• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Pemkot Kebut Keruk Sedimentasi Sungai dan Drainase

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
B8YA.jpg

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo siap ngebut pengerjaan pengerukan sedimentasi di seluruh saluran drainase dan sungai di Kota Bengawan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pengendalian banjir menyusul datangnya musim penghujan.

Demikian disampaikan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Agus Djoko Witiarso dan Komisi II DPRD di sela-sela pengecekan alat hydraulic excavator di kantor Pemadam Kebakaran Kota (PMK), Selasa (4/12/2012). Dua alat senilai Rp2,1 miliar ini dianggarkan pada APBD 2012. Dalam pengecekan itu, Walikota melakukan pengecekan langsung dengan menggunakan alat tersebut.

“Begitu ini (alat hydraulic excavator) diserahkan langsung akan dioperasionalkan. Tidak menunggu lama lagi. Karena sudah musim hujan,” ujar Rudy sapaan akrabnya.

Rudy menilai tingkat sedimentasi sejumlah sungai maupun saluran drainase kota sangat tinggi. Dia mencontohkan seperti halnya sedimentasi Kali Pepe, Kali Anyar, Sungai Gajah Putih yang mengkhawatirkan. Menurutnya, perlu dilakukan pengerukan sehingga sungai mampu menampung debit air yang tinggi ketika hujan deras mengguyur Solo.

“Seperti Gajah Putih kemarin yang longsor itu kan karena ada pulau di tengah. Pulau ini yang langsung akan dikeruk,” ujarnya.

Agus Djoko Witiarso mengatakan dua alat hydraulic excavator baru datang Sabtu (1/12/2012) lalu. Dia menerangkan kedua alat ini masing-masing hydraulic excavator memiliki kapasitas pengerukan 0,8 meter kubik dan mini hydraulic excavator dengan kapasitas 0,4 meter kubik. “Dua hydraulic excavator dianggarkan dalam APBD 2012 senilai Rp2,1 miliar. Nanti alat yang kecil digunakan untuk ngeruk sedimentasi drainase dan yang besar untuk sungai,” katanya.

Selain dua unit hydraulic excavator, Agus menambahkan juga membeli dump truck atau truk pengangkut muatan tanah kerukan. Jumlah dump truck yang dimiliki hanya tiga unit. Padahal, dia mengatakan idealnya minimal lima unit dump truck yang harus dimiliki. Hal ini untuk menghindari jarak yang terlalu jauh dari pengambilan dan pembuangan hasil tanah kerukan.

“Kalau tiga jaraknya terlalu jauh. Idealnya ya harus lima. Tapi tiga juga tidak masalah,” katanya.

Dia mengatakan akan segera mengoperasional dua hydraulic excavator yang telah diterima. Alat ini langsung digunakan untuk mengeruk tanah sedimentasi yang tinggi di saluran drainase kota maupun sungai.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.