notia
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 8464
- Sejak
- 4 Nov 2006
- Pesan
- 8.004
- Nilai reaksi
- 474
- Poin
- 83
Seorang pengacara pergi berburu. dia menembak seekor domba, tetapi pas dia datang utk mengambilnya, disisi domba tsb sudah berdiri seorang peternak tua.
peternak: "anda telah menembak domba pelihararan saya"
pengacara: "hei, ini daerah publik, dan saya tidak melihat nama anda di domba tsb"
peternak: "tapi....."
pengacara memotong: " jangan cari perkara, saya lawyer(pengacara) terkenal, anda tidak akan menang kalau ini dibawa ke meja hijau!"
peternak: "begini sajalah, kita selesaikan ini secara man to man"..., kita bergantian saling memukul lawan, sampai salah satu menyerah dulu.. pemenangnya dapat mengambil domba tsb. Saya sebagai yg jauh lebih tua akan memulai dulu"
pengacara pikir2, dia lihat peternak tsb sudah tua dan kurus sedangkan dia masih muda dan segar.
pengacara: "ok, gimme your best shot" (ok,berikan pukulan terbaik lo!)
dgn secepat kilat dan sekuat tenaga peternak menonjok hidung lawyer muda tsb. karena peternak selalu kerja keras ototnya masih kuat, serta merta hidung lawyer tsb berlumuran darah.
sembari sempoyongan, pengacara berkata: "ok, sekarang giliran saya!!"
peternak: " ok-ok, saya menyerah........ lu boleh ambil tuh domba"
peternak: "anda telah menembak domba pelihararan saya"
pengacara: "hei, ini daerah publik, dan saya tidak melihat nama anda di domba tsb"
peternak: "tapi....."
pengacara memotong: " jangan cari perkara, saya lawyer(pengacara) terkenal, anda tidak akan menang kalau ini dibawa ke meja hijau!"
peternak: "begini sajalah, kita selesaikan ini secara man to man"..., kita bergantian saling memukul lawan, sampai salah satu menyerah dulu.. pemenangnya dapat mengambil domba tsb. Saya sebagai yg jauh lebih tua akan memulai dulu"
pengacara pikir2, dia lihat peternak tsb sudah tua dan kurus sedangkan dia masih muda dan segar.
pengacara: "ok, gimme your best shot" (ok,berikan pukulan terbaik lo!)
dgn secepat kilat dan sekuat tenaga peternak menonjok hidung lawyer muda tsb. karena peternak selalu kerja keras ototnya masih kuat, serta merta hidung lawyer tsb berlumuran darah.
sembari sempoyongan, pengacara berkata: "ok, sekarang giliran saya!!"
peternak: " ok-ok, saya menyerah........ lu boleh ambil tuh domba"