• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pengalaman Sakit Covid Varian Baru

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Tanggal 1 Juni 2021, saya ke klinik karena anjuran dari HRD setelah teman seruangan saya positif covid-19 & hasilnya adalah "saya pun positif".

Saya tidak merasa kaget saat mengetahui hasilnya, sejujurnya saya memiliki kebiasaan minum vitamin setiap hari sejak pandemi untuk menjaga stamina. Tetapi Covid dapat menyerang siapa saja, yg terlihat sehat dapat jadi rentan. Yang tidak peduli kesehatan dapat jadi dia tidak terkena sakit. Selama statusnya jadi pandemi global, covid dapat menyerang siapa saja.

Saya mendapat banyak pertanyaan seperti "hilang penciuman gak?" "Demam gak?" . Rasanya jenuh sekali karena bukan itu gejala yg saya alami.

Disaat saya susah tidur di malam hari saat isolasi mandilu, saya mencari berita di TV mengenai gejala Covid yg saya alami. Ternyata saya terkena Covid varian baru.

Pertama, saya merasakan sakit badan yg luar biasa ambruk. Saya dulu pernah sakit tifus, rasanya tidak jauh berbeda. Saya mencoba meminum obat untuk nyeri otot & tidak banyak beraktivitas, setelah 3 hari itu sakit badan saya hilang sendirinya.

Kedua, saya merasakan sakit kepala yg luar biasa. Saya tipikal orang yg menghindari obat sakit kepala, tetapi saya menyerah dengan rasa sakit seperti mencengkeram. Beruntunglah saya cuma merasakan sakit kepala cuma dijam-jam tertentu saja. Saya meminum obat sakit kepala yg mudah dibeli di warung. Cukup membantu, tetapi tidak bertahan lama. Saat itu saya perdana kali merasakan sakit kepala tak tertahankan selama hidup saya.

Saat saya diketahui positif covid, beruntungnya saya memiliki banyak dukungan dari orang terdekat seperi keluarga, calon suami saya, calon mertua saya, tetangga, teman-teman saya baik di dunia nyata & dunia maya.

Banyak saran khususnya dari calon ibu mertua yg berpengalaman mengurus orang yg isolasi berdikari (calon adik ipar saya). Mamah memberi tahu saya bahwa resep dokter itu isinya antivirus & beberapa vitamin yg harus diminum sesuai resep. Khususnya antivirus akan memberikan reaksi yg berbeda, kalau ada yg memiliki masalah lambung mengatakan mamah lambungnya enggak kuat. Antivirus nya menciptakan tubuh lemas. Benar sekali, saya pada awal meminum obat itu rasanya sangat lemas hingga saya tertidur bukan karena ngantuk, tetapi karena saya lemas. Beruntungnya saya sanggup menghabiskan obat itu selama 5 hari sesuai resep, & beruntunglah saya sanggup tidak memiliki masalah lambung saat meminum obat itu.

Kebetulannya, disaat yg sama ada beberapa teman saya yg sakit covid varian baru.

Teman saya sudah 2x menerima vaksin, tetapi dia pun saat ini sama sama sakit covid & menjalani isolasi berdikari dengan gejala yg sama dengan saya ditambah sesak & lambung.

Ada juga teman saya yg lainnya sudah menerima vaksin duluan karena dia bekerja sebagai tenaga medis, namun dia sakit Covid juga bahkan dia dirawat di RS.

Pelajaran yg dapat diambil dari pengalaman teman saya adalah, orang yg sudah di vaksin belum tentu kebal Covid. Semua kembali ke ketahanan tubuh masing-masing.

Quote:
Pengalaman Sakit Covid Varian Baru

sumber gambar​


Beberapa saran yg didapatkan oleh saya dari orang terdekat (bukan dari dokter) seperti banyak berjemur, terapi uap kayu putih, meminum campuran teh+madu+jeruk nipis+garam yg didapatkan dari hasil forward di wasap.
Ada yg harap saya kritik seperti :

Quote:
1. Berjemur
Jika memiliki rumah dengan halaman yg cukup, dapat dilakukan di rumah sendiri. Pada kenyataannya berjemur di rumah sendiri menciptakan tetangga risih. Paranoid berpikir bahwa virus dapat terbang ke rumah tetangga. Hal ini terjadi di lingkungan saya saat awal pandemi Covid tahun kemarin. Lalu, bagaimana kalau ini terjadi? Penderita covid harap sehat tetapi tetangga paranoid. Jika memungkinkan lebih baik pergi berjemur ketempat yg luas & lebih jauh dari rumah untuk menghindari konflik dengan tetangga, tetapi saat masa pengobatan dokter sudah memberikan vitamin D yg paling banyak dibandingkan vitamin lainnya. Berjemur bukan suatu hal sakral yg wajib dilakukan penderita covid karena vitamin D sudah didapatkan dari obat. Tapi kembali lagi ke anjuran hidup sehat penderita Covid untuk tetap berolahraga & mendapatkan sirkulasi udara yg bagus.


Quote:
2. Terapi uap kayu putih
Ini cukup menolong saat indera penciuman menipis atau menghilang. Pada covid varian baru hilangnya indera penciuman bukan terjadi pada awal sakit, tetapi setelah melewati masa sakit otot & sakit kepala berdasarkan pengalaman saya.
Saat di fase ini, sebaiknya hidung kembali dilatih untuk mencium berbagai aroma. Saat makan, dapat mencoba mencium aroma makanan. Saat minum, dapat mencoba mencium aroma minuman. Bisa juga mencoba menghirup aroma lainnya seperti sabun, parfum, atau apapun yg memiliki aroma. Hidung tidak cuma mencium aroma kayu putih saja supaya penciuman lebih cepat normal kembali.


Quote:
3. Meminum campuran teh+madu+jeruk nipis+garam
Saya agak percaya enggak percaya dengan ramuan ini, karena secara kandungan gizinya pun kurang maksimal. Lebih baik minum jus asli buah-buahan yg dibuat sendiri, atau meminum minuman sereal yg kaya gizi. Bukan masalah rasanya itu: lemon tea campur garam, tetapi saat sakit covid tubuh butuh tambahan vitamin lainnya tidak cuma vitamin C.


Sebagai tambahan, isolasi berdikari selama 14 hari tidak menjamin kondisi tubuh akan fit dengan sendirinya. Masa penyembuhan tubuh setiap orang dapat lebih cepat atau lebih lambat. Kembali ke kondisi tubuh setiap orang, & juga dukungan dari orang sekitar.

Untuk IFers yg masih berjuang melawan covid, tetap semangat & jaga lupa untuk fokus sehat secepat mungkin. Tetap sabar, jangan sedih, jangan kecewa, & juga sedapat mungkin jangan stress.

Semoga thread ini bermanfaat, walaupun cuma sekedar berbagi pengalaman saja.
Terima kasih
emoticon-Smilie



Pengalaman Sakit Covid Varian Baru
Hari ini 15:54
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.