• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Pemimpin Baru Libya Minta Maaf Atas Kejahatan Khadafi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
z7bTl.jpg

Pemimpin baru Libya meminta maaf atas kejahatan yang telah dilakukan oleh Moammar Khadafi saat memimpin negara tersebut selama lebih dari 40 tahun. Menurutnya, penyerangan NATO yang berakhir dengan kematian Khadafi tahun lalu sepadan dengan kebebasan yang kini mereka rasakan.

Diberitakan Reuters, hal ini disampaikan pemimpin Kongres Nasional Libya Mohammed Magarief di mimbar PBB saat Sidang Majelis Umum pada Kamis, 27 September 2012. Dia menegaskan, bahwa sekarang Libya adalah negara yang moderat yang tidak akan menjadi sarang ekstremisme.

"Saya berdiri di depan anda, di depan seluruh dunia, untuk meminta maaf atas segala kekejaman, kejahatan, yang dilakukan oleh orang lalim itu terhadap warga yang tidak berdosa. Saya meminta maaf atas pemerasan dan terorisme yang dia (Khadafi) lakukan di banyak negara," kata Magarief.

Revolusi rakyat di Libya terbantu dengan gempuran NATO yang dimotori Amerika Serikat tahun lalu. NATO ikut campur setelah mendapat restu dari PBB melalui resolusi larangan terbang di Libya.

"Beberapa mempertanyakan apakah Revolusi Arab layak didukung?" kata Magarief.

"Pada mereka saya katakan, apakah lebih baik jika rezim diktator yang korup dapat bertahan puluhan tahun lagi, menyiksa dan melanggar hak-hak paling dasar manusia? Apakah mereka harus didiamkan terus menjarah harta rakyat, memicu tindakan ekstremisme?" lanjutnya lagi.

Berpidato selama kurang dari setengah jam, Magarief menyatakan keprihatinannya atas kerusuhan di depan Konsulat Jenderal AS di Benghazi yang menewaskan Dubes AS Christopher Steven. Magarief mengatakan, kematian Steven adalah juga kehilangan bagi rakyat Libya.

"Bencana ini malahan akan meningkatkan solidaritas dan mewujudkan harapan dan tujuan yang diyakini oleh Dubes Chris Steven. Kita harus mengalahkan rencana jahat dari teroris yang sama sekali tidak mewakili Libya," tegasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.