Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kereta api merupakan moda transportasi biasa yg jadi primadona banyak orang ketika mudik. Jika membandingkan kondisi kereta api sekarang & dulu, sungguh-sungguh jauh berbeda. Khususnya kelas ekonomi. Kalau kelas bisnis & eksekutif jangan tanya, ya. Soalnya saya cuma dua kali-kalinya berada di dalamnya.
Tapi, kalau ngomongin kelas ekonomi, hampir tiap tahun saya numpang. Dari kecil sampe jaman kerja. Surabaya-Banjar & sebaliknya. Juga Banjar-kertosono & sebaliknya.
Dari sekian seringnya menaiki kereta api, tentu banyak kejadian & pengalaman yg terjadi. Baik yg berkesan manis maupun pahit.
Kalau kejadian manis saya sih, seperti halnya ketika berkenalan dengan cowok asal Kebumen & Purwakarta yg akhirnya berlanjut jadi sahabat pena. Secara anak SMA jaman saya masih belum ada HP, kan
Namun, ada Beberapa kejadian pahit yg pernah saya alami juga. Salah satunya ketika kereta api yg saya naiki mengalami kecelakaan. Kejadian ini memang sudah berlalu hampir dua puluh tahun lalu. Tapi, begitu membekas di ingatan.
Kecelakaan kereta yg saya alami terjadi saat saya masih SD. Waktu itu libur menjelang lebaran, saya bersama ibu angkat --uwak-- & keponakan yg masih TK berangkat dari Stasiun Semut Surabaya menuju Banjar. Kami menumpang kereta Pasundan. Di awal keberangkatan semuanya lancar seperti biasa. Namun, saat memasuki daerah Gandrungmangun tiba-tiba saya merasakan kereta seolah membentur sesuatu yg keras. Kemudian berhenti lama. Padahal bukan di stasiun, tetapi di tengah-tengah sawah.
Ketika itu saya gak paham apa yg sedang terjadi. Hanya saja orang-orang dewasa pada panik termasuk uwak. Setelah beberapa saat barulah diketahui kalau kereta yg membawa kami sudah menabrak truk bermuatan beras berpuluh-puluh ton yg terjebak di tengah-tengah perlintasan kereta. Sampai-hingga lokomotifnya nyungsep ke sawah.
Kebetulan saat itu saya berada di gerbong 3. Sungguh tidak dapat membayangkan seandainya kami berada di gerbong 1 atau 2. Boleh jadi kami pun akan jadi salah satu korban yg terluka. Akan tetapi, meski badan kami tak lecet secuilpun, trauma itu tetap ada.
Lalu, kapok kah saya naik kereta? Oh tentu tidak
Selain kecelakaan tadi, ada satu lagi pengalaman kurang sedap yg pernah saya alami.
Saat itu, saya pernah dengan terpaksa berada di lorong dekat toilet & pintu masuk kereta selama semalam penuh. Dari Banjar hingga Kertosono. Sebab, jangankan untuk dapat kursi. Sekadar untuk berada di lorong dalam gerbong saja gak dapat. Saking membludaknya penumpang arus balik sesudah lebaran tahun 2005.
Beruntungnya kereta api ekonomi di masa sekarang sudah sangat tertata dengan baik. Ya, walaupun untuk itu harus menebusnya dengan harga tiga kali lipat dari sebelumnya,
Nah ... di sini, adakah gansist yg memiliki pengalaman serupa dengan saya? Ayolah kita bercerita & bernostalgia tentang kereta api jadul,
Mari tetap santun & menghargai dengan sesama
Thread by rirandara
Pengalaman pribadi
Foto: 1, 2, 3