L999
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 44983
- Sejak
- 31 Mei 2008
- Pesan
- 1.587
- Nilai reaksi
- 38
- Poin
- 48
PAREPARE - Setelah sempat tertunda akibat cuaca buruk di perairan Majene, KAL Samalona akhirnya meneruskan pencarian korban KM Teratai Prima yang karam Minggu dinihari kemarin.
Kapal TNI-AL Samalona yang membawa 18 orang penumpang termasuk nahkoda dan wartawan itu bertolak dari Parepare pukul 14.00 Wita, Senin (12/1/2009).
Kapal yang dibekali sekoci, baju pelampung, dan peralatan medis itu menuju ke perairan Majene melalui perairan Solowali.
Sementara itu sekira pukul 12.30 WIB tim SAR KPLP Adminstrasi Pelabuhan Parepare juga berangkat ke perairan Majene. Kapal membawa 13 orang, terdiri dari dua anggota KPLP, 2 anggota medis dan sisanya anggota Satlak Penanggulangan Bencana, dan wartawan.
Informasi mengenai data jumlah korban masih simpang siur. Sejumlah warga di sekitar perairan melaporkan penemuan korban seperti di Pinrang, Majene dan beberapa kabupaten di sekitar perairan. Namun sampai saat ini Adpel tidak mau memberikan pernyataan resmi karena menunggu laporan resmi baik dari Sahbandar maupun pihak dokter yang menyatakan bahwa ada korban yang dirawat di tempatnya.
Anggota Basarnas, Andi Yuslim mengatakan dari 18 orang yang sebelumnya ditemukan selamat, tiga di antaranya tidak terdaftar dalam manifes penumpang. Mereka adalah Muhammad Yusuf (49), Adi (20), dan Rudi Elfian (17).
Dicurigai, KM Teratai Prima over kapasitas baik dari jumlah penumpang dan barang yang dibawa. Sejumlah warga yang mengetahui keberangkatan KM Teratai sebelum nahas itu juga mengatakan kapal itu sangat penuh sebelum bertolak ke Samarinda.
Kapal TNI-AL Samalona yang membawa 18 orang penumpang termasuk nahkoda dan wartawan itu bertolak dari Parepare pukul 14.00 Wita, Senin (12/1/2009).
Kapal yang dibekali sekoci, baju pelampung, dan peralatan medis itu menuju ke perairan Majene melalui perairan Solowali.
Sementara itu sekira pukul 12.30 WIB tim SAR KPLP Adminstrasi Pelabuhan Parepare juga berangkat ke perairan Majene. Kapal membawa 13 orang, terdiri dari dua anggota KPLP, 2 anggota medis dan sisanya anggota Satlak Penanggulangan Bencana, dan wartawan.
Informasi mengenai data jumlah korban masih simpang siur. Sejumlah warga di sekitar perairan melaporkan penemuan korban seperti di Pinrang, Majene dan beberapa kabupaten di sekitar perairan. Namun sampai saat ini Adpel tidak mau memberikan pernyataan resmi karena menunggu laporan resmi baik dari Sahbandar maupun pihak dokter yang menyatakan bahwa ada korban yang dirawat di tempatnya.
Anggota Basarnas, Andi Yuslim mengatakan dari 18 orang yang sebelumnya ditemukan selamat, tiga di antaranya tidak terdaftar dalam manifes penumpang. Mereka adalah Muhammad Yusuf (49), Adi (20), dan Rudi Elfian (17).
Dicurigai, KM Teratai Prima over kapasitas baik dari jumlah penumpang dan barang yang dibawa. Sejumlah warga yang mengetahui keberangkatan KM Teratai sebelum nahas itu juga mengatakan kapal itu sangat penuh sebelum bertolak ke Samarinda.