• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Penasaran Anak Akil Balik

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Pada saat saya mulai hari pertama SMP, wah........ rasanya bangga banget. Udah lulus dari SD. Nggak perlu pakai seragam putih merah lagi. Sekarang putih biru. Haaaaappppyyyy banget. Sekolah baru, teman baru, seragam baru dan... memulai pengalaman baru. Aku sudah remaja!

Saat itu baru trend film "Basic Instinct" yang dibintangi Sharon Stone dan Michael Douglas. Teman-teman SMP ku pada sibuk membicarakan mengenai film ini. Pingin sih nonton. Tapi sama siapa? Inikan film orang dewasa. Kita belum 17 Tahun. Rasa penasaran makin tak tertahankan saat salah seorang kakak temanku bercerita tentang film ini. ARRRRRRRRGGGGH, saat di investigasi Sharon Stone mengangkat roknya dan,... dan.... No CD! Gila,... seperti apa ya? Kami langsung cekikikan dan malu-malu kucing begitu mendengar cerita tentang ulah "orang dewasa". Begitu kakak temanku berlalu, rasa penasaran semakin menyelimuti. Kami sibuk membicarakannya dan makin penasaran jadinya. Pokoknya, gimana caranya harus menonton film ini!

Pucuk di cinta ulam tiba. Rasa penasaran itu segera terjawab. Yes, di kamar orang tuaku aku melihat laser disc dengan judul film tersebut. Aku tau mereka sembunyi-sembunyi di malam hari menonton film tersebut agar aku tidak ikut melihatnya. Aku tanya-tanya rencana mereka minggu ini. Horeeee, hari minggu orang tuaku akan keluar kota untuk mengunjungi saudara kami. Bergegas kusampaikan kabar ini kepada teman-teman kecilku dan kamipun berencana.

Pas hari H-nya kami sudah berkumpul di rumahku. Orangtuaku sudah pergi dengan kakak perempuanku. Andi, kakak laki-lakiku pasti sibuk main basket bersama ganknya seharian. Kamipun berkumpul di ruang keluarga dan berbagi tugas. Agung-duduk sambil mengawasi pembantu di rumahku agar jangan mengetahui kenakalan kami. Heri-bertugas menjaga mulutnya agar jangan berisik sehingga tidak ketahuan. Tugasku? Memelototi layar TV plus ngemil.

Film mulai di putar. Adegan pembuka sudah membuat panas dingin ala anak ABG. Kami terus menonton film dengan menunduk malu-malu. Saat mata kami saling melirik-kami cekikikan pelan. Menahan tawa sampai muka merah. Takut ketahuan pembantu. Hah...? Kok adegannya begini sih? Idih! Saru........ tapi kok ceritanya seru ya? BRAAAK.... terdengar pintu di banting. Kami terkejut. Aku bergegas mematikan laser disc player dan mengantinya dengan saluran TV. Ada yang datang....

Ha..... ha..... ha..... Kamipun tertawa terpingkal-pingkal menyadari kebodohan yang telah kami perbuat. Angin yang telah menutup pintu rumah yang terbuka. Tidak ada orang yang datang. Tapi kami puas. Adegan yang diceritakan oleh kakak temanku kami sudah menontonnya. Sudah nggak penasaran lagi.

Suatu hari di pelajaran biologi guru kami membahas mengenai organ reproduksi dan kondom. Kondom? Seperti apa bentuknya? Apakah warna-warni seperti pelangi kayak yang dipamerkan Julia Roberts di film Pretty Woman- yang juga aku tonton sembunyi-sembunyi itu? Ah,ada ide nih.... Hermawan teman sekelasku bisa membantu. Pulang sekolah aku suruh dia ke toko obat dan kuberi dia kertas catatan kecil.

"Her, kamu bilang aja kalau di suruh mama membeli barang yang tercatat di kertas ya." kataku sambil memberi uang kepadanya.

Sukses. Hermawan datang sambil membawa tas kresek hitam berikut bungkusan kecil di dalamnya. Uang kembaliannya juga lengkap. "Emang kertas ini tulisannya apa, sih?" kata Hermawan penasaran. "Buka aja, Her." kataku geli sambil menahan tawa. Akhirnya teman-temanku berkerumun membaca kertas kecil yang kuberikan kepada Hermawan.

TOLONG SAYA MAU BELI KONDOM 25. DI BUNGKUS YANG RAPI YA. AGAR ANAK SAYA TIDAK TAHU.

Hah,... Hermawan menjerit marah kepadaku. Dia hendak memukulku tapi aku sudah kabur duluan.Kami tertawa keras-keras. Akhirnya, selesai juga penasaran kami mengenai bentuk rupa kondom. he5x....

Kokiers, itulah sedikit kisah penasaranku saat masa akil-balik. Masih banyak sih yang lainnya. Tapi mungkin 2 hal tadi yang cukup berkesan. Saya yakin Kokiers juga banyak kisah-kisah seru saat menginjak remaja. Semuanya berkesan. Nakal tapi indah. Patut di kenang sampai kapan pun sebagai bagian dari sejarah masa remaja kita yang tutur berperan serta membentuk kita hingga seperti sekarang ini.

Buat teman-teman SMP ku : tks sudah jadi teman-teman baikku. Sorry buat yang sering jadi korban kejahilanku. GBU.
 
Kondom 25 biji...
kocak nih anak2 SMP...
 
wah cerita masa SMP ya... jahilnya dibawa sampai reunian ga ya?
 
Nah, kalo ini cerita sastra yang kebetulan masuk genre komedi.... jadinya, lebih banyak yang suka.... walau pesan moral... juga tak ada.... paling tidak tidak transparan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.