Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
NEW YORK, JUMAT - Setelah 2 hari terakhir merosot, harga minyak kembali tertekan Jumat (7/11) setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pengurangan tenaga kerja hingga 240.000 orang lalu pada Oktober lalu. Pengurangan tenaga kerja itu menunjukkan kemerosotan tertinggi dalam 14 tahun terakhir dan mengisyaratkan akan berkurangnya pemakaian bahan bakar di kalangan bisnis dan konsumen.
Menjelang transaksi sore waktu Eropa di bursa komoditas New York Mercantile Exchange, kontrak pengiriman minyak mentah light, sweet untuk bulan Desember turun 17 sen serta berada pada 60,60 dollar AS per barrel. Pada sesi awal, kontrak tersebut masih berada pada 62,82 dollar AS per barrel. Kamis (6/11) kemarin, kontrak ini ditutup turun 4,53 dollar AS per barrel serta ditutup pada 60,77 dollar AS per barrel setelah sehari sebelumnya merosot 5,23 dollar AS.
Data yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS menunjukkan angka pengangguran meningkat hingga 6,5 persen Oktober lalu. Peningkatan angka pengangguran itu merupakan bukti pasti dari hampir terperosoknya AS ke dalam resesi.
baru bukti pasti dari hampir terperosoknya AS dalam resesi kan ? berarti belum resesi sungguhan ya ....?
kalau Indonesia gimana yah ? sudah resesi atau hampir resesi /heh
mana yang lebih parah