bue_mochi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 11494
- Sejak
- 14 Feb 2007
- Pesan
- 576
- Nilai reaksi
- 53
- Poin
- 28
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden M Jusuf Kalla
menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) hingga 2009.
"Pokoknya sampai akhir masa tugas (Pemerintahan Yudhoyono/Jusuf Kalla) 2009 tidak akan menaikkan harga BBM," kata Wapres M Jusuf Kalla pada kampanye konversi minyak tanah ke LPG di Jakarta, Selasa.
Wapres menjelaskan ketika terjadi kenaikan harga BBM Oktober 2005 ada
pertanyaan dari Presiden apakah kita masih bisa memberikan subsidi lebih
tinggi. Namun ternyata tidak bisa lagi, dan apakah dengan demikian akan
dinaikkan lagi harga BBM. Jawabannya tidak bisa lagi.
"Nah bagaimana solusinya?. Harus turunkan harga sekaligus turunkan subsidi dan perbaiki keadaan masyarakat," kata Wapres.
Karena itu yang terpikir adalah mengganti minyak tanah dengan briket
batubara. Namun dalam perjalanannya briket batubara ternyata tidak praktis,
susah dibawanya dan tidak sehat serta berbahaya bagi lingkungan.
"Pemikiran berikutnya menggunakan LPG. Namun untuk bisa efisien harus
dilakukan investasi besar-besaran, " kata Wapres.
Karena itulah program konversi minyak tanah ke LPG diperlukan kampanye
> besar-besaran selama tiga atau empat tahun untuk mensukseskan program
> konversi minyak tanah ke LPG.
> "Dibutuhkan kampanye besar-besaran sekitar tiga atau
> empat tahun untuk
> sukseskan konversi minyak tanah ke LPG baru
> efektif," kata Wapres.
>
>
>
> Menurut Wapres selama ini telah terjadi kesalahan
> kampanye untuk LPG dan
> minyak tanah. Selama ini kampanye LPG diasumsikan
> untuk kalangan menengah
> atas karena harganya mahal. Sementara minyak tanah
> untuk kalangan bawah
> karena harganya murah.
>
>
>
> "Ini kesalahan fatal soal minyak tanah karena murah
> padahal justru boros.
> LPG mahal tetapi irit dan bersih," kata Wapres.
>
> Namun untuk konversi minyak tanah ke LPG tersebut
> diperlukan investasi
> besar-besaran sekitar Rp15 sampai Rp20 trilyun.
> Dalam kurun tiga tahun
> tersebut, tambah Wapres konversi baru efektif
> sehingga subsidi pemerintah
> menjadi nol.
> "Pemerintah telah minta Pertamina untuk bagikan
> kompor dan tabung sekitar Rp
> 175 ribu, secara gratis kepada keluarga miskin,"
> kata Wapres.
> Sebelum menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro program
> konversi minyak tanah ke
> LPG tersebut dijadwalkan bulan Januari 2007. Namun
> karena keterlambatan
> pengadaan tabung gas maka baru bulan Mei ini bisa
> dilaksanakan.
> "Pada bulan Februari telah dibagikan kompor dan
> tabung kepada 10 ribu Kepala
> Keluarga korban banjir di Kampung Melayu dalam
> proyek BUMN peduli banjir,"
> kata Purnomo.
menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) hingga 2009.
"Pokoknya sampai akhir masa tugas (Pemerintahan Yudhoyono/Jusuf Kalla) 2009 tidak akan menaikkan harga BBM," kata Wapres M Jusuf Kalla pada kampanye konversi minyak tanah ke LPG di Jakarta, Selasa.
Wapres menjelaskan ketika terjadi kenaikan harga BBM Oktober 2005 ada
pertanyaan dari Presiden apakah kita masih bisa memberikan subsidi lebih
tinggi. Namun ternyata tidak bisa lagi, dan apakah dengan demikian akan
dinaikkan lagi harga BBM. Jawabannya tidak bisa lagi.
"Nah bagaimana solusinya?. Harus turunkan harga sekaligus turunkan subsidi dan perbaiki keadaan masyarakat," kata Wapres.
Karena itu yang terpikir adalah mengganti minyak tanah dengan briket
batubara. Namun dalam perjalanannya briket batubara ternyata tidak praktis,
susah dibawanya dan tidak sehat serta berbahaya bagi lingkungan.
"Pemikiran berikutnya menggunakan LPG. Namun untuk bisa efisien harus
dilakukan investasi besar-besaran, " kata Wapres.
Karena itulah program konversi minyak tanah ke LPG diperlukan kampanye
> besar-besaran selama tiga atau empat tahun untuk mensukseskan program
> konversi minyak tanah ke LPG.
> "Dibutuhkan kampanye besar-besaran sekitar tiga atau
> empat tahun untuk
> sukseskan konversi minyak tanah ke LPG baru
> efektif," kata Wapres.
>
>
>
> Menurut Wapres selama ini telah terjadi kesalahan
> kampanye untuk LPG dan
> minyak tanah. Selama ini kampanye LPG diasumsikan
> untuk kalangan menengah
> atas karena harganya mahal. Sementara minyak tanah
> untuk kalangan bawah
> karena harganya murah.
>
>
>
> "Ini kesalahan fatal soal minyak tanah karena murah
> padahal justru boros.
> LPG mahal tetapi irit dan bersih," kata Wapres.
>
> Namun untuk konversi minyak tanah ke LPG tersebut
> diperlukan investasi
> besar-besaran sekitar Rp15 sampai Rp20 trilyun.
> Dalam kurun tiga tahun
> tersebut, tambah Wapres konversi baru efektif
> sehingga subsidi pemerintah
> menjadi nol.
> "Pemerintah telah minta Pertamina untuk bagikan
> kompor dan tabung sekitar Rp
> 175 ribu, secara gratis kepada keluarga miskin,"
> kata Wapres.
> Sebelum menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro program
> konversi minyak tanah ke
> LPG tersebut dijadwalkan bulan Januari 2007. Namun
> karena keterlambatan
> pengadaan tabung gas maka baru bulan Mei ini bisa
> dilaksanakan.
> "Pada bulan Februari telah dibagikan kompor dan
> tabung kepada 10 ribu Kepala
> Keluarga korban banjir di Kampung Melayu dalam
> proyek BUMN peduli banjir,"
> kata Purnomo.
