Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pendakian Gunung Penanggungan
Selamat malam, kali ini saya akan menceritakan pendakian di gunung penanggungan, ada horrornya juga ada senengnya juga karena dapet view yg mantap
Pada tanggal 21 februari 2019, Aku bersama 5 orang temanku (Yoga, Ryan, Icha, Mas Andre & Dicky) mengerjakan pendakian di Gunung Penanggungan. Pukul 10 malam saya bersama si Dicky masih di Surabaya untuk menunggu temanku yg dari Gresik, namanya Mas Andre itu. Lalu kita bertiga menjemput si Icha itu, lalu kita ber empat menuju ke SMKN 2 Surabaya untuk berjumpa dengan Yoga & Ryan, mereka adalah teman sekolahku waktu SMK dulu. Kita kalau janjian kemanapun pasti kumpulnya di SMKN 2 ehe.
Pas udah kumpul semua nih, pukul 11 malam kita semua berangkat. Kita lewat sidoarjo gays, terus melewati masjid chengho pandaan. Udaranya dharap banget waktu malem" itu. Wajar sih kan daerah pegunungan. Selama perjalanan saya goncengan sama si Dicky itu, cerita cerita biar gak garing.
Sekitar pukul 12.30 an kita sudah hingga di parkiran gunung penanggungan jalur tamiajeng gays, selesai parkir tak lupa kita sering ngopi dulu di warung dekat pos 1 tersebut. Sambil mengisi tenaga yakan, makan makan dulu atau gak ya tidur tiduran ehe.
Nah setengah jam sudah cukup untuk ngopi, makan, tiduran, & kencing nih, kita ber enam akhirnya lanjut untuk naik ke atas. Banyak orang yg berlalu lalang disana, rame juga. Di perjalanan pos 1 menuju pos 2 saya nih ga merasa capek, yg penting cepet cepet sampek pos 2, biar dapat istirahat lagi. Dalam perjalanan itu si Dicky sambat terus kalau dia capek-sesak, heduhh. Akhirnya dia saya kasih minum. Dan istirahat sekitar 10 menitan. Lalu, kita melanjutkan perjalanan lagi.
Nah, perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 ini saya bener bener letih banget, rasanya pengen mual, ngantuk. Karena medannya yg miring & kelihatan tinggi rasanya kayak gamau nerusin naik. Tapi kan sayang kalau kita gak sampek puncak. Akhirnya saya & teman teman istirahat di tengah tengah jalan, minum air & akhirnya saya muntah ges pusing sekali. Aku di semangati oleh teman temanku. Hampir 10 menit istirahat, akhirnya saya & teman teman melanjutkan perjalanan lagi. Sampai pos 3 ternyata banyak orang di sana yg beristirahat.
5 menit cukup istirahat, akhirnya kita lanjut lagi perjalanannya. Pos 3-pos4 memang wow sekali ya, medannya sangat miring. Aku & Icha dikit dikit berhenti karena capeknya bikin kaki ngilu. Kalau Ryan itu sudah seringnya mendaki gunung, jadi fine aja dia, malah dia yg ngehandle anak anak lain.
Mas andre anaknya pendiem banget, kalau gak di ajak omong, dia juga gaakan ngomong. Kalau si Dicky itu yaa dalam perjalanan suka ngeluh mulu dia mah, dikit dikit ngerokok, apa ga malah sesak yaa?
Nah hingga di pos 4 ini sekitar pukul 4 pagi, kita ber 6 menyalakan api kecil di sekitar pos itu. Karena semakin tinggi, akan semakin dharap brrrr.
Pendakian di penanggungan ini kita tek tok jadi kita ga bawa tenda yaa, jadi cuma perlengkapan pribadi seperti makanan, kompor, & jaket.
Aku menyuruh teman teman untuk naik ke puncak bayangan dulu, karena saya & Dicky sangat ngantuk sekali. Sambil menjaga barang bawaannya, saya tidur terlebih dahulu sekitar pukul 4.15 - jam 5 an pagi. Lalu si Dicky membangunkanku untuk bergantian tidur. Sepi sekali gan, gaada orang yg berlalu lalang, karena orang orang sudah menuju puncak semua, tinggal kita berdua yg ada di pos 4
Lah pas Dicky tidur yaa, saya melek sendirian, lihat lihat sekitar, belakang pos 4. Tiba tiba perasaan ku gak enak sekali. Aku mencoba istigfar terus. Tapi pas saya nengok ke belakang pos, ada sosok seperti kakek kakek serba putih, dia itu kayak lari gitu dari belakang ke depan. Namanya takut ya sama makhluk gaib, akhirnya saya ngebangunin Si Dicky itu sekitar pukul 5.30. Konon katanya kalau melihat makhluk gaib jangan diceritakan sebelum turun dari gunung. Yaudah saya simpen ceritaku ini sampek turun.
Akhirnya saya & Dicky naik ke atas untuk menyusul teman temanku yg ada di puncak bayangan. Mereka ber empat lagi masak gays, akhirnya saya ikutan deh.
Selama ini saya mendaki di penanggungan belum pernah ke puncak pawitra, akhirnya kita diajak Ryan untuk ke Pawitra, kecuali si Dicky karena dia masih ngantuk, dia ga mau untuk ikut. Dia tidur di tikar & di tutup i jaket jaketnya anak anak.
Aku & Icha mengikuti langkah si Ryan, begitu juga dengan Yoga & Mas Andre, mereka sudah paling depan mah, wajar lah laki laki pasti kuat.
Selama perjalanan ke puncak pawitra, saya & Icha sering bilang "Sek sue ta yan?"- yg artinya, "masih lama ta Yan" . Ryan sendiri sering menyemangati kita, katanya di puncak ada orang jualan soto, pecel, rawon. Haduuh dikira pasar yaa wkwk.
Hampir hingga di puncak pawitra, Yoga menunggu kita di Batu besar, sambil teriak teriak "Ayo cepetan, saya haus" soalnya air minumnya Ryan bawa, untuk minum saya & Icha.
Ketika kita ber 5 sudah hingga batu besar, kita berfoto foto dulu, sebelum ke Puncak pawitra
Setelah selesai berfoto foto kita ber 5 melanjutkan naik ke Puncak Pawitra. 20 menit akhirnya hingga ke pawitra, makhlum banyak berhentinya soalnya. Seneng rasanya baru perdana kali menginjakkan ke Puncak Pawitra walaupun sering ke penanggungan. Kalau ga di paksa Ryan nih. Aku gabakalan hingga ke sini.
Ini foto foto waktu di Puncak Pawitra gan, dapet bonus cuaca cerah lagi
Ini fotonya Icha, viewnya dapet banget kan
Sama sama Suka united, kita sekongkol untuk pakek kembaran cmiaaww
Selfi jelek kita, makhlum wajahnya kena terpaan pasir eheh, di foto ini si Dicky tidak ikut gays, karena dia dibawah lagi tidur nyenyakk
Kemarin 23:14
Selamat malam, kali ini saya akan menceritakan pendakian di gunung penanggungan, ada horrornya juga ada senengnya juga karena dapet view yg mantap
Pada tanggal 21 februari 2019, Aku bersama 5 orang temanku (Yoga, Ryan, Icha, Mas Andre & Dicky) mengerjakan pendakian di Gunung Penanggungan. Pukul 10 malam saya bersama si Dicky masih di Surabaya untuk menunggu temanku yg dari Gresik, namanya Mas Andre itu. Lalu kita bertiga menjemput si Icha itu, lalu kita ber empat menuju ke SMKN 2 Surabaya untuk berjumpa dengan Yoga & Ryan, mereka adalah teman sekolahku waktu SMK dulu. Kita kalau janjian kemanapun pasti kumpulnya di SMKN 2 ehe.
Pas udah kumpul semua nih, pukul 11 malam kita semua berangkat. Kita lewat sidoarjo gays, terus melewati masjid chengho pandaan. Udaranya dharap banget waktu malem" itu. Wajar sih kan daerah pegunungan. Selama perjalanan saya goncengan sama si Dicky itu, cerita cerita biar gak garing.
Sekitar pukul 12.30 an kita sudah hingga di parkiran gunung penanggungan jalur tamiajeng gays, selesai parkir tak lupa kita sering ngopi dulu di warung dekat pos 1 tersebut. Sambil mengisi tenaga yakan, makan makan dulu atau gak ya tidur tiduran ehe.
Nah setengah jam sudah cukup untuk ngopi, makan, tiduran, & kencing nih, kita ber enam akhirnya lanjut untuk naik ke atas. Banyak orang yg berlalu lalang disana, rame juga. Di perjalanan pos 1 menuju pos 2 saya nih ga merasa capek, yg penting cepet cepet sampek pos 2, biar dapat istirahat lagi. Dalam perjalanan itu si Dicky sambat terus kalau dia capek-sesak, heduhh. Akhirnya dia saya kasih minum. Dan istirahat sekitar 10 menitan. Lalu, kita melanjutkan perjalanan lagi.
Nah, perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 ini saya bener bener letih banget, rasanya pengen mual, ngantuk. Karena medannya yg miring & kelihatan tinggi rasanya kayak gamau nerusin naik. Tapi kan sayang kalau kita gak sampek puncak. Akhirnya saya & teman teman istirahat di tengah tengah jalan, minum air & akhirnya saya muntah ges pusing sekali. Aku di semangati oleh teman temanku. Hampir 10 menit istirahat, akhirnya saya & teman teman melanjutkan perjalanan lagi. Sampai pos 3 ternyata banyak orang di sana yg beristirahat.
5 menit cukup istirahat, akhirnya kita lanjut lagi perjalanannya. Pos 3-pos4 memang wow sekali ya, medannya sangat miring. Aku & Icha dikit dikit berhenti karena capeknya bikin kaki ngilu. Kalau Ryan itu sudah seringnya mendaki gunung, jadi fine aja dia, malah dia yg ngehandle anak anak lain.
Mas andre anaknya pendiem banget, kalau gak di ajak omong, dia juga gaakan ngomong. Kalau si Dicky itu yaa dalam perjalanan suka ngeluh mulu dia mah, dikit dikit ngerokok, apa ga malah sesak yaa?
Nah hingga di pos 4 ini sekitar pukul 4 pagi, kita ber 6 menyalakan api kecil di sekitar pos itu. Karena semakin tinggi, akan semakin dharap brrrr.
Pendakian di penanggungan ini kita tek tok jadi kita ga bawa tenda yaa, jadi cuma perlengkapan pribadi seperti makanan, kompor, & jaket.
Aku menyuruh teman teman untuk naik ke puncak bayangan dulu, karena saya & Dicky sangat ngantuk sekali. Sambil menjaga barang bawaannya, saya tidur terlebih dahulu sekitar pukul 4.15 - jam 5 an pagi. Lalu si Dicky membangunkanku untuk bergantian tidur. Sepi sekali gan, gaada orang yg berlalu lalang, karena orang orang sudah menuju puncak semua, tinggal kita berdua yg ada di pos 4
Lah pas Dicky tidur yaa, saya melek sendirian, lihat lihat sekitar, belakang pos 4. Tiba tiba perasaan ku gak enak sekali. Aku mencoba istigfar terus. Tapi pas saya nengok ke belakang pos, ada sosok seperti kakek kakek serba putih, dia itu kayak lari gitu dari belakang ke depan. Namanya takut ya sama makhluk gaib, akhirnya saya ngebangunin Si Dicky itu sekitar pukul 5.30. Konon katanya kalau melihat makhluk gaib jangan diceritakan sebelum turun dari gunung. Yaudah saya simpen ceritaku ini sampek turun.
Akhirnya saya & Dicky naik ke atas untuk menyusul teman temanku yg ada di puncak bayangan. Mereka ber empat lagi masak gays, akhirnya saya ikutan deh.
Selama ini saya mendaki di penanggungan belum pernah ke puncak pawitra, akhirnya kita diajak Ryan untuk ke Pawitra, kecuali si Dicky karena dia masih ngantuk, dia ga mau untuk ikut. Dia tidur di tikar & di tutup i jaket jaketnya anak anak.
Aku & Icha mengikuti langkah si Ryan, begitu juga dengan Yoga & Mas Andre, mereka sudah paling depan mah, wajar lah laki laki pasti kuat.
Selama perjalanan ke puncak pawitra, saya & Icha sering bilang "Sek sue ta yan?"- yg artinya, "masih lama ta Yan" . Ryan sendiri sering menyemangati kita, katanya di puncak ada orang jualan soto, pecel, rawon. Haduuh dikira pasar yaa wkwk.
Hampir hingga di puncak pawitra, Yoga menunggu kita di Batu besar, sambil teriak teriak "Ayo cepetan, saya haus" soalnya air minumnya Ryan bawa, untuk minum saya & Icha.
Ketika kita ber 5 sudah hingga batu besar, kita berfoto foto dulu, sebelum ke Puncak pawitra
Setelah selesai berfoto foto kita ber 5 melanjutkan naik ke Puncak Pawitra. 20 menit akhirnya hingga ke pawitra, makhlum banyak berhentinya soalnya. Seneng rasanya baru perdana kali menginjakkan ke Puncak Pawitra walaupun sering ke penanggungan. Kalau ga di paksa Ryan nih. Aku gabakalan hingga ke sini.
Ini foto foto waktu di Puncak Pawitra gan, dapet bonus cuaca cerah lagi
Ini fotonya Icha, viewnya dapet banget kan
Sama sama Suka united, kita sekongkol untuk pakek kembaran cmiaaww
Selfi jelek kita, makhlum wajahnya kena terpaan pasir eheh, di foto ini si Dicky tidak ikut gays, karena dia dibawah lagi tidur nyenyakk
Kemarin 23:14