• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pendidikan & Tenaga Pengajar di Indonesia Tidak Berkualitas

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kualitas pendidikan di Indonesia masih terbilang rendah, hal ini dibuktikan dengan peraturan sekolah yg aneh, tenaga pengajar yg kurang profesional, fasilitas sekolah yg tidak memadai, & masih banyak lagi. Di threadini, saya mau curhat tentang kejadian yg saya alami di sekolah, tetapi bukan cuma itu, saya juga mau sedikit mengkritisi dunia pendidikan di Indonesia. Yuk! Langsung saja.
[Curhat] Pendidikan & Tenaga Pengajar di Indonesia Tidak Berkualitas

Ini bukan bermaksud menghina, tetapi cuma mau mengutarakan pendapat saja.

1. Peraturan yg Aneh

Untuk bagian ini, saya harap mengucapkan terima kasih kepada salah satu Youtuber Indonesia, yaitu Eno Bening. Ada satu video dari dia yg menciptakanku tertarik untuk mengikuti perkembangan channel-nya, yaitu video yg membahas peraturan aneh di sekolah. Berikut ini peraturan yg kuanggap aneh & tidak penting. (Aku mohon pendapat kalian juga)

A. Dilarang Mengpakai Jaket di Sekolah

Banyak sekolah di Indonesia yg memiliki guru-guru yg sangat anti dengan murid mengpakai jaket, mengapa? Guru beralasan karena hal ini tidak sesuai dengan peraturan sekolah yg mewajibkan mengpakai seragam, ada juga yg mengatakan kalau jaket ini mengganggu pelajaran, bahkan ada guru yg hingga khawatir ada murid yg menyembunyikan benda aneh, seperti senjata tajam di dalam jaket. Really? Aku yg pengidap anxietypun tidak pernah berpikiran seperti itu. Jika guru beralasan karena tidak sesuai dengan peraturan sekolah mungkin dapat, ya, diterima, tetapi bagaimana dengan dua alasan lain yg kusebutkan tadi. Lagipula, terkadang murid mengpakai jaket untuk menghangatkan tubuh ketika musim hujan sehingga dapat fokus belajar. Bagaimana pendapat kalian tentang peraturan ini? Atau jaket kalian pernah disita pihak sekolah? Atau jaketnya masih belum dikembalikan pihak sekolah?

B. Terlambat Datang Ke Sekolah, Maka Harus Pulang

Really? Kami membayar untuk dapat sekolah, tetapi dilarang masuk cuma karena terlambat beberapa menit? Peraturan ini berlaku di sekolahku & mungkin sekolah lain juga memberlakukan peraturan ini. Ketika upacara, guru pembina juga suka mengangkat hal ini untuk jadi topik amanat & yg mereka katakan hampir sama "kalian, kan, sudah menyetujui peraturan sekolah ketika mendaftar dulu". Ingin kugampar mukamu, Bu, ketika kau berkata seperti itu. Untuk bermain gim saja kami harus menerima kebijakan developer atau kami tidak akan dapat memulai permainan, lalu bagaimana dengan hal seperti pendidikan? JIKA KAMI TIDAK MENYETUJUI PERATURAN ITU, MEMANGNYA KAMI DAPAT DITERIMA DI SEKOLAH ITU, HAH! DAN JUGA JIKA KAU MAU BERKATA KENAPA DULU NGGAK PROTES, PAK, BU, ANDA DULU MALAH MINTA, LOH, PAS ADA YANG KELUPAAN ATAU MEMANG NGGAK NGISI.


C. Masuk Sekolah Pagi

Kalian ada masalah di sekolah, seperti mengantuk ketika jam pelajaran, susah fokus, atau bahka pernah kecelakaan ketika menuju sekolah? Jangan menyalahkan diri Anda terlebih dahulu karena sekolah juga ambil peran dalam hal itu, kenapa? Semakin dewasa, rasa kantuk akan semakin lama munculnya. Maksudnya seperti ini, kalau saat SD kalian dapat tidur di jam 21.00, maka semakin dewasa rasa kantuk kita dapat muncul lebih lama, dapat jam 23.00, 00.00, atau lebih. Karena sekolah di Indonesia umumnya dimulai jam 06.30, kita diharuskan untuk bangun lebih pagi sekitar jam 05.00-06.00. Akibatnya, jam tidur pun berkurang, jadi jangan heran kenapa ada teman anda yg suka tidur di kelas. Tahukah kalian kalau di negara luar seperti Amerika umumnya baru memulai jam sekolah pada pukul 08.00. Jika kalian berpikir hal itu menciptakan banyak murid jadi malas atau bahkan bolos sekolah, kalian salah besar. Persentase kehadiran siswa sangat tinggi, murid juga mudah menyerap pelajaran, memiliki banyak waktu untuk sarapan, & tidak terburu-buru untuk pergi ke sekolah sehingga tidak ada barang yg ketinggalan.

Kayaknya hingga di sini dulu untuk bagian ini, kalau kalian merasa ada peraturan yg aneh di sekolah kalian, dapat ditaruh di kolom komentar & akan ku bahas di threadselanjutnya.

2. Kualitas Pengajar yg Rendah

Guru adalah salah satu elemen terpenting dalam penentuan kualitas pendidikan. Tidak cuma menyampaikan materi, guru juga sebagai motivator, contoh yg baik, guru juga merupakan sosok yg inspiratif bagi siswanya, tetapi tidak sedikit guru malah jadi hal sebaliknya.

Ada beberapa hal yg akan kuceritakan & ini berasal dari pengalamanku sendiri.

A. Guru Suka SEMENA-MENA Kepada Murid & Menjadikan Posisinya Sebagai Tameng

Ketika SD dulu, ada seorang guru yg menawarkan pelajaran tambahan untuk seluruh kelas & dilakukan setelah sepulang sekolah. Jam pelajaran tambahan ini tentunya tidak gratis & JIKA TIDAK IKUT DALAM PELAJARAN TAMBAHAN INI, MAKA HARUS MEMBUAT MATERI PEMBELAJARAN SENDIRI YANG HAMPIR/HARUS SAMA DENGAN YANG DIPELAJARI MURID YANG IKUT PELAJARAN TAMBAHAN. Dulu, ketika selesai sekolah saya harus bersiap-siap untuk pergi mengaji, jadi saya memilih untuk tidak ikut. Ku kerjakan tugas yg disuruh oleh guru, tetapi malah tidak dianggap sama sekali. Sejak itu saya malas untuk menciptakannya. Aku pernah dimarahi olehnya & saya berkata "maaf, Bu, gimana kalau (my name) ikut pelajaran tambahan Ibu aja", & tanggapannya itu menciptakanku benar-benar kesal. IBU NGGA MAKSA, KOK, KALIAN IKUT PELAJARAN TAMBAHAN INI. Sh!!!!!!!!!t. NGGAK MAKSA, LU MAKSA T0L0L, TAPI SECARA NGGAK LANGSUNG.

B. Guru Suka BLAMMING VICTIM & Sekali Lagi Mengpakai Posisinya Sebagai Tameng

Baiklah, masih di saat saya SD. Ketika kelas 3, saya pernah merasakan ini dari seorang GURU AGAMA ISLAM. Ada seseorang yg melemparkan bola baseball kepadaku DENGAN KERAS, lalu saya membalas perbuatannya dengan memukul punggungnya. Guru itupun menghampiriku, lalu menarik telingaku.

WAIT! WHY ME YOU BIG SH1T!!!!!

Aku berkata kepada guru itu kalau anak itu melemparkan bola baseball kepadaku DENGAN KERAS & dia malah menyalahkan aku. "LALU KENAPA KAU PUKUL! NANTI JANTUNGNYA KELUAR GIMANA" kayak gitulah yg dia ucapkan & dia sama sekali tidak memarahi anak yg melemparku dengan bola baseball itu. Kemudian ketika saya di kelas 5 (dua tahun setelah kejadian), guru AGAMA ISLAM itu berkata, "Ibu nanti mau pensiun, pasti sedih anda nanti"

HAHAHAHAHAHAHAAHAH, LAWAK, LAWAK. INGIN SEKALI AKU KEMBALI KE WAKTU ITU DAN BERTERIAK, "BU, LU MATI GW KENYANG."



C. Tidak Melakukan Kewajiban Mengajar
Ini, nih, sering dilakuin oleh kebanyakan guru di Indonesia. Kalau misalnya sangat mendesak, ya, wajar, tetapi kalau emang gurunya yg nggak mau itu beda lagi. Lalu, alasan mereka pun sering sama, "KAN, SUDAH DITINGGALI TUGAS UNTUK KALIAN."

HAH! GIMANA KAMI BISA MENGERTI KALAU NGGAK DIJELASIN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Satu lagi, saya harap curhat tentang guruku ketika kelas X dulu. Dia mengajar Matematika Peminatan. Kalau jam pelajaran dia itu murid disuruhnya MEMAHAMI CONTOH SOAL SENDIRI, LALU MAJU ATAU DITUNJUK KE DEPAN UNTUK MENJELASKANNYA. PERNAH KAMI PROTES, BU KAMI INGIN DIJELASKAN DAN JAWABANNYA, "NAK, INI K13, KALIAN MEMAHAMI SENDIRI, GURU MEMFASILITASI DAN JUGA IBU JUGA, KAN, MENJELASKAN,"

WHAT!!!! MEMBACA CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN KAU ANGGAP MENJELASKAN?

NJIR, BU, APA GUNANYA LU DIGAJI!!! SEMUA MURID HANYA BISA SABAR DENGAN IBU ITU, DITAMBAH LAGI DIA SEDANG HAMIL.



3. Fasilitas yg Kurang Memadai & Tidak Layak

Pada tahun 2018, 20% anggaran APBN atau sekitar Rp. 444 Trilyun dipakai untuk bidang pendidikan. Tapi, beberapa akbar cuma dipakai untuk membayar gaji & tunjangan guru. Sedangkan untuk renovasi atau kepentingan sekolah sangat kecil. Aku tahu hal ini untuk menghargai usaha guru, tetapi tetap saja harus ada keseimbangan di antara keduanya.

Baiklah, ini terakhir. Ini belum lama terjadi padaku & bukan perdana kali terjadi padaku, bahkan pernah terjadi di orang lain. Aku diberitahu bahwa saya belum melunasi uang buku sebesar Rp. 30.000. Aku sebenarnya sudah melunasinya, tetapi entah dipalsukan, atau pihak koperasi sialan itu memang lupa menconteng & tidak mau tahu akan hal itu, malah membebankan biaya lagi. Aku langsung menghubungi kepala koperasi & memberitahu bahwa saya sudah melunasinya dengan cara SESOPAN-SOPANNYA, disertai bukti pembayaran dengan cap lunas & tanda tangannya.
[Curhat] Pendidikan & Tenaga Pengajar di Indonesia Tidak Berkualitas

[Curhat] Pendidikan & Tenaga Pengajar di Indonesia Tidak Berkualitas

Tanggapan, dia berkata bahwa saya bon buku di koperasi. Sekali lagi kukirim dia pesan, kuberkata bahwa saya tidak bon buku atau menerima buku & ini cuma di-read saja oleh wanita itu.
[Curhat] Pendidikan & Tenaga Pengajar di Indonesia Tidak Berkualitas

B1tch!!!! Cari uang itu nggak mudah, Bu! Aku tiga bulan nulis di Kaskus ini cuma dapet Rp. 21.000 aja. Lo seenaknya nagih tanpa rasa bersalah. B4b1 lo. Inget, Bu, kalau lu ngajarin kita nipu, kita bakal lakuin yg lebih buruk lagi.

Hadeh, belum pernah saya ngoceh sepanjang ini.

Sumber : Kebanyakan Pengalaman pribadi & opini sendiri

Beberapa mengutip dari sini :



https://mediaindonesia.com/read/deta...kualitas-guru danhttps://tirto.id/jika-sekolah-mulai-...prestasi-cxpd Hari ini 19:48
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.