yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Keunggulan pasangan Jokowi-JK dalam Pemilu Presiden 9 Juli kemarin seolah menjawab keraguan publik. Teka-teki yang menghinggapi setiap orang tentang siapa presiden berikut kini kian menemukan kejelasan setelah hasil hitung cepat sebagian besar lembaga survei mengunggulkan pasangan nomor urut 2 ini.
Pasangan Jokowi-JK sempat diduga akan kalah karena tren popularitas pasangan lawannya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, meroket berdasarkan hasil prediksi sejumlah lembaga survei. Dalam beberapa survei yang dilansir sejumlah lembaga dalam dua minggu terakhir, bahkan Jokowi-JK diperkirakan akan kalah.
Ternyata, fenomena itu tak sampai membalikkan keadaan. Hasil hitung cepat Litbang Kompas menunjukkan, pasangan Jokowi-JK diprediksi akan memperoleh 52,34 persen suara dan Prabowo-Hatta 47,66 persen. Hasil ini tak berbeda jauh dengan prediksi yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia, Saiful Mujani Research & Consulting, Indikator Politik Indonesia, CSIS-Cyrus, Populi Center, Poltracking Institute, dan Radio Republik Indonesia.
Berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas, kemenangan Jokowi-JK banyak ditentukan solidnya dukungan pemilih di wilayah Jawa Tengah. Di daerah dengan jumlah pemilih 27,5 juta ini mutlak dimenangi Jokowi-JK dengan 66,78 persen atau dua kali lipat dari suara untuk Prabowo-Hatta yang 33,22 persen. Dibandingkan dengan hasil survei pertengahan Juni lalu, tampak ada dinamika yang lebih positif ke pasangan Jokowi-JK. Terjadi pergeseran sekitar 8 persen dukungan ke arah pasangan ini.
Pergerakan dinamis juga terjadi di wilayah DKI Jakarta. Pada survei tiga minggu lalu, jarak antarkedua kandidat tipis, hanya sekitar 4 persen, kini menjadi 7 persen. Konser Salam 2 Jari di Gelora Bung Karno diduga kian memperkukuh dukungan ke Jokowi-JK di Jakarta.
Wilayah lain yang cukup besar memberikan dukungan terhadap Jokowi-JK adalah Sulawesi Selatan. Di tanah kelahiran JK ini, mereka memperoleh 69,19 persen suara. Selain itu, secara umum pasangan tersebut juga menang di gugus Pulau Sulawesi, Maluku-Papua, Bali-Nusa Tenggara, dan Kalimantan.
Sementara pasangan Prabowo-Hatta mendapat kemenangan di wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Di Jabar, pasangan ini memperoleh 59,17 persen suara dan di wilayah Sumatera Selatan, tempat kelahiran Hatta, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 53,88 persen.
Karakteristik pemilih
Terjadi perubahan yang signifikan di kelas atas masyarakat yang menguntungkan pasangan Jokowi-JK. Jika sebulan sebelumnya dukungan kelas atas terbagi dua sama kuatnya kepada kedua pasang kandidat, pada pemilu kemarin tergambar terjadinya perubahan. Sebanyak 54,4 persen mendukung Jokowi-JK.
Pasangan tersebut juga mendapat dukungan yang sangat solid dari para pemilih yang pada pemilu legislatif lalu memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Nasional Demokrat (Nasdem). Dukungan para pemilih PDI-P kepada Jokowi-JK mencapai 86,7 persen. Kekuatan dukungan itu melebihi dukungan para pemilih Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kepada Prabowo-Hatta yang 74,5 persen.
Meski demikian, secara umum pasangan Prabowo-Hatta mendapat dukungan yang lebih solid dari partai koalisinya dibandingkan dengan dukungan yang diberikan koalisi Jokowi-JK. Prabowo-Hatta didukung Partai Gerindra, Golkar, PKS, PPP, PAN, PBB, dan Demokrat. Jokowi-JK didukung PDI-P, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI.
Dukungan yang cukup besar bagi pasangan nomor urut 2 juga datang dari masyarakat pedesaan, kelompok perempuan, ibu rumah tangga, serta kalangan petani dan nelayan. Pedagang juga cenderung lebih menyukai pasangan Jokowi-JK.