• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pendapatan Iklan YouTube Menurun, Mengapa?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Pendapatan Iklan YouTube Menurun, Mengapa?


Pendapatan Iklan Youtube Menurun, Mengapa? Pendapatan YouTube menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut diketahui dari laporan keuangan pada kuartal IV-2022 yg dipublikasi oleh Alphabet, perusahaan induk Google & YouTube.

Pendapatan Iklan Youtube Menurun, Mengapa?
Dalam sebuah laporan, pendapatan iklan YouTube menurun sekitar 7,8 persen daripada kuartal IV- 2021.

Dari pendapatan iklan tersebut diharapkan dapat mencapai 8,2 milliar dollar AS atau sekitar Rp 122,1 triliun dalam kuartal terakhir 2022.

Bukan cuma YouTube, jumlah penghasilan Alphabet seluruhnya juga ikut menurun.

Pendapatan Alphabet tercatat 76,05 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.132 triliun dalam kuartal IV-2022.

Ada juga target yg diharapkan yaitu 76,58 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.140 triliun.

Sedangkan, pendapata bersih Alphabet juga ikut menurun sekitar 34 persen dari tahun sebelumnya dalam kuartal yg sama.
Dalam kuartal IV-2021, keuntungan bersih yg sudah didapatkan sekitar 20,4 miliar dollar AS atau Rp 303,7 triliun.

Kemudian, pendapatan bersih tahun 2022 cuma sebesar 13,62 miliar dollar AS atau Rp 202,8 triliun.

YouTube pada dua kuartal sudah mengalami penurunan pendapatan iklan, sangat mengkhawatirkan kalau melihat popularitas kompetitor dengan layanin yg sama.

Seperti TikTok & Facebook Reels yg sama-sama mempunyai konten video pendek, mengatakan analis teknologi & media dari PP Foresight, Paolo Pescatore.

Jika pernyataan analis sesuai dengan perkiraan, kemungkinan akbar menurunnya pendapatan dari YouTube disebabkan oleh persaingan dari platform sejenis yg menyediakan layanin serupa.

Meski mengalami penurunan, namun CEO Google, Sundar Pichai mengatakan bahwa pelanggan YouTube Premium berkembang cukup signifikan.

Bukan itu saja, konten video pendek YouTube Shorts juga sudah ditonton lebih dari 50 miliar kali setiap hari.

Jumlah tersebut meningkat dari 30 miliar views awal 2022.
Ada juga layanin Google Cloud mengalami peningkatakan pendapatan 32 persen jadi 7,32 miliar dollar AS atau Rp 108,99 triliun.

Meningkatnya pendapatan tersebut dapat menekan kerugian operasional.
Laporan lain mengatakan bahwa perusahaan juga akan mengeluarkan uang sekitar 1,9 miliar hingga 2,3 miliar dollar AS dalam kuartal I-2023.
Uang tersebut dipakai untuk memberikan pesangon pada seluruh karyawan yg sudah terkena PHK.


Sumber : Iptek

Hari ini 19:03
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.