yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Loyalis mantan capres Prabowo Subianto memprotes pengangkatan Dharmawan sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya yang berasal dari Partai Gerindra.
Mantan kader dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai sebagai kutu loncat dan tidak loyal kepada Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat pilpres lalu.
Protes tersebut disampaikan Ketua Bidang OKK DPD Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jawa Timur Bambang Smit. Menurutnya, pengangkatan Dharmawan atau yang akrab disapa Aden itu dianggap cacat secara moral.
Ia menduga ada permainan dengan Pengurus DPD Partai Gerindra Jawa Timur, sehingga rekomendasi Dharmawan sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya muncul.
"Ini adalah persoalan loyal kepada Prabowo Subianto. Kami menganggap Dharmawan tidak loyak. Tak hanya Surabaya saja, kami akan memprotes siapa-siapa yang tidak loyal tapi malah meraup keuntungan," kata Bambang, Rabu (3/9/2014).
Saat pilpres lalu, ketidakloyalan Dharmawan ketika tim pemenangan Prabowo-Hatta membutuhkan bantuan. Meski sudah sebagai kader Partai Gerindra, Dharmawan tidak menggubris ketika diminta untuk pemenangan Ketua Dewan Pembina Gerindra itu.
Aden mengatakan, saat Pilpres lalu Dharmawan dengan tegas menolak memberikan bantuan dalam pemenangan pasangan Prabowo-Hatta. Hal itu dibuktikan dengan pernyataan melalui pesan pendek yang dikirim ke salah satu Tim pemenangan yang lain.
"Kami akan melakukan mapping siapa saja yang tidak loyal kepada Prabowo. Jangan sampai nanti cacat Moral," tegasnya.
Sebagai loyalis Prabowo, ia juga akan membeberkan protes ini ke jajaran pengurus DPP Partai Gerindra agar dilakukan evaluasi turunnya madat tersebut. Sebagaimana diketahui di jajaran DPRD Kota Surabaya, Partai Gerindra mendapatkan jatah kursi sebagai Pimpinan DPRD kota Surabaya.
"Kami minta jabatan itu diberikan sesuai dengan porsi perjuangannya ketika Pilpres lalu. Ngapain yang tidak loyal diberikan tempat," pungkasnya.
Mantan kader dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai sebagai kutu loncat dan tidak loyal kepada Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat pilpres lalu.
Protes tersebut disampaikan Ketua Bidang OKK DPD Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jawa Timur Bambang Smit. Menurutnya, pengangkatan Dharmawan atau yang akrab disapa Aden itu dianggap cacat secara moral.
Ia menduga ada permainan dengan Pengurus DPD Partai Gerindra Jawa Timur, sehingga rekomendasi Dharmawan sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya muncul.
"Ini adalah persoalan loyal kepada Prabowo Subianto. Kami menganggap Dharmawan tidak loyak. Tak hanya Surabaya saja, kami akan memprotes siapa-siapa yang tidak loyal tapi malah meraup keuntungan," kata Bambang, Rabu (3/9/2014).
Saat pilpres lalu, ketidakloyalan Dharmawan ketika tim pemenangan Prabowo-Hatta membutuhkan bantuan. Meski sudah sebagai kader Partai Gerindra, Dharmawan tidak menggubris ketika diminta untuk pemenangan Ketua Dewan Pembina Gerindra itu.
Aden mengatakan, saat Pilpres lalu Dharmawan dengan tegas menolak memberikan bantuan dalam pemenangan pasangan Prabowo-Hatta. Hal itu dibuktikan dengan pernyataan melalui pesan pendek yang dikirim ke salah satu Tim pemenangan yang lain.
"Kami akan melakukan mapping siapa saja yang tidak loyal kepada Prabowo. Jangan sampai nanti cacat Moral," tegasnya.
Sebagai loyalis Prabowo, ia juga akan membeberkan protes ini ke jajaran pengurus DPP Partai Gerindra agar dilakukan evaluasi turunnya madat tersebut. Sebagaimana diketahui di jajaran DPRD Kota Surabaya, Partai Gerindra mendapatkan jatah kursi sebagai Pimpinan DPRD kota Surabaya.
"Kami minta jabatan itu diberikan sesuai dengan porsi perjuangannya ketika Pilpres lalu. Ngapain yang tidak loyal diberikan tempat," pungkasnya.