantuk.

Ketika aku menjalani ujian, Ibu cuti dari pekerjaan untuk menemaniku pergi ujian. walau terik matahari tersa mnyengat ibu tetap menungguku di luar. Selesai ujian, ibu memberiku teh manis. karena aku melihat ibu kepanasan dan pasti haus, maka aku memberikan gelas berisi teh kepada Ibu, tetapi ia berkata"Minumlah Nak, Ibu tidak Haus"

Singkat cerita, setelah lulus S1, aku melanjutkan S2 dan bekerja di perusahaan Amerika. Gajiku cukup besar, sehingga aku bermaksud mengajak Ibu tinggal bersamaku dan menikmati hidup di Amerika. Tetapi ia berkata Aku tidak terbiasa hidup di sana " Aku tahu ibu mengatakan itu karena tidak ingin merepotkanku.

Di usianya yang sudah tua, ibu terkena kanker lambung dan penyakit itu membuatnya tersiksa. Aku menangis melihat penderitaan ibu, tapi ia berkata"Jangan menangis nak, Ibu tidak merasa sakit." Itu adalah ucapan terakhir ibu sebelum ia menutup matanya dan kembali ke pangkuan Tuhan.

Kisah di atas adalah gambaran kasih dan pengorbanan seorang ibu, sebagai anak, kasihi, hormati dan balaslah budi baik ibu kita, karena ini adalah kehendak Tuhan. Renungkanlah sejenak apa yang sudah anda lakukan bagi Ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan Anda. Jika saat ini Anda sedang mengalami keretakan hubungan denagan Ibu Anda, adakan pemberesan sehingga berkat-berkat Tuhan tidak terhambat.

DOA
Bapa, berkatilah ibuku yang sudah berkorban bagiku. Berilah dia kesehatan dan sukacita senantiasa . Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.