Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pada tahun 1945, di Len Viejo, Guatemala dua bersaudara Hernando & Pedro disuruh oleh ibu mereka untuk merencanakan pembunuhan uskup Fray Antonio Valdivieso. Fray Antonio Valdivieso adalah seorang pembela masyarakat adat & juga orang yg dekat dengan pemerintahan serta para misionaris lainnya. Diyakini bahwa Fray Antonio Valdivieso dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya, yg setelah itu mereka membagi harta & tanah miliknya.
Ikatan Cinta, Pangeran Philip & Ratu Elizabeth II
Fray Antonio Valdivieso adalah orang perdana dari banyaknya pendeta yg dibunuh demi menguasai harta benda miliknya pada masa kolonial di Amerika Selatan. Setelah kasus pembunuhan pendeta tersebut, desas-desus mengatakan bahwa arwah pendeta Fray Antonio Valdivieso gentayangan & dia berubah jadi hantu tanpa kepala yg terlihat melewati pintu-pintu gereja & melayang di jalanan depan gereja.
Dalam waktu lama gereja tersebut tidak mempunyai imam. Dan beberapa waktu kemudian diutus seorang pendeta untuk jadi imam di gereja tersebut. Seorang pendeta yg diutus untuk menggantikan Antonio Valdivieso akhirnya tiba di gereja. Perjalanan yg panjang untuk hingga ke sana, jadi dia tidak sabar untuk mengetahui tempat tersebut. Begitu dia meletakkan barang-barangnya, dia memutuskan untuk berkeliling sebentar di gereja itu.
Gereja itu cukup besar, yg memiliki beberapa asrama di sebelahnya. Dia berjalan melewati halaman, hingga akhirnya dia mencapai tangga spiral yg menuju ke menara lonceng. Dia kagum dengan rasa ketentraman & ketenangan di tempat itu. Ada sebuah taman akbar dengan banyak bunga, pohon & burung. Lingkungan itu begitu indah & tenang, sehingga dia memutuskan untuk duduk di sebuah bangku untuk menghirup udara segar.
Akibat kelelahan dia memejamkan matanya. Dia merasa sangat tenang, namun tiba-tiba saja, ada sebuah suara yg menyentaknya. Dia membuka matanya, mengira dia melihat sesosok makhluk di kejauhan. Matahari mulai terbenam, jadi dia tidak dapat melihat dengan jelas dari kejauhan apa sosok tersebut. Dia masih memfokuskan pandangannya mencoba untuk mengidentifikasi apa yg bersembunyi di balik semak-semak tetapi itu tidak mungkin, dia tidak dapat melihat dengan jelas.
Jadi, dia memfokuskan pendengarannya, karena dia masih dapat mendengar suara aneh itu. Suara itu terdengar seperti erangan. Dia memutuskan untuk mengikuti suara itu & melihat apa sebenarnya itu, jadi dia bangun & mulai berjalan. Namun, dia harus berjalan berhati-hati, karena tempat itu mulai tampak lebih gelap dari beberapa menit sebelumnya. Dia maju meraih cabang-cabang pohon supaya tidak tersandung, hingga dia tidak lagi merasakan tumbuh-tumbuhan & malah menabrak semacam kain. Kain tersebut robek & usang, tetapi dia tidak dapat melihat apa atau siapa yg memakainya.
Tiba-tiba, ada cahaya redup yg menyinarinya dari arah depan. Tampaknya ada seseorang yg mengenakan jubah. Namun, ketika ada cahaya yg menerangi orang itu sepenuhnya, pendeta baru itu merinding. Sosok yg ada di depannya tidak mempunyai kepala. Pendeta itu mau tidak mau berteriak sekuat tenaga & pada saat itu, dia merasakan bagaimana seluruh tubuhnya gemetar ketakutan. Dan begitu dia sadar, dia berlari tanpa arah.
Yang dia harapkan hanyalah melarikan diri dari makhluk mengerikan yg berjubah dengan kepala terpenggal yg melayang ke arahnya, seolah-olah kakinya tidak menyentuh tanah. Pendeta tanpa kepala itu terus mengerang & saat itulah pendeta baru itu dapat mengerti apa yg dia katakan, Dia harap mengembalikan kepalanya.
Legenda Pendeta Tanpa Kepala memiliki banyak ragam cerita tergantung pada tempat di mana diceritakannya, bahkan dapat berbeda-beda di negara yg sama. Meksiko, Guatemala, Nikaragua, Kosta Rika, Panama, Kuba, Kolombia, Peru... mereka semua memiliki versi legendanya masing-masing. Namun, satu ciri biasa dalam semua versi cerita adalah bahwa pendeta tanpa kepala itu pada awalnya adalah seorang imam katolik dari zaman kolonial.
Pada zaman kolonial di kebanyakan negara Amerika Selatan, banyak pendeta dibunuh oleh pemilik tanah, yg harap membebaskan masyarakat adat dari kepercayaan agama & tidak harap perilaku mereka dipengaruhi oleh orang lain. Versi lain mengatakan bahwa Pendeta Tanpa Kepala adalah seorang imam yg hidup dalam dosa & mati mendadak, sebelum dapat mengakui perbuatan dosanya.
Dikatakan bahwa dia akan muncul pada hari Jumat, di pintu masuk gereja pada waktu larut malam, & biasanya, pada malam bulan baru. Beberapa orang yg mengaku sudah melihatnya, mengatakan bahwa dia dapat melewati pintu gereja meskipun itu terkunci. Semua orang mengatakan bahwa dia tidak bermaksud jahat, Yang dia harapkan hanyalah mengembalkan kepalanya, itulah sebabnya dia mati-matian gentayangan meminta pertolongan.
Fray Antonio Valdivieso adalah orang perdana dari banyaknya pendeta yg dibunuh demi menguasai harta benda miliknya pada masa kolonial di Amerika Selatan. Setelah kasus pembunuhan pendeta tersebut, desas-desus mengatakan bahwa arwah pendeta Fray Antonio Valdivieso gentayangan & dia berubah jadi hantu tanpa kepala yg terlihat melewati pintu-pintu gereja & melayang di jalanan depan gereja.
Dalam waktu lama gereja tersebut tidak mempunyai imam. Dan beberapa waktu kemudian diutus seorang pendeta untuk jadi imam di gereja tersebut. Seorang pendeta yg diutus untuk menggantikan Antonio Valdivieso akhirnya tiba di gereja. Perjalanan yg panjang untuk hingga ke sana, jadi dia tidak sabar untuk mengetahui tempat tersebut. Begitu dia meletakkan barang-barangnya, dia memutuskan untuk berkeliling sebentar di gereja itu.
King, Singa Keluarga Berberov Yang Menerkam Tuannya
Gereja itu cukup besar, yg memiliki beberapa asrama di sebelahnya. Dia berjalan melewati halaman, hingga akhirnya dia mencapai tangga spiral yg menuju ke menara lonceng. Dia kagum dengan rasa ketentraman & ketenangan di tempat itu. Ada sebuah taman akbar dengan banyak bunga, pohon & burung. Lingkungan itu begitu indah & tenang, sehingga dia memutuskan untuk duduk di sebuah bangku untuk menghirup udara segar.
Akibat kelelahan dia memejamkan matanya. Dia merasa sangat tenang, namun tiba-tiba saja, ada sebuah suara yg menyentaknya. Dia membuka matanya, mengira dia melihat sesosok makhluk di kejauhan. Matahari mulai terbenam, jadi dia tidak dapat melihat dengan jelas dari kejauhan apa sosok tersebut. Dia masih memfokuskan pandangannya mencoba untuk mengidentifikasi apa yg bersembunyi di balik semak-semak tetapi itu tidak mungkin, dia tidak dapat melihat dengan jelas.
Grigori Rasputin, Pendeta Gila Yang Punya Ilmu Rawa Rontek
Jadi, dia memfokuskan pendengarannya, karena dia masih dapat mendengar suara aneh itu. Suara itu terdengar seperti erangan. Dia memutuskan untuk mengikuti suara itu & melihat apa sebenarnya itu, jadi dia bangun & mulai berjalan. Namun, dia harus berjalan berhati-hati, karena tempat itu mulai tampak lebih gelap dari beberapa menit sebelumnya. Dia maju meraih cabang-cabang pohon supaya tidak tersandung, hingga dia tidak lagi merasakan tumbuh-tumbuhan & malah menabrak semacam kain. Kain tersebut robek & usang, tetapi dia tidak dapat melihat apa atau siapa yg memakainya.
Tiba-tiba, ada cahaya redup yg menyinarinya dari arah depan. Tampaknya ada seseorang yg mengenakan jubah. Namun, ketika ada cahaya yg menerangi orang itu sepenuhnya, pendeta baru itu merinding. Sosok yg ada di depannya tidak mempunyai kepala. Pendeta itu mau tidak mau berteriak sekuat tenaga & pada saat itu, dia merasakan bagaimana seluruh tubuhnya gemetar ketakutan. Dan begitu dia sadar, dia berlari tanpa arah.
Kasus Aneh Kelahiran Bayi Gerardo Medina
Yang dia harapkan hanyalah melarikan diri dari makhluk mengerikan yg berjubah dengan kepala terpenggal yg melayang ke arahnya, seolah-olah kakinya tidak menyentuh tanah. Pendeta tanpa kepala itu terus mengerang & saat itulah pendeta baru itu dapat mengerti apa yg dia katakan, Dia harap mengembalikan kepalanya.
Legenda Pendeta Tanpa Kepala memiliki banyak ragam cerita tergantung pada tempat di mana diceritakannya, bahkan dapat berbeda-beda di negara yg sama. Meksiko, Guatemala, Nikaragua, Kosta Rika, Panama, Kuba, Kolombia, Peru... mereka semua memiliki versi legendanya masing-masing. Namun, satu ciri biasa dalam semua versi cerita adalah bahwa pendeta tanpa kepala itu pada awalnya adalah seorang imam katolik dari zaman kolonial.
Efek Photoshop di Foto Salvador Dali Tahun 1948
Pada zaman kolonial di kebanyakan negara Amerika Selatan, banyak pendeta dibunuh oleh pemilik tanah, yg harap membebaskan masyarakat adat dari kepercayaan agama & tidak harap perilaku mereka dipengaruhi oleh orang lain. Versi lain mengatakan bahwa Pendeta Tanpa Kepala adalah seorang imam yg hidup dalam dosa & mati mendadak, sebelum dapat mengakui perbuatan dosanya.
Ternyata Superhero Batman Terinspirasi dari Mitologi Suku Maya
Dikatakan bahwa dia akan muncul pada hari Jumat, di pintu masuk gereja pada waktu larut malam, & biasanya, pada malam bulan baru. Beberapa orang yg mengaku sudah melihatnya, mengatakan bahwa dia dapat melewati pintu gereja meskipun itu terkunci. Semua orang mengatakan bahwa dia tidak bermaksud jahat, Yang dia harapkan hanyalah mengembalkan kepalanya, itulah sebabnya dia mati-matian gentayangan meminta pertolongan.
Referensi 1
Referensi 2
Referensi 2
KOLEKSI THREAD MENARIK
Quote:
4 Alasan Seseorang Bergabung Komunitas
6 Senjata Nazi Jerman Yang Paling Ditakuti Musuh
Robert Wadlow, Raksasa Ramah Yang Pernah Hidup di Bumi
Ready Or Not, Permainan Mematikan Setelah Resepsi Pernikahan
Miracle Mike, Ayam Tanpa Kepala Yang Bertahan Hidup Selama 2 Tahun
Menantang Maut di Atas Ketinggian Gedung Empire State Building NYC
Otto Skorzeny, Pria Yang Paling Dicari Oleh Sekutu Selama Perang Dunia II
6 Senjata Nazi Jerman Yang Paling Ditakuti Musuh
Robert Wadlow, Raksasa Ramah Yang Pernah Hidup di Bumi
Ready Or Not, Permainan Mematikan Setelah Resepsi Pernikahan
Miracle Mike, Ayam Tanpa Kepala Yang Bertahan Hidup Selama 2 Tahun
Menantang Maut di Atas Ketinggian Gedung Empire State Building NYC
Otto Skorzeny, Pria Yang Paling Dicari Oleh Sekutu Selama Perang Dunia II
Hari ini 14:29