• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penggowes Tertua, Pebalap yang Juga Pemijat

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
bQruU.jpg

Di antara 67 peserta Jelajah Sepeda Bali-Komodo, ternyata ada yang mantan pebalap sepeda road. Dia adalah Daeng Sayadi. Lelaki beumur 64 ini adalah peserta tertua.

Tak hanya itu, dia ternyata ahli pijat yang ringan tangan membantu memijat peserta lain yang kelelahan. Namun, dia masih tangguh. Sudah dua etape yang berjarak hampir 250 kilometer, dia selesaikan dengan baik. Dia tak pernah mengeluh meski dibakar panas matahari dan harus melewati tanjakan demi tanjakan. Kehebatannya semasa jadi pebalap masih terlihat.

"Saya sebenarnya sudah 20 tahun tak bersepeda. Tapi, begitu ada Bali Bike (14-16 September 2012), saya tertarik ikut. Ternyata tak keteteran," kata Daeng Sayadi.

Ternyata, saat diundi, dia termasuk peserta yang diikutkan ke Jelajah Sepeda Bali-Komodo. Dia pun menyambut dengan baik.

Daeng Sayadi lahir di Sulawesi Selatan. Semasa muda, dia adalah atlet sepeda Pengcab ISI Sulsel. Sebab itu, ia sering mewakili Sulsel di berbagai kejuaraan.

"Saya pernah juara PON, tapi lupa kapan. Yang masih ingat justru ketika meraih perunggu PON VII di Surabaya," katanya. "Saya tiba-tiba rindu bersepeda lagi, sekalian ingin nostalgia. Apalagi, bertemu pesepeda lainnya sangat menyenangkan. Apalagi, Komodo bikin penasaran," tambahnya.

Hebatnya, meski tetap kuat bersepeda di usia 64 tahun, dia seolah juga punya tenaga lebih. Setiap selesai etape, dia ringan tangan membantu peserta lain dengan melakukan pemijatan.

"Pijatannya luar biasa. Kuat dan enak. Dia seolah tahu otot-otot yang harus dipijat. Apalagi, dia ternyata membawa minyak khusus yang terasa enak di badan," kesan Joko, salah satu peserta yang sudah merasakan pijatannya.

Ayah enam anak ini juga mengaku pernah menekuni profesi sebagai pelatih sepeda tahun 1980-an. Namun, karena kesibukan bisnisnya, ia berhenti pada 1992 dan tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi direktur perusaaan kontraktor.
 
maju terus om...
boleh donk kapn kapan minta pijitin...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.