Kalau di Indonesia khususnya di jakarta dan kota-kota besar lainnya ramai demonstrasi dan kericuhan soal kebijakan pemerinta menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per 1 April 2012J karena naiknya harga minyak bumi mentah di pasar internasional, di Malaysia situasi serupa tidak terjadi. Pemerintah Malaysia justru mengambil kebijakan mempertahankan subsidi terhadap bahan bakar minyaknya.
Sebagaimana dikutip dari kantor berita Bernama, Jumat (30/3/2012), Malaysia merupakan satu-satunya negara di Asia yang masih mempertahankan harga minyak kandungan oktan RON 95 pada harga RM 1.90 seliter (sekitar Rp 5.500) meskipun harga minyak di pasaran internasional mengalami kenaikan.
Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan Kerajaan Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan pemerintah pimpinan Barisan Nasional (BN) tidak pernah berhasrat menghentikan bantuan subsidi BBM kepada rakyat.
"Jika tidak diberikan subsidi, harga minyak akan naik RM 2.93 seliter dan ini akan membebankan rakyat. Pemberian subsidi adalah untuk menghindari rakyat dari menanggung beban teru-terusan," katanya.
Anggota Parlemen Bera, Ismail Sabri, mengatakan pada tahun ini saja kerajaan mengalokasikan RM 17 miliar (sekitar Rp 50,6 triliun) bagi subsidi minyak berkandungan oktan RON 95, diesel dan Gas LPG dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai RM 15 miliar (sekitar Rp 44,7 triliun).
Sumber :