Pemerintah Kota Bukittinggi memberi tahu pengurus masjid dan mushalla di kota tersebut tentang ciri hewan yang tidak terinfeksi penyakit.
"Salah satu cara untuk dapat mengetahui hewan kurban mengidap penyakit bisa dilihat dari kuku, mulut dan kulitnya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bukittinggi, Melwizardi, Kamis.
Menurut dia, pembekalan diberikan kepada masing-masing koordinator penyelenggara pemotongan hewan kurban pada 121 pengurus yang tersebar di masjid dan mushalla.
Kegiatan tersebut, kata dia, telah sedang berlangsung di mana digelar per masing-masing kecamatan yakni di awali di Kecamatan Gugukpanjang dan selajutkan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh dan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.
Ia menyebutkan, salah satu ciri yang diperkenalkan kepada pengurus bahwa hewan terinfeksi yakni kuku hewan membiru atau pun menderita penyakit kulit.
Dia menyebutkan, pihaknya telah membentuk sebanyak empat tim yang akan bertugas memantau kesehatan hewan kurban pada hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah.
Dia menyebutkan, tim yang terdiri dari dokter hewan tersebut nantinya mulai mendatangi masjid dan mushalla tiga hari menjelang hari Raya Idul Adha atau sebelum tanggal 26 Oktober 2012.
"Sebaiknya masyarakat membeli hewan yang memiliki surat jalan ternak yang dikeluarkan instansi berwenang, sehingga hewan ternak yang tidak jelas kondisi kesehatannya dapat diantisipasi," kata dia.
Menurut dia, pembelian hewan korban tanpa ada surat jalan dari dinas terkait dikhawatirkan mengidap penyakit yang berbahaya jika dikonsumsi.
Sejauh ini belum ditemukan sapi atau hewan lainya terinfeksi penyakit, namun demikian warga harus mewaspadai tehadap segala jenis penyakit pada hewan.
"Salah satu cara untuk dapat mengetahui hewan kurban mengidap penyakit bisa dilihat dari kuku, mulut dan kulitnya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bukittinggi, Melwizardi, Kamis.
Menurut dia, pembekalan diberikan kepada masing-masing koordinator penyelenggara pemotongan hewan kurban pada 121 pengurus yang tersebar di masjid dan mushalla.
Kegiatan tersebut, kata dia, telah sedang berlangsung di mana digelar per masing-masing kecamatan yakni di awali di Kecamatan Gugukpanjang dan selajutkan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh dan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.
Ia menyebutkan, salah satu ciri yang diperkenalkan kepada pengurus bahwa hewan terinfeksi yakni kuku hewan membiru atau pun menderita penyakit kulit.
Dia menyebutkan, pihaknya telah membentuk sebanyak empat tim yang akan bertugas memantau kesehatan hewan kurban pada hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah.
Dia menyebutkan, tim yang terdiri dari dokter hewan tersebut nantinya mulai mendatangi masjid dan mushalla tiga hari menjelang hari Raya Idul Adha atau sebelum tanggal 26 Oktober 2012.
"Sebaiknya masyarakat membeli hewan yang memiliki surat jalan ternak yang dikeluarkan instansi berwenang, sehingga hewan ternak yang tidak jelas kondisi kesehatannya dapat diantisipasi," kata dia.
Menurut dia, pembelian hewan korban tanpa ada surat jalan dari dinas terkait dikhawatirkan mengidap penyakit yang berbahaya jika dikonsumsi.
Sejauh ini belum ditemukan sapi atau hewan lainya terinfeksi penyakit, namun demikian warga harus mewaspadai tehadap segala jenis penyakit pada hewan.