Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
SLEMAN, KOMPAS.com - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengirim dua ahlinya untuk memeriksa jejak aneh di persawahan Berbah, Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/1/2011). Dua ahli Bapeten masing-masing I Putu Elba Dutanugraha dan Solichin.
Setibanya di areal sawah Desa Rejosari, keduanya langsung masuk ke area crop circle di tengah persawahan. Menurut mereka pihak Bapeten belum bisa menyimpulkan penyebab crop circle di Berbah ini. Mereka baru mengambil gambar saja.
"Kami belum tahu penyebabnya karena kami masih menunggu peneliti dari Lapan Jakarta," katanya. Sementara tim peneliti dari Lapan Bandung masih dalam perjalanan menuju Yogyakarta.
Sebelumnya, Pemkab Sleman membuka kesempatan kepara para peneliti berbagai lembaga untuk mengungkap misteri loingkaran tersebut. Hal tersebut untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat apakah crop circle itu buatan manusia atau fenomena alam.