Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pengemis, sosok lusuh yg biasa duduk di pinggir jalan sembari menadahkan kedua tangan dengan asa ada yg berbaik hati memberi uang untuk makan. Bisa ditemui dengan mudah di kota kota akbar & gampang dikenali dengan tampilannya yg tidak mengenakkan lengkap dengan wajahnya yg mengundang rasa kasihan.
Setiap hari memohon rezeki pada orang yg lewat, berharap supaya mereka mau membagikan sedikit rezekinya. Seribu dua ribu dia kumpulkan supaya dapat menatap masa depan.
Percaya nggak kalo orang indonesia itu murah hati? Saya sih percaya karna data menunjukkan bahwa para pengemis di jakarta sanggup memperoleh sedekah sebesar satu juta perharinya. pendapatan itu pun masih dapat meningkat tergantung dari skill si pengemis dalam mencari tempat ramai & juga tergantung pada seberapa mengenaskannya tampilan si pengemis.
Coba bayangkan, 1 juta dikali 30 hari, hasinya 30 juta perbulan. Adakah IFers disini yg penghasilannya lebih dari 30 juta perbulan?
Penghasilan itu pun masih dapat meningkat 2 hingga 3 kali lipat. Mau tau caranya? Itu adalah dengan menarik simpati masyarakat.
Pernah melihat pengemis yg cacat fisik? Atau pengemis yg membawa bayi? Atau pengemis cacat yg membawa bayi? Coba bandingkan pengemis semacam itu dengan pengemis yg masih terlihat kuat untuk bekerja? Kepada siapa uang anda akan anda berikan?
Anda mungkin akan memberikan uang tanpa bertanya apapun lagi meski kenyataannya pengemis itu cuma berpura pura lumpuh. Meski kenyataannya yg digendong oleh pengemis itu bukanlah anaknya.
Apakah mereka menipu? Tidak, mereka tidak pernah bilang kalau mereka lumpuh, mereka juga tak pernah bilang bahwa anak itu adalah anaknya. Kita saja yg sudah bodoh karna percaya.
Banyak orang yg merantau ke kota akbar dengan asa mendapat hidup yg lebih baik namun akhirnya gagal & menggelandang. Saat jadi pengemis mereka akhirnya takjub dengan pendapatan yg mereka miliki & memilih terus berkarir sebagai pengemis.
Uang mudah, cukup pakai baju lusuh & duduk di pinggir jalan maka uang datang tanpa perlu susah susah kerja dibawah tekanan. Siapa yg tak mau kerja gampang seperti itu? Tak heran banyak orang berhenti kerja & memilih jadi pengemis.
Masyarakat memandang rendah pengemis namun pengemis hidup lebih mewah dari kebanyakan masyarakat. Tanpa perlu kerja keras, tak perlu modal akbar namun hasilnya menggiurkan.
Tapi saya tidak mau jadi pengemis. Meski menggiurkan namun itu membosankan. Meski punya banyak uang namun sering ketakutan saat ditanya apa pekerjaannya. Meski tidak perlu susah namun hati sering tak tenang saat duduk dijalanan saking takutnya bila ketahuan kenalan.
Mulai sekarang mari kita stop memberi uang pada pengemis. Jika harap berbuat baik maka kotak amal masjid/gereja sering terbuka untuk kita sedekah. Ingat, menolong dalam kemalasan adalah sebuah kejahatan.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.