• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penemuan Korban Mutilasi Ancol, Bermula dari Bau

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
I9oXO.jpg

Belum habis kisah Benget Situmorang (35), pria yang memutilasi pasangannya sendiri di Jakarta Timur, kasus mutilasi kembali terjadi. Kali ini di Jakarta Utara. Bau tak sedap menuntun penemuan potongan tubuh manusia di sebuah gudang perkantoran di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (13/3/2013) malam.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Muhammad Iqbal mengatakan, potongan tubuh pertama kali ditemukan petugas keamanan di gedung yang digunakan sebagai kantor percetakan sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas keamanan itu curiga dengan bau tak sedap di gudang. Ia pun melapor ke Polsek Pademangan. "Setelah petugas kami masuk, ada dugaan tindak pidana. Indikasinya ada tetesan darah dan bau tidak sedap," ujar Iqbal kepada wartawan di lokasi penemuan, Kamis (14/3/2013) dini hari.

Di gudang tersebut, polisi menemukan beberapa kardus serta satu tas ransel. Setelah diperiksa, di dalamnya terdapat potongan tubuh manusia, berupa kepala, badan, kaki, dan tangan. Secara kasatmata potongan tubuh, polisi memastikan korban berjenis kelamin laki-laki.

Tak berhenti sampai di situ, polisi pun menyisir gudang tempat penemuan potongan tubuh. Polisi hendak memastikan ada atau tidak potongan tubuh lain.

Iqbal mengatakan, polisi belum dapat memastikan apakah potongan yang ditemukan sudah lengkap satu tubuh. "Dokter spesialis forensik yang akan membuktikannya melalui scientific identification. Nanti akan kami bawa ke RS Polri," kata dia.

Petugas gabungan dari Kepolisian Resor Jakarta Utara dan Kepolisian Sektor Pademangan lalu memasang garis polisi di lokasi penemuan. Selain petugas dari unit identifikasi, tak seorang pun diperbolehkan melintas.

Korban bekerja sebagai penagih utang?

Sedikit titik terang didapatkan polisi atas kasus ini. Pada Rabu (13/3/2013) pagi, seorang perempuan warga Muara Karang, Jakarta Utara, melapor ke Polsek Pademangan. Dia mengatakan, suaminya, berinisial TA, tak pulang sejak Senin (11/3/2013). Ciri-ciri suami perempuan itu mirip dengan yang ditemukan pada potongan tubuh di Ancol.

"Profesi pria yang diduga menjadi korban mutilasi ini kesehariannya tukang tagih barang-barang hasil jualan. Ya seperti karyawannya," ujar Iqbal. Ciri yang sama antara TA dengan potongan tubuh yang ditemukan, antara lain berupa perhiasan. Namun, polisi tetap tak mau gegabah buru-buru memastikan identitas korban.

Polisi berencana mengambil sampel DNA dari potongan tubuh itu untuk dicocokkan dengan keluarga perempuan yang melaporkan kehilangan suaminya. Bila identitas korban sudah dapat dipastikan, polisi akan menyelidiki latar belakang pembunuhan sadis yang diikuti mutilasi ini. Para saksi akan diminta keterangan, termasuk petugas keamanan yang pertama kali menemukan potongan tubuh itu maupun pengelola gedung.
 
Polisi Cari Pemilik Ruko Tempat Korban Mutilasi Ditemukan
3LXES.jpg

Potongan tubuh korban mutilasi kembali ditemukan, korban yang dipastikan seorang pria paruh baya ini diduga merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara yang hilang sejak beberapa hari lalu. Beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian juga sudah diminta keterangannya, termasuk petugas yang menemukan potongan tubuh itu di mana disimpan di dalam kardus dan tas. Pelaku menempatkan potongan tubuh korban menjadi 4 bagian.

Guna melakukan penyelidikan lebih mendalam, polisi akan meminta keterangan dari pemilik ruko. "Sejauh ini pemilik toko belum kami temukan. Kami masih cari dan tanya istri pemilik toko yang ternyata tinggal di apartemen persis di depan ruko ini," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Muhammad Iqbal, Kamis 14 Maret 2013.

Pemilik toko yang berinisial A itu, kata Iqbal memang belum ditemukan, tetapi dia memastikan belum menetapkan status tersangka kepada yang bersangkutan. Polisi masih melakukan pencarian terlebih dahulu.

Menurutnya, pemilik toko tersebut dicari untuk dimintai keterangan seputar keberadaan potongan tubuh tersebut di ruko miliknya. "Ya belum tentu juga dia pelakunya. Kami harus temukan dia dulu dan kami tanyakan perihal temuan ini. Baru nanti kalau sudah jelas, kami bisa mengarah kepada tersangka dalam kasus ini," kata Iqbal.

Penemuan korban mutilasi ini sendiri berkat laporan dari salah satu warga di Polsek Penjaringan. Warga tersebut mengaku kehilangan anggota keluarganya sudah beberapa hari, dan informasi terakhir menyebutkan jika orang yang hilang itu tengah berada di sebuah ruko yang terletak jalan Lodan Raya, areal Kompleks Apartemen Mediterania Marina, Ancol, Blok 26 D, Pademangan, Jakarta Utara.

Setelah polisi menyisir tempat itu, yang ditemukan potongan tubuh. "Sejauh ini korban diduga berinisial TA dengan kisaran usia 45-50 tahun yang tinggal di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Dugaan tersebut didapat berdasarkan keterangan istri TA yang melaporkan kehilangan kontak dengan TA sejak Senin kemarin," kata Iqbal.

Pihak kepolisian sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan forensik untuk memastikan apakah benar potongan tubuh tersebut merupakan potongan tubuh TA. "Tetapi, berdasarkan pengakuan istri TA, perhiasan korban ada kesamaan dengan perhiasan yang ditemukan di potongan tubuh tersebut," kata Iqbal.
 
Pelaku Mutilasi Ancol Ditangkap dalam Keadaan Linglung

AS alias Aliansah alias Aliong (33), pelaku mutilasi di Ancol, Jakarta Utara, menyerahkan diri ke polsek Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam, 14 Maret 2013. Dari pengakuan awal, tersangka membunuh karena urusan narkoba.

Disampaikan Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Tri Maryanto, Aliong ditangkap karena mencurigakan sedang mondar-mandir di sekitar Polsek Dukuh Pakis yang berada di Jalan Dukuh Kupang.

"Kondisinya seperti orang linglung. Langsung diamankan dan dibawa ke Polrestabes Surabaya. Pengakuan awal karena berselisih uang pembagian penjualan narkoba," katanya.

Warga Mediterania Residence Ancol, Jakarta Utara, yang merupakan WNA dari China itu, sempat diperiksa penyidik Polrestabes Surabaya, sebelum di serahkan ke Polres Metro Jakarta Utara.

Diakui Aliong, dirinya membunuh Tonny Arifin Djomin, dengan cara mencekik leher korban dengan tali. Karena panik, Aliong kemudian memutilasi korban menggunakan gergaji besi dan gergaji kayu.

Setelah dimasukan dalam tas dan kardus, Aliong justru bingung untuk membuangnya. Karena takut, Aliong malah meninggalkan potongan tubuh Tonny Arifin di ruko pada Rabu malam, 13 Maret 2013.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.