• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Pemkot Kekurangan Anggaran BBM Capai Rp2,1 Miliar

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ZvEi.jpg
SOLO--Kekurangan alokasi belanja bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan dinas Pemkot Solo dengan adanya kebijakan larangan mobil pelat merah memakai BBM bersubsidi pada 2012 ini ternyata cukup besar.
Menurut perhitungan Pemkot, yang didasarkan pada asumsi harga BBM nonsubsidi yakni Pertamax senilai Rp9.600/liter, kekurangan alokasi belanja BBM untuk bulan Juni-Desember mencapai Rp2,1 miliar atau 60% dari alokasi belanja BBM pada APBD 2012.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto mengungkapkan, alokasi belanja BBM Pemkot pada APBD 2012 mencapai Rp3,1 miliar. Hingga Mei, danang itu sudah terpakai Rp1,3 miliar dan sisanya Rp1,8 miliar. “Dengan asumsi harga Pertamax Rp9.600/liter, Pemkot telah menghitung kebutuhan anggaran BBM bulan Juni-Desember ketemu angka Rp3,9 miliar. Sisa anggaran yang ada tinggal Rp1,8 miliar. Berarti masih kurang Rp2,1 miliar,” jelas Budi kepada wartawan di balaikota, Senin (4/6/2012).

Budi menambahkan hingga hari itu belum ada sepucuk surat pun dari pemerintah pusat yang secara resmi memberitahukan kapan larangan itu mulai diberlakukan. “Informasi yang saya dapat, untuk wilayah Jateng dan DIY, pemberlakuannya baru dimulai Agustus. Jika itu benar maka kekurangan anggarannya mungkin tidak sebesar itu,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Budi, Pemkot juga akan berupaya melakukan penghematan, meskipun tidak akan sampai pada tingkat ekstrem. Pasalnya, jika dipaksa terlalu berhemat juga dikhawatirkan justru akan berdampak mengganggu efektivitas kinerja dan layanin publik.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.