• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penelitian Terbaru, Deodoran Dapat Picu Kanker Payudara

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Kabar yang menyatakan deodoran menyebabkan kanker payudara sudah menyebar dari beberapa tahun yang lalu. Namun penelitian inilah untuk pertama kalinya menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi.

Penelitian terbaru telah menemukan zat pengawet kimia pada ribuan produk antiperspirant atau deodeoran, yang memicu timbulnya tumor kanker payudara.

Zat kimia, yang dikenal sebagai paraben, tak hanya ditemukan di produk deodoran, tapi juga produk-produk lainnya, seperti shampoo, sabun mandi dan make up, serta daging olahan, kue kering bahkan pil kontrasepsi. Namun, penelitian ini lebih memfokuskan paraben pada produk deodoran.

Peneliti dari University of Reading percaya bahwa terdapat hubungan penting antara paraben dengan pemicu kanker payudara setelah melakukan penelitian dengan menganalisis sampel kanker payudara dari 40 wanita yang menjalani mastektomi (operasi pengangkatan kanker payudara) antara rentan tahun 2005 hingga 2008.

Kemudian para peneliti mengukur konsentrasi paraben dalam jaringan payudara melalui empat titik, mulai dari ketiak, payudara hingga tulang dada.

Peneliti menemukan bahwa sekitar 99 persen wanita yang diuji dalam penelitian positif memiliki satu paraben, sedangkan 60 persen diantaranya diketahui memiliki hingga lima paraben dalam jaringan payudaranya. Peneliti juga berhasil mendeteksi paraben dalam sampel ini dengan tingkat konsentrasi menjadi 20,6 ng/gram dalam setiap jaringan.

Para peneliti menjelaskan bahwa kini paraben telah menunjukkan reaksi yang sama dengan fungsi hormon estrogen pada wanita. Seperti yang diketahui bahwa hormom estrogen merupakan penyebab risiko kanker payudara.

Bagian lainnya dari kanker payudara juga terletak di atau dekat ketiak, dimana biasanya deodoran digunakan. Peneliti meyakini bahwa paraben bisa masuk dan meresap kedalam kulit.

Namun, Dr.Philippa Darbre, peneliti dari Reading’s School of Biological Sciences yang melakukan penelitian ini tak mau terburu-buru menyimpulkan semuanya. Mengingat sekitar tujuh persen wanita yang diuji dalam penelitian menyatakan bahwa mereka tidak pernah menggunakan deodoran, sehingga kemungkinan lainnya paraben bisa masuk dari sumber lain, selain deodoran
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.