• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penggunaan Premium Tidak "Manusiawi"

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
OqvaY.jpg
Masih digunakannya bensin denganresearch octane number (RON) 88 yang di Indonesia dikenal dengan premium oleh Pertamina terus mendapatkan kritikan. Pasalnya bensin jenis itu dianggap tidak lagi sesuai dengan teknologi kendaraan dan cenderung merusak mesin.

Menurut Rektor Kwiek Kian Gie School Business Anthony Budiawan, R0N 88 tidak lagi digunakan oleh negara-negara lain. Bahkan Malaysia saja sudah menggunakan R0N 95. "Malaysia saja pakai R0N 95, karena R0N 88 itu tidak manusiawi," ujar Anthony saat menjadi pembicara dalam seminar Mencari Harga BBM yang Pantas Bagi Rakyat, Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Lebih lanjut, menurut dia, sistem pengelolaan migas di Indonesia memiliki ironi tersendiri. Dia menyoroti tata kelola migas yang saat ini tidak transparan. Bahkan biaya produksi BBM saja menurut dia tidak pernah dibuka ke publik.

"Tidak ada transparansi, misalnya Pertamina jual ke PLN, berapa harga itu, harganya berapa dong kasih tahu berapa harga pembelian solar PLN ke Pertamina, biar kita bisa tahu nantinya perbedaan dengn solar yang di SPBU," kata dia.

Oleh karena itu, dia mengusulkan agar Pertamina tidak lagi memakai R0N 88 dan lebih memaksimalkan penggunaan R0N 92 atau R0N 95.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.