Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Ada yang berbeda di atas Jembatan Merah Surabaya, puluhan pemulung dan kuli bangunan membawa gerobak dan karung, Minggu (10/11/2013). Uniknya gerobak yang biasa untuk mengangkut barang di hias dan di beri ornamen merah putih dari tas plastik.
Tidak hanya itu, pemulung dan kuli bangunan ini melakukan upacara di Jembatan Merah Surabaya dengan elemen masyarkat yang melintas di sepanjang jembatan. Meski bendera yang di pakai sudah usang dan kotor namun upacara ini berlangsung hikmat dan di iringi alunan biola dari seniman dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Sempat ada pula yang menitikan air mata saat mengheningkan cipta, tangis haru mewarnai beberapa pemulung yang mengikuti upacara di hari pahlawan ini. Meski sebagai pemulung, mereka berharap pekerjaan mereka menjadi sebuah pengabdian sebagai warga terhadap indonesia.
Tidak hanya itu aksi ini juga digelar baca puisi tema kepahlawanan dan aksi teatrikal dimana dimaknai bahwa butuh perjuangan untuk mempertahankan Indonesia dan menuju kemerdekaan, tanpa rasa cinta terhadap tanah air, membuat banyak penghianat bangsa yang akhirnya merusak bangsanya sendiri.
Selain menggelar upacara hari pahalawan , mereka jiga longmarch disepanjang jalan protokol Surabaya dengan mengayuh gerobak.