Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Aksi penembakan massal terjadi di Kota Washington, Amerika Serikat (AS). Aksi kali ini cukup mengejutkan karena yang menjadi sasaran adalah markas Angkatan Laut AS, The Navy Yard.
Setidaknya 13 orang tewas dalam peristiwa ini. Korban jiwa termasuk si pelaku bernama Aaron Alexis. Pelaku merupakan seorang mantan tentara yang bekerja sebagai kontraktor militer AS. Belum diketahui apa motif dari penembakan yang dilakukan Alexis.
Pihak keamanan menyebutkan, Alexis memasuki wilayah The Navy Yard dengan kartu identitas palsu. Dia melakukan penembakan menggunakan senapan serbu bertipe AR-15.
“Dia tiba-tiba masuk dan mulai menembak,” ujar petugas militer AS, Todd Brundidge, seperti dikutip News.com.au, Selasa (17/9/2013).
Pemerintah AS merespons keras aksi penembakan ini. Presiden Barack Obama menyebut Alexis sebagai seorang pengecut.
“Kita kembali menghadapi penembakan massal dan kini terjadi di jantung AS di Kota Washington. Para korban adalah patriot yang bekerja untuk melindungi negara kita. Mereka tidak berpikir akan diserang oleh rakyatnya sendiri di kantornya. Si pembunuh adalah seorang pengecut,” tegas Obama.