Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Ilmuwan pemenang Nobel tahun 1998, Robert Furchgott meninggal dunia di usia 92 tahun. Dalam masa hidupnya ia berhasil menciptakan cikal bakal Viagra. Dilansir melalui AFP, Senin (25/5/2009), Famakologis ternama itu telah meninggal pada Selasa (19/5/2005) pekan lalu di kota Northwestern, Seattle.
Furchgott berhasil menciptakan metode yang mengarah pada penciptaan Viagra bersama dua orang koleganya, Louis Ignarro dan Ferid Murad. Dalam penelitiannya diketahui bahwa nitric oxide, gas polutan udara yang berasal dari rokok dan mesin mobil, ternyata memiliki peran penting dalam sistem kardiovaskular, tekanan dan sirkulasi darah manusia.
Penemuan inilah yang kemudian membuat perusahaan kesehatan Pfizer tertarik untuk meneliti lebih lanjut. Dalam perjalanan akhir penelitian tersebut mereka pun berhasil menemukan apa yang sekarang disebut dengan Viagra.
Pil biru tersebut kemudian disetujui oleh Badan Obat dan Makanan Amerika pada tahun 1998 sebagai pengobat disfungsi ereksi. Selain telah digunakan oleh sekira 35 juta laki-laki di seluruh dunia, pil ini juga populer karena berhasil meretakkan istilah-istilah tabu dalam dunia seks.