• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pengacara Kaya yang Pelit

erica_aur

IndoForum Junior A
No. Urut
5603
Sejak
26 Agt 2006
Pesan
2.937
Nilai reaksi
211
Poin
63
Di sebuah kantor negara yang bergerak dalam meminta dana pembangunan sedang melakukan penyelidikan dan mendapati bahwa seorang pengacara yang sukses dan kayak di kota itu tidak pernah menyumbang uang pembangunan kota dan akhirnya di panggil lah sang pengacara itu.

Pejabat: "Selamat siang pak pengacara."

Pengacara: "Selamat siang, ada apa bapak memanggil saya kesini?"

Pejabat: "Ini, saya telah mengetahui bahwa hanya bapak yang ngak pernah menyumbang untuk kota ini. Bapak kan seorang yang sukses, sekiranya bapak bisa menyumbang untuk kemajuan kota ini."

Pengacara: "Wah, apa bapak tau kalo ibu saya sedang sekarat dan butuh banyak uang untuk mengobatinya?"

Pejabat: "Wah, kalo ituu..saya ngak tau pak."

Pengacara: "Apa bapak tau juga kalo saudara saya itu veteran perang yang buntung dan buta dan butuh biaya perawatan?"

Pejabat: "Kalau begitu, saya mau meminta maaf" (sebelum pejabat selesai meminta maaf, sang pengacara memotong dan menambahkan)

Pengacara: "Apa bapak juga tau kalau suami kakak saya sudah meninggal dan meninggal kan istri dan 3 anak nya tanpa warisan?"

Pejabat: (sekali lagi sang pejabat mencoba untuk meminta maaf).

Pengacara: "Jadi,...singkat kata... Mereka aja ngak saya kasih uang, apa lagi anda..."
 
Menggambar Sesuai Cita-Cita

Murid-murid sebuah Sekolah Dasar (SD) sedang sibuk menggambar cita-citanya masing-masing. Edi menggambar seorang pilot sesuai dengan cita-citanya. Wandi menggambar seorang dokter dengan steteskop melingkar di lehernya.

Lulu menggambar seorang guru yang sedang mengajar. Didi kelihatannya bingung, Ia belum menggambar. Bu guru datang menghampirinya dan bertanya.

"Mengapa kamu belum menggambar, Di?" tanya bu guru.

Dengan polos Didi menjawab, "Saya bingung menggambarnya Bu guru sebab cita-cita saya ingin kawin."
 
gambar cita2 mau kawin /swt
kek apa ya wakakakakkakaakkaakakakaka
=))=))=))
 
cita cita pengin kawin...gambarnya...:-/ :-/ wew =))
 
Cita2 pengen kawin gambarnya ya 69 aja :D
 
guru nya suru bantuin gambar dunk
kan dah penmgalaman
and no.1 pengacara yg pelid
kwokwokwokwokw
sekali lageee anda sangat luchuuuuu cc
 
no1 =))=))=)) kocak abis /!
no2 /swt/swt gambar apa tuh /...
 
hauhauhahahahahha..... yg ke-1 kurang ngerti
 
huehuehuehuehue =))=))=)) bruakakakaka =))=))=))
lucu semua =))=))=))
 
Cita2 pengen kawin??? dari pada menggambar mending di download aja wes =)) =))
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.