Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Untuk semua orang yg tengah membaca ini, kalian semestinya sadar bahwa dunia sudah semakin gila. Diluar sana ada selebgram yg hidup dengan menjual kentutnya, ada juga manusia yg memancing keributan di internet demi sedikit uang & ada juga wanita yg memperkosa pria.
Yang terakhir itu memang tidak terdengar lazim sih. Sejak jaman dahulu setiap kasus pemerkosaan yg ada hanyalah pria yg memperkosa wanita tetapi sebaliknya? Itu baru muncul di zaman Elizabeth Bathory pada zaman ke-16 & meski sudah 400 tahun istilah wanita memperkosa pria masih asing di telinga.
Jadi begini, kalau kedua pihak sama-sama menikmati maka apakah pemerkosaan namanya? Jawabannya tidak (atau begitulah menurut pandangan sosial). Nah, kalau si pria (korban) mengerjakan hubungan seksual maka artinya 'itu' si pria dalam keadaan tegak & apa artinya kalau 'itu' tegak? Itu artinya si pria ikut menikmati.
Inilah alasannya mengapa pemerkosaan pria sulit ditanggapi secara serius. Seorang wanita masih dapat mengerjakan hubungan seksual meski tidak mengharapkannya namun bagi pria itu adalah hal yg sulit (sulit lo, bukan mustahil). Dengan perkembangan jaman banyak hal yg dulu mustahil kini dianggap mudah, contohnya adalah obat perangsang.
Namun tetap saja, seorang pria yg dipaksa berhubungan seks bukanlah sesuatu yg menciptakan orang lain merasa kasihan, kebanyakan pria malah akan merasa iri (lihat aja prank siskae3). Dan karna itulah saat seorang pria melapor ke polisi bahwa dia baru saja kehilangan keperjakaannya dengan seorang pemerkosa di pinggir jalan maka petugas polisi mungkin malah akan menyalaminya. Secara agama, diperkosa juga bukanlah dosa.
Tapi ya tapi, ada hampir 4 milyar pria di bumi ini & tak mungkin semuanya merasa bahagia saat diperkosa. Meski cuma sekitar 4 juta orang yg tidak terima namun kejahatan tetaplah kejahatan. Bagaimana kalau ternyata si pemerkosa hamil? Atau bagaimana kalau dia punya penyakit menular seksual? Atau bagaimana bila si pemerkosa malah berpura-pura jadi korban & memaksa si pria menikahinya? Wow, sungguh kasihan.
Dan seperti itulah keadilan sosial di sekitar kita. Jika ada kasus seksualitas maka pihak pria lah yg cenderung di salahkan padahal di luar sana sudah ada sudah banyak bertebaran feminist, lesbian & shemale. Dan karnanya untuk para pria berhati-hatilah, kalau Anda tidak mengharapkannya maka waspadalah & kalau Anda mengharapkannya tetaplah waspada, tidak semua yg berkilau itu emas.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya. Hari ini 10:25