• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Politik Pemimpin Kita Senang Saling Ejek

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. yophi
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

yophi

IndoForum Beginner E
No. Urut
45381
Sejak
5 Jun 2008
Pesan
512
Nilai reaksi
15
Poin
18
Setelah lama tak terdengar, kini nama mainan anak-anak itu menjadi terkenal dan hangat diperbincangkan. Anehnya, yang membicarakan bukannya anak-anak lagi tapi para orang tua yang notabene sebagai pemimpin bangsa. Ada apa ini?

Yoyo adalah mainan anak-anak yang berbentuk bundar yang terdiri dari semacam duabuah roda yang ditengah-tengahnya terdapat lekukan sebagai tempat tali untuk memainkan. Yoyo jika dimainkan dengan lihai, tidak hanya berputar naik turun saja, tapi bias ke samping bahkan bisa ke atas.

Sementara Gasing adalah mainan anak-anak yang berupa lingkaran yang ujungnya lancip tempat tumpuan berputar sigasing ini. Gasing bisa memutar cepat setelah tali yang dililitkan di batang gasing ditarik oleh si empunya. Kedua permainan ini sangat asyik dimainkan.

Namun, mengapa elit politik negeri ini kini menyukai kedua permainan ini? Tentunya buka permainan secara fisik. Para penguasa ini tengah bersilat lidah dan mengibaratkan lawan-lawan politiknya dengan kedua permainan ini.

Sebut saja Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyebutkan pemerintahan saat ini berjalan layaknya yoyo, karena naik turun dan membuat bangsa ini teromang ambing. Sementara disatu sisi, lawan politik Megawati menyebutkan, apa yang dilakukan partai oposisi layaknya permainan gasing yang hanya berputar-putar tanpa arah yang jelas.

Belum lagi adanya statmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebutkan adanmya sinyalemen petinggi TNI yang menyebutkan “Asal Bukan S" menjelang pemilu 2009.

Melihat statmen-statmen para petinggi ini, seorang budayawan menyebutkan saat ini bangsa ini memiliki krisis kepemimpinan. Betapa tidak, politisi ini cenderung saling melontarkan sindiran dan ejekan yang sifatnya personal tanpa dibarengi solusi-solusi bagi masalah bangsa ini.

Kritikan dan ejekan merupakan hal yang biasa dalam kehidupan demokrasi. Bahkan di negara nenek moyangnya demokrasi Amerika Serikat, sindiran dan kritikan kerap dilontarkan oleh masing-masing lawan politik.

Tapi di Indonesia, kritikan yang disampaikan masih sekedar idium-idium tanpa isi. Bahkan, seorang pengamat mengatakan apa yang diucapkan seorang pemimpin menunjukkan pemikiran, pandangan serta kualitas yang bersangkutan. Nah, bagaimana jika para pemimpinini pemikiran, pandangan serta kualitasnya masih seperti anak-anak?

Sebagai seorang pemimpin, baik pemimpin partai, pemimpin lembaga negara, pemimpin diharapkan dapat memberikan contoh masyarakat agar bisa saling menghargai dan saling bekerjasama menyelesaikan masalah bangsa, bukannya saling ejek dan sindir tanpa arti. Yakinlah, masyarakat juga tidak happy dengan kondisi ini.

Sampaikan kritikan dan sindiran bukan dengan kata-kata kosong, tapi dengan kata-kata bijak disertai solusi bagi masalah bangsa. Selama ini, banyak pihak seringkali hanya menghujat dan mencemooh pemerintahan yang berjalan. Solusi-solusi yang ditawarkan, mereka simpan jika suatu saat nanti mereka berkuasa dan hanya sebagai isu kampanye belaka.

Ada yang aneh di negeri ini. Dalam sebuah pemilihan umum, pasti ada kalah dan ada yang menang. Bahkan jauh-jauh hari sebemunya semua pihak telah siap kalah dan siap menang. Namun, saat penghitungan suara dilakukan, tidak semua pihak mengakui kemenangan pihak lain dan alhasil pihak yang kalah merasa harus bersifat oposisi dan selalumenyalahkan pihak yang menang.

Alangkah indahnya, jika semua pihak yang terlibat dala pemilihan umum, siapapun pemenangnya bersatu padu dalam sebuah tim, apapun jabatannya, untuk bisa bahu-membahu menyelesaikan persoalan kebangsaan dan bukannya terus menghujat dan menyalahkan.

Kritikan tentu sangat diperbolehkan bahkan diperlukan bagi pemimpin agar tetap berjalan dalam rel kebangsaan. Namun yang terjadi di Indonesia, kritikan terkesan asal mengkritik dengan tujuan menjatuhkan wibawa pemerintan untuk keuntungan mendapatkan dukungan pada pemilihan umum selanjutnya.

Ironis pemilu 2009 tentunya akan menghadirkan banyak pemimpin bangsa yang mencoba merebut tampuk kepemimpinan nasional. Sebut saja Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Prabowo Subiyanto, Sutiyoso, Akbar Tandjung, Wiranto, Bugiyakso dan banyak tokoh lainnya.

Selain itu, puluhan ribu kader partai juga berlomba untuk mendapatkan kursi di parlemen. Sebuah pertarungan politik yang sangat besar dan menelan puluhan triliun untuk pesta akbar ini. Apakah event demokrasi lima tahunan ini akan menghasilkan pemerintahan yang mumpuni?

Jawabannya adalah jika semua pihak berjalan di atas kepentingan rakyat, maka cita-cita itu akan tercapai. Tapi jika pihak-pihak yang bertarung hanya mengutamakan kepentingannya sendiri niscaya, bangsa ini akan tercerai berai. Marilah para pemimpin bangsa ini, siapapun yang terpilih sebagai pemimpin nasional, saling bersatu padu menyelesaikan multi dimensi persoalan bangsa dan menjalankan amanat konstitusi kita untuk kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
emg dari dl pemimpin negara ini bs nya cm slng ejek doang pdhl saat dia memimpin ga bgs2 amat ne negara.....
 
makanya indonesia gak maju2
 
bener jg ni
bisa na ngejek duank
kl mo ngejek ngada in jumpa pers
tp kl masala rakyat
sembunyi d blkg layar
zZz
 
alah alah

mbak mega

btw, anda-anda seneng klo mbak mega jadi presiden?

masa wanita mimpin kaum laki-laki?

memalukan
 
yh gpp,, cewek mimpin laki2..

tapi liat dulu dari kharisma bug mega dgn pak sby,, lebih kebntuk siapa ^^
 
kata siapa indonesia g maju2? cuma majunya 1 langkah org da 10 langkah... tu lah indonesia... but whatever i'm still love indonesia... :)


bantu2 klik ya, thans
 
tu sek di tv one,demokrat n pdip slng ejek... hahahaha
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.