akatsukigold
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 52840
- Sejak
- 16 Sep 2008
- Pesan
- 2.000
- Nilai reaksi
- 47
- Poin
- 48
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menjelang pelaksanaan eksekusi Amrozi Counter Strike di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, pengamanan di kompleks wisata Candi Prambanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diperketat.
Walaupun pengamanan diperketat, wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke objek wisata candi ini tetap leluasa tanpa harus diperiksa secara ketat terhadap barang bawaannya dengan metal detector, demikian keterangan dari Yusri, petugas Dinas Purbakala Jateng ketika dihubungi dari Semarang, Jumat (31/10).
Sementara Kapolres Klaten AKB Rikwanto menyatakan, sistem pengamanan yang dilakukan di kompleks Candi Prambanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup terhitung sejak Kamis (30/10).
Artinya, ada petugas kepolisian dengan pakaian dinas langsung ditempatkan di lokasi candi, namun ada pula yang berpakaian biasa bertugas di sana (candi).
Mengenai jumlah personel yang ditugaskan di kompleks candi dinilai sudah mencukupi, katanya.
Menurut Yusri, candi yang pernah mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa bumi tektonik yang melanda daerah ini bulan Mei 2006 sampai saat ini terus diperbaiki oleh Dinas Purbakala Jateng.
Ia menjelaskan, perbaikan terus dilakukan menghadapi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) yang jumlahnya diperkirakan meningkat tajam pada saat libur panjang kenaikan kelas/kelulusan, akhir tahun, dan Lebaran.
Berdasarkan catatan yang ada, candi tempat pemujaan bagi umat Hindu ini dibangun pada Kamis Wage tanggal 11 bulan Margasirsa tahun Saka 778 atau tepatnya 11 November 856 Masehi.
Candi ini terdiri dari sebuah candi induk yang diapit oleh candi Perwara yang berjumlah 240 buah dan candi Apit sebanyak delapan buah.
Karena candi itu berjumlah cukup banyak, maka disebut pula sebagai candi Sewu (seribu).
Melihat keunikan candi ini, maka tidak mengherankan pada musim libur panjang Lebaran 2008, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan mencapai puluhan ribu orang.
Sementara itu, keterangan dari Dinas Pariwisata (Diparta) Provinsi Jawa Tengah, objek wisata Candi Prambanan sampai saat ini menjadi salah satu andalan objek wisata bagi Pemkab Klaten.
Menurut dia, dibutuhkan waktu yang lama, ketelitian, dan kehati-hatian untuk melakukan perbaikan kembali candi yang mengalami kerusakan akibat gempa itu, termasuk yang paling parah adalah bagian tubuh dan bawah Candi Brahma yang rusak akibat gempa bumi tersebut.
"Dulu, sebelum gempa, wisatawan bisa langsung mengunjungi langsung ke candi ini. Namun, pascagempa, tidak bisa langsung. Karena adanya kerusakan pada candi ini," katanya.
Selain membutuhkan waktu cukup lama, perbaikan candi ini juga membutuhkan dana yang besar, ketelitian dan kehati-hatian serta kecermatan yang tinggi.
Bangunan candi Brahma terletak di kompleks Candi Sewu Prambanan yang berada di wilayah Klaten Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta.
Walaupun pengamanan diperketat, wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke objek wisata candi ini tetap leluasa tanpa harus diperiksa secara ketat terhadap barang bawaannya dengan metal detector, demikian keterangan dari Yusri, petugas Dinas Purbakala Jateng ketika dihubungi dari Semarang, Jumat (31/10).
Sementara Kapolres Klaten AKB Rikwanto menyatakan, sistem pengamanan yang dilakukan di kompleks Candi Prambanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup terhitung sejak Kamis (30/10).
Artinya, ada petugas kepolisian dengan pakaian dinas langsung ditempatkan di lokasi candi, namun ada pula yang berpakaian biasa bertugas di sana (candi).
Mengenai jumlah personel yang ditugaskan di kompleks candi dinilai sudah mencukupi, katanya.
Menurut Yusri, candi yang pernah mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa bumi tektonik yang melanda daerah ini bulan Mei 2006 sampai saat ini terus diperbaiki oleh Dinas Purbakala Jateng.
Ia menjelaskan, perbaikan terus dilakukan menghadapi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) yang jumlahnya diperkirakan meningkat tajam pada saat libur panjang kenaikan kelas/kelulusan, akhir tahun, dan Lebaran.
Berdasarkan catatan yang ada, candi tempat pemujaan bagi umat Hindu ini dibangun pada Kamis Wage tanggal 11 bulan Margasirsa tahun Saka 778 atau tepatnya 11 November 856 Masehi.
Candi ini terdiri dari sebuah candi induk yang diapit oleh candi Perwara yang berjumlah 240 buah dan candi Apit sebanyak delapan buah.
Karena candi itu berjumlah cukup banyak, maka disebut pula sebagai candi Sewu (seribu).
Melihat keunikan candi ini, maka tidak mengherankan pada musim libur panjang Lebaran 2008, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan mencapai puluhan ribu orang.
Sementara itu, keterangan dari Dinas Pariwisata (Diparta) Provinsi Jawa Tengah, objek wisata Candi Prambanan sampai saat ini menjadi salah satu andalan objek wisata bagi Pemkab Klaten.
Menurut dia, dibutuhkan waktu yang lama, ketelitian, dan kehati-hatian untuk melakukan perbaikan kembali candi yang mengalami kerusakan akibat gempa itu, termasuk yang paling parah adalah bagian tubuh dan bawah Candi Brahma yang rusak akibat gempa bumi tersebut.
"Dulu, sebelum gempa, wisatawan bisa langsung mengunjungi langsung ke candi ini. Namun, pascagempa, tidak bisa langsung. Karena adanya kerusakan pada candi ini," katanya.
Selain membutuhkan waktu cukup lama, perbaikan candi ini juga membutuhkan dana yang besar, ketelitian dan kehati-hatian serta kecermatan yang tinggi.
Bangunan candi Brahma terletak di kompleks Candi Sewu Prambanan yang berada di wilayah Klaten Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta.