• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pengalaman panik attack /GAD/GERD

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Pengalaman terkena GAD (generalized anxiety disorder)

*3,oktober, 2020*

Saat itu kondisi saya sudah stress, & waktu pun sudah menunjukkan jam 3 pagi lewat. Selsai meneguk segelas kopi & merokok yg banyak, saya mulai berbaring di sofa & membaca novel, selang beberapa menit tiba-tiba napas saya seperti mulai menghilang.
sebelumnya saat saya berbaring di sofa, saya sempat stres, & berfikir "bagaimana tentang masa depan saya?",dan juga ada rasa kekecewaan.
Lanjut...setelah nafas mulai terasa menghilang, saya sangat panik & pergi kedapur mengambil segelas air untuk diminum, kondisi saya saat itu rasanya seperti harap pingsan tetapi saya lawan, & saya sempet berfikir "apakah ini akhir dari hidup saya?. "
Dan saya pun mulai duduk secara perlahan di lantai & mulai istighfar sedapat mungkin, karena seluruh tubuh saya rasanya seperti keram & saya sangat panik, di sisi lain keram tersebut makin lama makin menjadi-jadi, & waktu terasa sangat lama sekali bagi saya, hingga pada suatu ketika orang tua sayapun terbangun & panik melihat saya demikian, & orang tua saya mencoba untuk menenangkan saya & ia mencoba membangunkan kakak saya yg tertidur dilantai 2.
Posisi saya saat itu cuma memejamkan mata & mencoba mengatur nafas.
selang beberapa lama akhirnya saya rillex, tetapi setiap khawatir akan kematian, tubuh saya mulai gemetar kembali (gemetar ini bukanlah gemetar yg mudah di kendalikan! ).
Dan saya cuma dapat pasrah & akhirnya pun saya kembali normal, tetapi masih ada rasa ketakutan akan hal yg namanya kematian karena rasanya seperti bukan tubuh saja yg diguncang tetapi jiwa saya pun juga ikut diguncang.
dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 03.40 pagi, & saya sholat tahajud sekalian menunggu sholat subuh.
Dikemudian hari, akhirnya saya berfikir tentang seberapa pentingnya kehidupan, & mulai merubah kepribadian yg lebih baik.
Yg menciptakan kondisi saya cepet membaik adalah cuek akan rasanya kematian & berolahraga sangat berperan bagi saya, untuk cepet melupakan kejadian tersebut.

" Pria tidak pernah puas, namun mereka juga puas pada saat yg sama! Sama seperti gua, yg tidak pernah puas dengan kemampuannya saat ini, akan bahagia dengan setiap perbaikan kecil. " Kemarin 22:44
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.