yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Hingga akhir Maret 2012, bunk Indonesia (BI) menerima 216.708 pengakuan perbankan. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 417 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Menurut Direktur Eksekutif Kepala Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan bunk Indonesia Sri Rahayu Widodo jumlah yang paling mendominasi berasal dari produk kartu kredit dan ATM. "Ini sebesar 96,31 persen dari total pengakuan," kata Sri Rahayu di Parkir Timur Senayan Jakarta, Minggu 1 Juli 2012.
Menurut Sri Widodo, peningkatan jumlah pengakuan kartu kredit itu disebabkan beberapa faktor diantaranya kartu tertelan lalu terdebet. "Ada juga yang kartunya hilang, lalu ada transaksi, lalu diajukan ke BI mediasinya," tegasnya.
Untuk meminimalisir hal tersebut, lanjut Sri Widodo, pihaknya akan memanggil pengawas bunk yang bersangkutan untuk melakukan konfirmasi. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau agar kontrol internal lebih ditingkatkan mengingat kompleksitas dan jenis produk di bunk.
Untuk meningkatkan pelayanan, BI akan mengkaji besaran nilai yang di sengketakan. Sebelumnya BI hanya menangani nilai sengketa di bawah Rp500 juta. "Soal sengketa, nominal, nilai yang disengketakan, sebesar Rp500 juta atau Rp1 miliar, masih dikaji," ungkap Sri Widodo.
[table="width: 300, class: grid, align: center"]
[tr]
[td]
[/td]
[/tr]
[/table]
Menurut Direktur Eksekutif Kepala Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan bunk Indonesia Sri Rahayu Widodo jumlah yang paling mendominasi berasal dari produk kartu kredit dan ATM. "Ini sebesar 96,31 persen dari total pengakuan," kata Sri Rahayu di Parkir Timur Senayan Jakarta, Minggu 1 Juli 2012.
Menurut Sri Widodo, peningkatan jumlah pengakuan kartu kredit itu disebabkan beberapa faktor diantaranya kartu tertelan lalu terdebet. "Ada juga yang kartunya hilang, lalu ada transaksi, lalu diajukan ke BI mediasinya," tegasnya.
Untuk meminimalisir hal tersebut, lanjut Sri Widodo, pihaknya akan memanggil pengawas bunk yang bersangkutan untuk melakukan konfirmasi. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau agar kontrol internal lebih ditingkatkan mengingat kompleksitas dan jenis produk di bunk.
Untuk meningkatkan pelayanan, BI akan mengkaji besaran nilai yang di sengketakan. Sebelumnya BI hanya menangani nilai sengketa di bawah Rp500 juta. "Soal sengketa, nominal, nilai yang disengketakan, sebesar Rp500 juta atau Rp1 miliar, masih dikaji," ungkap Sri Widodo.
[table="width: 300, class: grid, align: center"]
[tr]
[td]
[/tr]
[/table]